Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Lintas Daerah » Cipayung Plus Makassar Desak Kapolrestabes dan Kapolsek Panakkukang Dicopot Usai Insiden Bertrand Eka

Cipayung Plus Makassar Desak Kapolrestabes dan Kapolsek Panakkukang Dicopot Usai Insiden Bertrand Eka

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month 14 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAKASSAR, Mekora.id – Aliansi Organisasi Mahasiswa Cipayung Plus Kota Makassar mendesak Kapolrestabes Makassar dan Kapolsek Panakkukang untuk bertanggung jawab atas peristiwa penembakan terhadap Bertrand Eka Prasetyo Radiman. Desakan tersebut muncul setelah rentetan peristiwa kekerasan yang diduga melibatkan aparat kepolisian.

Cipayung Plus menilai insiden tersebut tidak dapat lagi disederhanakan sebagai tindakan “oknum” semata. Mereka memandang peristiwa tersebut sebagai persoalan sistemik dalam penegakan hukum yang dinilai semakin menjauh dari nilai kemanusiaan dan keadilan.

Aliansi mahasiswa itu juga menilai situasi penegakan hukum di Sulawesi Selatan, khususnya di Kota Makassar, sedang mengalami krisis legitimasi. Penembakan terhadap Bertrand disebut menjadi bukti bahwa kekuatan aparat sering kali justru diarahkan kepada masyarakat sipil.

“Gerakan ini tidak akan berhenti pada satu aksi saja. Kami akan mengawal kasus ini sampai tuntas. Jika keadilan tidak ditegakkan, maka gelombang perlawanan mahasiswa akan semakin besar. Jalanan Makassar akan terus menjadi ruang perjuangan sampai kebenaran ditegakkan,” ujar Jenderal Lapangan Cipayung Plus Kota Makassar, Hariandi, dalam keterangannya beberapa waktu lalu.

Cipayung Plus Makassar menegaskan bahwa jika tuntutan mereka diabaikan, maka aksi mahasiswa akan terus meluas. Mereka menyatakan tidak akan membiarkan peristiwa kekerasan terhadap warga sipil berlalu tanpa adanya proses hukum yang adil.

“Kami akan terus mengawal kasus ini hingga kebenaran benar-benar menemukan jalannya,” tambah Hariandi.

Menurut mereka, peristiwa kekerasan tersebut tidak hanya melukai keluarga korban, tetapi juga melukai rasa keadilan publik. Negara dinilai tidak boleh membiarkan aparat yang seharusnya melindungi masyarakat justru berubah menjadi alat kekerasan terhadap rakyat.

Dalam pernyataan sikapnya, Cipayung Plus Kota Makassar menyampaikan sejumlah tuntutan kepada aparat kepolisian.

Pertama, mereka mendesak pencopotan Kapolrestabes Makassar dan Kapolsek Panakkukang. Menurut mereka, pimpinan kepolisian di wilayah tersebut dianggap gagal melakukan pengawasan internal dan tidak mampu menjaga profesionalitas aparat di bawah komandonya.

Kedua, mereka menuntut transparansi penuh dalam proses hukum yang melibatkan Iptu Dr. Nasrullah. Mahasiswa menegaskan bahwa hukum tidak boleh tajam ke bawah namun tumpul ke atas, termasuk terhadap sesama aparat.

Ketiga, mereka meminta seluruh pelaku penembakan dan kekerasan terhadap warga sipil segera ditangkap dan diadili sesuai dengan hukum yang berlaku. Mereka menolak segala bentuk penyelesaian tertutup atau hanya berupa sanksi etik ringan.

Keempat, Cipayung Plus juga mendesak pembebasan sejumlah aktivis yang disebut ditahan di Polda Sulawesi Selatan. Mereka menilai aktivitas menyampaikan kritik merupakan bagian dari demokrasi dan tidak dapat dikriminalisasi.

Kelima, mereka menuntut penghentian segala bentuk intimidasi terhadap jurnalis. Menurut mereka, kebebasan pers merupakan salah satu pilar utama demokrasi yang harus dilindungi.

