Karnaval Budaya Bulan Mamase Resmi Digelar, Angkat Potensi 17 Kecamatan Mamasa
- account_circle mekora.id
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pembukaan Karnaval Budaya Bulan Mamase dihadiri 17 Kecamatan se Kabupaten Mamasa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMASA, Mekora.id – Karnaval Budaya “Bulan Mamase” di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, resmi dibuka pada Senin (6/4/2026), dengan melibatkan ribuan peserta dari 17 kecamatan.
Event tahunan ini dijadwalkan berlangsung sepanjang 6 hingga 30 April 2026, dengan total 20 agenda kegiatan yang memadukan unsur budaya, pariwisata, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Parade karnaval budaya menjadi pembuka, dengan rute dimulai dari Kantor DPRD Kabupaten Mamasa hingga finis di Lapangan Kondosapata, menempuh jarak sekitar dua kilometer.
Berbagai kecamatan menampilkan keunikan masing-masing. Kecamatan Nosu menghadirkan pesan perdamaian melalui parade gendang, sementara Kecamatan Mamasa menurunkan sekitar 500 peserta dengan kostum kreatif seperti Tagari Mamasa, Ulu Karua, dan iringan musik bambu.
Kecamatan Bambang turut menghidupkan kembali permainan tradisional Tenta (Engklang). Sedangkan Kecamatan Balla dan Mehalaan menonjolkan potensi agraris dengan membawa hasil tani seperti padi, sayur, buah, serta kain tenun khas daerah.
Penampilan penutup karnaval diisi oleh Kecamatan Messawa dengan tradisi meminang (Ma’pateka Pangngan) serta kostum simbol ular sawah yang menggambarkan sejarah wilayah tersebut.
Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, mengatakan Bulan Mamase menjadi ajang strategis untuk memperkenalkan budaya dan potensi daerah, sekaligus menggerakkan sektor ekonomi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Mamasa berharap, Bulan Mamase dapat terus menjadi agenda tahunan yang mendorong Mamasa sebagai destinasi pariwisata yang lebih inklusif dan berdaya saing.
“Target yang ingin dicapai adalah memperkenalkan budaya Mamasa, pariwisata, serta pameran hasil UMKM. Ini juga menjadi momentum silaturahmi dengan diaspora Mamasa yang pulang kampung,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong kontribusi pemikiran dan pengalaman dari masyarakat Mamasa di perantauan untuk pembangunan daerah ke depan.
Rangkaian kegiatan dalam Bulan Mamase meliputi pameran pembangunan, panjat pinang, penanaman pohon, river tubing, malam pesona Mamasa, permainan rakyat, berbagai lomba, hingga pengobatan gratis dan kegiatan keagamaan.
Kegiatan ini juga melibatkan kolaborasi dengan Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) serta berbagai komunitas lokal lainnya.
- Penulis: mekora.id


Saluran Whatsapp
Google News

Saat ini belum ada komentar