Polisi Gerebek Tambang Emas Ilegal di Bonehau yang Beroperasi Tengah Malam
- account_circle mekora.id
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Konferensi pers Polresta Mamuju dalam pengungkapan tambang emas ilegal di Bonehau.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, Mekora.id – Polisi kembali menggrebek tambang emas ilegal di Bonehau, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Hal tersebut disampaikan melalui konferensi pers, Selasa, (12/5/2026) sore.
Menurut Kapolresta Mamuju,Kombes Pol Ferdyan Indra Fahmi, aktivitas tambang emas ilegal di Bonehau ini tergolong rapi. Pasalnya operasi dilakukan pada malam hari saat semua orang telah beristirahat antara pukul 00.00 sampai pukul 04. pagi.
Menurutnya, para pelaku sengaja melakukan aktivitas penambangan pada tengah malam hingga menjelang pagi untuk menghindari pantauan petugas.
“kami melakukan penangkapan di TKP larut malam pukul 1.30 dini hari, karena mereka mulai melakukan aktivitas penambangan itu jam 12 malam atau pukul 00.00 WITA,” kata Kombes Pol Ferdyan dalam konferensi pers, Selasa, (12/5/2026) sore.
Dari lokasi, polisi menemukan satu unit alat berat jenis excavator yang sedang beroperasi, satu palong, mesin pompa, pipa paralon, selang penyedot, 11 karpet, alat dulang, dan emas hasil tambang seberat 4 gram.
“Di TKP kami temukan 1 unit eskavator yang sedang beroperasi proses penambangan, yakni selang, palong (alat pemisah material), mesin pompa air, pipa paralon, 11 karpet alas, alat dulang emas, serta emas hasil tambang seberat 3 gram yang dikemas dalam plastik kecil,” ungkap Ferdyan.
Selain itu TKP, polisi juga berhasil mengamankan 3 jerigen dengan kapasitas 35 liter berisi BBM subsidi, Polisi memastikan BBM tersebut ilegal. Dalam setiap operasional polisi memperkirakan BBM yang dipakai berkisar 150 sampai 200 liter.
“Jadi kebutuhan BBM untuk operasional antara 150 sampai 200 liter per hari, dan sudah bisa dipastikan BBM ini didapatkan secara ilegal,” tutur Ferdyan.
Setidaknya delapan orang pekerja termasuk operator diamankan dalam penggerebekan itu. Polisi juga telah mengidentifikasi pemodal yang bertanggung jawab atas pertambangan ilegal tersebut.
“Pekerja delapan orang ini bekerja atas perintah penanggung jawab DR. Untuk identitasnya lebih jauh nanti kami sampaikan yang jelas ini sudah ada, jadi biar kita tidak salah dalam memastikan identitas-identitas yang lain,” ujar Kapolresta Mamuju.
- Penulis: mekora.id


Saluran Whatsapp
Google News

Saat ini belum ada komentar