Aliansi mahasiswa tersebut menegaskan akan terus mengawal perkembangan kasus penembakan tersebut hingga ada kejelasan dan penegakan hukum yang dianggap adil.

  • Penulis: mekora.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pimpinan DPRD Sulbar

    4 Pimpinan Definitif DPRD Sulbar Diusul Kemendagri, Amalia Ketua

    • calendar_month Selasa, 15 Okt 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 74
    • 1Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Pimpinan Defenitif DPRD Sulawesi Barat (Sulbar) periode 2024-2029, resmi diusulkan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris DPRD Sulbar, Muhammad Hamzih, saat dikonfirmasi, Selasa, (15/10/2024). “Kemarin telah Paripurna dan hari ini pimpinan Definitif telah kita usulkan ke Kemendagri,” kata Muhammad Hamzih, via telepon. Berdasarkan pengusulan itu, Ketua DPRD Sulbar […]

  • Andi Abdul Malik

    Reses Perdana Andi Abdul Malik, Berlangsung di Kabuloang dan Beru-Beru

    • calendar_month Selasa, 12 Nov 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 92
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id –  Anggota DPRD Kabupaten Mamuju dari Fraksi PDI Perjuangan, Andi Abdul Malik, melaksanakan agenda reses perdana di Desa Kabuloang dan Desa Beru-Beru, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, pada, Senin, (11/11/2024). Dalam lawatannya, Sekretaris PDI Perjuangan Kabupaten Mamuju ini disambut hangat oleh konstituennya yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan tradisional. Di Kabuloang, Andi Abdul Malik, menerima […]

  • Direktur CV. Azzahra tambang di Kabuloang

    Direktur CV. Azzahra Tepis Berbagai Tudingan Soal Izin Operasi Tambang di Kabuloang

    • calendar_month Sabtu, 15 Jun 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 129
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Direktur CV. Azzahra, Arifuddin Amil, perushaan tambang galian C di Desa Kabuloang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), memberikan hak jawab atas sejumlah tudingan yang menyebut izin operasional perusahaan miliknya ilegal. Arifuddin menyebut, tudingan-tudingan itu tidaklah benar, sebab izin operasi tambang galian C yang dilakukan oleh CV. Azzahra sudah lengkap. Hal itu […]

  • Peta BMKG Prakiraan suhu panas di Indonesia.

    El Nino di Sulbar Hingga Oktober, Mamuju dan Polman Paling Panas

    • calendar_month Selasa, 10 Okt 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 112
    • 1Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Fenomena El nino atau pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di Provinsi Sulawesi Barat diprediksi berakhir pada Oktober 2023. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Majene, Sulawesi Barat, mencatat, daerah ini memiliki karakteristik tipe hujan monsunal sehingga diprediksi bulan November curah hujan mulai turun. Tipe curah hujan ini bersifat unimodial (satu puncak […]

  • PIN DPRD Mamuju

    DPRD Mamuju Anggarkan Rp 405 Juta Untuk Pengadaan Pin Emas 30 Anggota Dewan Baru

    • calendar_month Jumat, 17 Mei 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 173
    • 3Komentar

    MAMUJU, mekora.id – DPRD Mamuju menyiapkan anggaran sebanyak Rp 405 juta untuk pengadaan pin pelantikan 30 Anggota Dewan Mamuju yang baru. Kepala Sub Bagian (Kasubag) perencanaan Sekretariat DPRD Mamuju, Ilias mengatakan, masing-masing anggota dewan, nantinya akan mendapatkan pin emas seberat 6 gram emas. “Kemarin kami usulkan 7 gram di HPS pertama, tapi karena harga emas […]

  • Ekonomi Sulbar

    Ekonomi Sulbar 2024 Turun ke 4,76 Persen, Pertanian Jadi Tumpuan

    • calendar_month Kamis, 6 Feb 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 87
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat (Sulbar) tahun 2024 dalam sebuah acara di Aula Kantor BPS Sulbar, Jalan RE Martadinata No. 10 Mamuju, pada Rabu (5/2/2025) siang. Berdasarkan laporan tersebut, ekonomi Sulbar tahun 2024 mengalami perlambatan dengan pertumbuhan sebesar 4,76 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 5,23 persen […]

expand_less