Pasca Nyaris Tersapu Banjir, Siswa SMPN 6 Kalumpang Takut Bersekolah
- account_circle mekora.id
- calendar_month Jumat, 11 Apr 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Suasana SMPN 6 Kalumpang, Kabupaten Mamuju pasca banjir.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, Mekora.id – Pasca banjir besar yang nyaris menyapu bangunan sekolah, kekhawatiran kini menyelimuti para siswa, guru, dan orang tua murid SMPN 6 Kalumpang yang terletak di Dusun Mapo, Desa Siraun, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju.
Rasa takut kembali ke sekolah menghantui para siswa. Hal ini disebabkan letak bangunan sekolah yang berada sangat dekat dengan bibir sungai, terdiri dari satu bangunan berdinding papan dan satu bangunan baru yang belum sepenuhnya aman.
Kekhawatiran terbesar muncul apabila banjir besar kembali datang saat aktivitas belajar mengajar sedang berlangsung.
“Orang tua saya khawatir dengan kondisi sekolah. Mereka berencana memindahkan saya karena takut dengan bencana seperti banjir dan longsor,” ujar Eva, salah seorang siswa, saat diwawancara Mekora.id pada Jumat (11/4/2025).
Lokasi sekolah yang berada di kawasan rawan longsor dan banjir, terutama saat musim hujan, menimbulkan keresahan mendalam tidak hanya bagi siswa dan guru, tetapi juga masyarakat sekitar.
Pantauan Mekora.id di lapangan menunjukkan bahwa kondisi fisik sekolah sangat memprihatinkan. Salah satu bangunan masih berdinding papan dan tidak layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar
Saat banjir terakhir melanda, sebagian tanah di halaman sekolah tergerus arus sungai yang nyaris mencapai bangunan sekolah. Meskipun belum terjadi kerusakan parah, kejadian ini menjadi peringatan serius bagi semua pihak.
Warga setempat berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat untuk menjamin keselamatan para siswa serta memastikan kelangsungan proses belajar mengajar.
Sebelumnya, cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Mamuju menyebabkan Sungai Karati’i di Dusun Mapo meluap pada Rabu malam, 9 April 2025. Hujan deras selama beberapa jam menyebabkan debit air meningkat drastis hingga menerjang area sekolah yang hanya berjarak beberapa meter dari bantaran sungai.
“Kondisi sungai saat ini sangat mengkhawatirkan. Jika tidak ada penanganan segera, bukan tidak mungkin gedung sekolah akan rusak atau hanyut terbawa arus,” ujar Arju Taurus, salah satu guru SMPN 6 Kalumpang kepada Mekora.id melalui WhatsApp, Kamis (10/4/2025) pagi.
- Penulis: mekora.id


Saluran Whatsapp
Google News
