Baru Selesai, Plafon Rusun ASN Mamuju Ambruk Sebelum Ditempati : Air dan Listrik Diputus
- account_circle mekora.id
- calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
- comment 6 komentar
- print Cetak

Plafon Rumah Susun ASN Mamuju ambruk. (Selasa, 10/6/2025).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, Mekora.id – Bangunan Rumah Susun (Rusun) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, mengalami kerusakan serius sebelum sempat difungsikan. Proyek yang dibangun dengan anggaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp67,5 miliar itu dilaporkan mengalami keruntuhan plafon pada bagian balkon lantai 3.
Pembangunan Rusun ini dilaksanakan oleh pihak kontraktor PT Permata Arta KSO dan berada dalam pengawasan Satuan Kerja (Satker) Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim). Meski secara fisik telah rampung dan siap diserahterimakan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju, namun pemerintah daerah menolak menerima bangunan tersebut karena sejumlah permasalahan teknis yang ditemukan di lapangan.
“Bangunan Rusun yang sudah mau diserahkan ke pihak Pemkab Mamuju ini, meski secara proyek sudah rampung, kini plafon bagian balkon lantai 3 sudah runtuh,” ungkap sumber media ini yang enggan disebutkan namanya, Rabu (11/6/2025).
Tak hanya kerusakan fisik, sumber tersebut juga menyebut bahwa listrik dan air di bangunan tersebut telah diputus masing-masing oleh PLN dan PDAM. Hal ini semakin memperkuat alasan Pemkab Mamuju menolak serah terima karena dianggap bangunan belum siap pakai dan penuh dengan potensi masalah ke depan.
“Informasinya, listrik dan air sudah tidak tersedia. Bangunan ini belum pernah difungsikan tapi sudah bermasalah, wajar jika Pemkab menolak menerimanya,” jelas sumber tersebut.
Ia juga menambahkan bahwa dugaan sementara kerusakan plafon disebabkan oleh penggunaan material yang tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) proyek. Jika dugaan ini benar, maka kualitas konstruksi patut dipertanyakan dan perlu ditindaklanjuti oleh pihak terkait.
Wartawan Mekora.id yang mencoba mengakses langsung kondisi bangunan dari dekat mengalami kendala, lantaran bangunan tersebut dalam kondisi tertutup rapat dan dijaga ketat. Penjaga yang tinggal di area Rusun bahkan menolak memberikan izin kepada wartawan untuk melihat langsung bagian yang rusak.
Terkait kejadian ini, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Rusun ASN Mamuju, Syahrir, yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon, membenarkan bahwa bangunan tersebut memang masih menjadi tanggung jawab rekanan, karena masih dalam masa pemeliharaan.
“Kalau ada kerusakan pada bangunan Rusun ASN Mamuju, itu memang masih jadi kewajiban pihak rekanan untuk memperbaikinya. Saya akan segera menghubungi mereka untuk menangani kerusakan itu,” kata Syahrir.
Kejadian ini menjadi sorotan publik, mengingat proyek ini menelan anggaran besar namun belum memberikan manfaat nyata bagi ASN di Mamuju. Kondisi ini juga menjadi catatan penting bagi instansi pengawasan agar pelaksanaan proyek berskala besar betul-betul sesuai dengan standar kualitas yang ditetapkan.
- Penulis: mekora.id

Saluran Whatsapp
Google News
