Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Buntut Penolakan Tambang Pasir di Sungai Kalukku, DPRD Sulbar Jadwalkan Panggil PT. Jaya Pasir Andalan

Buntut Penolakan Tambang Pasir di Sungai Kalukku, DPRD Sulbar Jadwalkan Panggil PT. Jaya Pasir Andalan

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Kamis, 3 Okt 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, Mekora.id – Ratusan warga dari Kalukku Barat dan Desa Beru-Beru, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, yang melakukan aksi unjuk rasa menolak tambang pasir di Hilir Sungai Kalukku di kantor DPRD Sulbar, diterima melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP), Rabu, (2/10/2024).

Ratusan pengunjuk rasa itu ditemui oleh Wakil Ketua Sementara, Munandar Wijaya, dan Anggota DPRD lain dari Dapil 5 Mamuju yakni Firman Argo Waskito, M. Khalil Qibran, Zulfakri Sultan, dan Yudiaman.

Di Hadapan Anggota DPRD Sulbar, warga membuka sejumlah dokumen, salah satu yang menarik perhatian yakni adanya surat perjanjian antara Kepala Desa Beru-Beru dan pihak perusahaan. Dalam surat perjanjian yang ditandatangani 21 November 2023 itu, pihak perusahaan tambang akan membayar uang sewa lokasi sebesar Rp. 15 juta pertahun selama kurun lima tahun pada Pemdes Beru-Beru.

Namun, surat perjanjian itu kemudian dibatalkan melalui surat lainnya yang ditandatangani pada 3 Januari 2024. Dalam poin pertama kesepakatan itu dibatalkan lantaran wilayah yang dimaksud masuk dalam wilayah hutan lindung.

Menurut warga, surat penjanjian itu ilegal dan tidak diketahui masyarakat. Takim menyebut, perjanjian itu dilakukan diam-diam dan murni perjanjian bisnis to bisnis.

“Jadi kami mempertanyakan surat perjanjian itu, kok bisa ijin terbit jika memang itu dalam kawasan hutan lindung,” ungkap Mustakim, Kepala Dusun Babalalang, Desa Beru-Beru.

Selain itu, Mustakim selaku kepala dusun mengaku, pernah diajak sosialisasi oleh pemerintah desa. Namun tidak membahas tentang tambang melainkan disebut tambak udang.

“Setahu saya memang ada pertemuan dengan kepala desa, tapi tidak ada tentang tambang tapi katanya itu tambak udang,” ungkap Mustakim.

Dengan rangkaian itu, warga menyebut pengurusan dokumen yang dilakukan oleh PT. Jaya Pasir Andalan mengelabui dan membohongi warga. Sehingga mereka mengaku siap melakukan pasang badan andai tambang pasir berjalan.

“Kami tidak tau lagi harus bagaimana, jika izin tambang tidak cabut maka kami siap bermalam di DPRD. Sekarang tumpuan terakhir kami hanya pada DPRD Sulbar,” kata Warga Kalukku Barat, Abdul Hamid.

Selain itu warga juga mendesak kepala Desa Beru-Beru, Asnawi yang hadir dalam RDP itu, untuk menyatakan sikap dalam kehadiran tambang pasir di Pesisir Sungai Kalukku itu.

“Pak Desa, kami warga mu sekarang ada disini menolak. Kami ingin tanyakan dari hari yang paling dalam apakah pak Desa menerima atau menolak tambang ini?,” tanya warga pada Asnawi.

Setelah didesak warganya, Kepala Desa Beru-Beru, Asnawi, pun mengaku berada di barisan para warganya ikut menolak tambang pasir di Sungai Kalukku itu.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Sulbar Dorong Profesionalisme ASN di Momen HUT RI ke-80

    Gubernur Sulbar Dorong Profesionalisme ASN di Momen HUT RI ke-80

    • calendar_month Sabtu, 9 Agt 2025
    • account_circle Beye
    • visibility 30
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Gubernur Sulbar, Suhardi Duka secara resmi membuka perlombaan dalam rangka memperingati HUT RI ke-80, yang diikuti oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov Sulbar serta sejumlah instansi lainnya di luar pemerintahan provinsi, Jumat, (8/8/2025). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menyuarakan semangat kemerdekaan serta pembenahan budaya kerja di lingkungan pemerintahan. Menurut, […]

  • Anggaran 2025 Sulbar

    Pemprov Sulbar Pangkas Besar-besaran Anggaran 2025, Total Rp130,2 miliar

    • calendar_month Rabu, 5 Feb 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 112
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat (Sulbar) setidaknya memangkas Rp 130,2 miliar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025. Hal itu setelah pemerintah pusat melalui Surat Edaran Presiden nomor S-37/MK.02/2025 menginstruksikan Kepala Daerah melakukan pemangkasan APBD. Ketua Transparansi Pengelolaan Anggaran Daerah (TPAD) Sulbar, Amujib, mengatakan setidaknya ada 16 item yang menjadi pemangkasan APBD […]

  • Kampanye Akbar Ruslan Ida di Mamasa

    Tumpah Ruah, Puluhan Ribu Pendukung Hadiri Kampanye Akbar Ruslan-Ida di Mamasa

    • calendar_month Senin, 18 Nov 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 83
    • 2Komentar

    MAMASA, Mekora.id – Kampanye akbar pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Mamasa nomor urut dua (2), Ruslan D Pandayai dan Andi Farida Fachri (Ruslan Ida) dipadati puluhan ribu pendukung di Lapangan Kondosapata, Senin, (18/11/2024). Panitia pelaksana, Thamrin, mengatakan anomi para pendukung menghadiri kampanye akbar  Ruslan Ida datang dari 17 kecamatan di Kabupaten Mamasa. Dia […]

  • Demo Tolak Tambang Pasir di Sungai Karossa

    DPRD Sulbar Terbitkan 4 Keputusan Terkait Penolakan Tambang Pasir di Karossa

    • calendar_month Jumat, 17 Jan 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 86
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Aksi unjuk rasa aliansi masyarakat Karossa, Mamuju Tengah (Mateng) yang menolak tambang pasir di Sungai Karossa, berakhir dengan sejumlah kesepakatan yang dituangkan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di kantor DPRD Sulbar, Kamis, (16/1/2024). Setelah menunggu hingga malam, warga pengunjuk rasa sempat tersulut emosi lantaran Anggota DPRD Sulbar dinilai lamban mengeluarkan rekomendasi. Seorang […]

  • Banir bandang Kalumpang

    Banjir Bandang di Kalumpang, Tiga Desa Terisolasi

    • calendar_month Sabtu, 21 Des 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 150
    • 1Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Banjir bandang yang melanda wilayah Kalumpang dan sekitarnya pada Kamis, 19 Desember 2024 lalu. Membuat akses warga di tiga, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) lumpuh. Menurut warga, banyaknya titik longsor membuat mereka kesulitan menjangkau wilayah luar. Bahkan panjang dampak banjir bandang diperkirakan memutus jalan sepanjang enam kilometer. Akibatnya Desa Siraun, […]

  • PLTS Sulbar

    22 PLTS di Sudah Sulbar Terbangun, Tapi Partisipasi Masyarakat Jadi Masalah Baru

    • calendar_month Jumat, 20 Jun 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 96
    • 7Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus berkomitmen mendukung keberlanjutan Program Accelerating Clean Energy Access to Reduce Inequality (ACCESS), meski sejumlah tantangan teknis dan sosial masih dihadapi di lapangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) ini. Program ACCESS yang telah membangun 22 unit Pembangkit Listrik Tenaga […]

expand_less