Kasus DBD di Sulbar Meledak, Mamuju Mendominasi
- account_circle mekora.id
- calendar_month Rabu, 3 Apr 2024
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi DBD
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, mekora.id – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Sulawesi Barat selama periode Januari hingga Maret 2024 mengalami ledakan.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Barat, DBD sepanjang periode itu tercatat 437 kasus dengan 1 kematian.
Kabupaten Mamuju jadi yang paling tinggi dengan 237 kasus, disusul Polewali Mandar (Polman) 81 kasus, Pasangayu 54 kasus, Majene 32 kasus, Mamasa 17 kasus, dan Mamuju Tengah (Mateng) 16 kasus.
Untuk DBD pada Maret 2024, tercatat 26 kasus dengan rincian Mamuju 13 kasus, Polman 6 kasus, Mamasa 4 kasus, Mateng 1 asus, dan Majene 0 kasus.
- Data kasus DBD di Sulbar. (Sumber : Dinkes Sulbar)
Dengan ledakan kasus sebesar itu, Pemprov Sulbar telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 5 tahun 2024 tentang Kesiapsiagaan Peningkatan Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Itu diperuntukan untuk seluruh kepala Daerah di enam Kabupaten se-Sulbar.
Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Sulbar, dr. Indahwati Nursyamsi mengatakan, telah melakukan penelusuran pada sejumlah daerah yang mengalami lonjakan kasus DBD, hingga melakukan fogging (pengasapan).
Selain itu, dia juga meminta masyarakat untuk terus menggalakan gerakan 3M (menguras, menutup dan menimbun), dan terus waspada terhadap penyebaran DBD.
“Sudah langsung monev di Kabupaten Mamasa ketika terdapat 11 penderita, dan rapat dengan Kadis Mamasa, untuk menggerakkan masyarakatnya melakukan PSN ( pemberantasan sarang nyamuk), melakukan penyelidikan epidemiologi, gerakan 3M ( menguras, menutup dan menimbun), dan fogging pada daerah lokus,” kata dr. Indahwati, Rabu (03/04/2024).
- Penulis: mekora.id



Saluran Whatsapp
Google News
