Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » HOME » ADVERTORIAL » Suhardi Duka: Bangsa Akan Baik Jika Pemimpinnya Mencintai Rakyat dan Ulama Dekat dengan Umara

Suhardi Duka: Bangsa Akan Baik Jika Pemimpinnya Mencintai Rakyat dan Ulama Dekat dengan Umara

  • account_circle Beye
  • calendar_month 13 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, Mekora.id – Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka berbicara soal syarat sebuah bangsa bisa berdiri kuat. Ia menyebut, ada empat hal yang harus beres lebih dulu di dalamnya. Hal itu ia sampaikan saat mengisi kultum selepas salat Dzuhur berjamaah di Musholla Panca Daya, Lantai 2 Kantor Gubernur Sulbar, Kamis, (19/02/2026).

Di hadapan para pimpinan OPD dan pegawai, Suhardi Duka menyampaikan pandangannya yang ia rangkum dari kebiasaan belajar dari bacaan karya para ilmuwan Islam. Salah satu yang ia sebut adalah Imam Al-Ghazali.

Menurutnya, ada empat pilar yang jadi penopang utama sebuah bangsa. Bukan sebuah teori semata, tapi itu adalah fondasi yang menentukan arah.

“Prasyarat bangsa itu atau negara itu baik minimal ada empat yang baik di dalamnya,” ucapnya.

Ia memulai dari pemimpin. Kata Suhardi Duka, nasib bangsa banyak ditentukan oleh siapa yang berdiri di pucuk kepemimpinan.

Pemimpin, lanjutnya, harus mencintai rakyatnya. Kasih sayang dan kepentingan publik tidak boleh lepas dari setiap keputusan.

“Kasih sayangnya pemimpin terhadap rakyat. Jadi memang di dalam satu berbangsa bernegara pemimpin menjadi sentra. Karena di sana sumber perubahan. Kalau pemimpinnya baik, Insya Allah baik bangsa itu,” tuturnya.

Ia lalu mengingatkan teladan Nabi Muhammad SAW. Di tengah kondisi masyarakat yang penuh keterbelakangan, Rasulullah mampu membangun tatanan sosial yang tertib dan damai.

Pilar kedua adalah kehadiran para ulama. Bagi Suhardi, kebijakan perlu ditopang oleh ilmu dan nasihat para ulama.

“Jadi selalu saya katakan antara umara dengan ulama itu harus dekat,” katanya.

Ia memberi contoh bagaimana Iran sebagai negara yang menempatkan ulama dalam struktur kepemimpinan dan menjadi salah satu negara yang kuat.

Masuk ke pilar ketiga, adalah pengusaha. Ia menyebut kelompok yang memiliki kemampuan ekonomi ikut menentukan keseimbangan sosial.

Jika pengusaha yang kuat secara ekonomi tidak peduli, ketimpangan bisa melebar dan memicu kecemburuan hingga kejahatan.

“Yang ketiga adalah dermawannya para pengusaha, kalau ditengah kaum komunitas masyarakat katakanlah Sulawesi Barat ini, orang-orang kayanya kikir semua, daerah itu tidak mendapatkan hidayah dari Allah SWT akan terjadi ketimpangan, karena ketimpangan menciptakan ketidakadilan dan kecemburuan, dengki dan lain sebagainya di situ Sumber sumber kejahatan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengusaha juga punya tanggung jawab sosial. Kedekatan dengan pemimpin diperlukan agar sama-sama memberi kontribusi untuk daerah, tanpa ada kesepakatan yang merugikan masyarakat.

“Kalau para pengusaha zakatnya dia penuhi semua, kemudian dia bersedekah. Maka bangsa itu akan mendapatkan rahmat dari Allah SWT,” ucapnya.

Terakhir, ia menyebut soal hakim. Bagi Suhardi, keadilan adalah tiang berdirinya bangsa.

“Yang keempat adalah untuk tegaknya dan damainya dan berdirinya satu bangsa dan negara atau daerah. Pilar atau tiang keempat adalah adilnya para hakim,” ucapnya.

Ia mengingatkan, hukum tidak boleh diperjualbelikan. Jika itu terjadi, bangsa sedang tidak baik-baik saja.

“Kalau tidak ada penegakan hukum. Hukum bisa diperjual itu tanda bangsa itu masih rusak,” pungkasnya.

  • Penulis: Beye

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Pangan Mamuju

    Harga Bahan Pokok di Pasar Sentral Mamuju Naik, Tapi Stok Cukup Untuk Lebaran 2024

    • calendar_month Selasa, 9 Apr 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 108
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Jelang lebaran 2024, sejumlah bahan pokok di pasar sentral Mamuju terpantau mengalami kenaikan. Meski begitu sejumlah bahan pokok juga ikut mengalami penurunan harga seperti beras, cabe merah, dan telur ayam. Meski sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan harga, Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, stok pangan di pasaran tersedia. […]

  • Warga Karossa Hadang Kapal Penyedot Pasir

    Warga Karossa Hadang Kapal Tambang Pasir, Desak Perusahaan Angkat Kaki

    • calendar_month Kamis, 27 Feb 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 135
    • 4Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Puluhan Warga Desa Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, menghadang kapal tambang pasir milik PT. Sumber Alam Rezeki yang hendak masuk di wilayah itu. Para warga menggunakan perahu tradisional mengepung dan meminta kapal perusahaan tambang pasir segera keluar dari muara sungai karossa. Koordinator Lapangan, Anshar, meminta pihak perusahaan PT Sumber Alam Rezeki […]

  • Bawaslu Mamuju

    2.274 Pemilih Anomali Ditemukan Bawaslu Mamuju di Hasil Pencoklitan KPU

    • calendar_month Jumat, 26 Jul 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 69
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Mamuju, menemukan setidaknya ada 2.274 data pemilih anomali atau tidak dikenali dalam daftar pemilih potensial yang baru saja di coklit oleh KPU Mamuju. Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Parmas dan Humas, Bawaslu Kabupaten Mamuju, Zulkifli mengatakan, dari hasil pengawasan Bawaslu Mamuju menemukan sejumlah potensi kerawanan saat pencoklitan. Masalah-masalah […]

  • Sampah di Pasar baru Mamuju

    4 Hari pasca Lebaran, Tumpukan Sampah di Pasar Baru Mamuju Timbulkan Bau Tak Sedap dan Ganggu Aktivitas Warga

    • calendar_month Minggu, 14 Apr 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 90
    • 1Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Empat hari pasca lebaran Idul Fitri 2024, tumpukan sampah di Pasar Baru Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), mulai membuat aktivitas warga sekitar tidak nyaman. Bagaimana tidak, tumpukan sampah dengan jumlah lumayan fantastik itu menimbulkan bau tidak sedap. Warga mengaku, bau tidak sedap itu tercium hingga puluhan meter. “Bauh sekali dan sangat mengganggu,” kata […]

  • Pemkot Bontang Perkuat Kualitas Program Makan Bergizi Gratis

    Pemkot Bontang Perkuat Kualitas Program Makan Bergizi Gratis

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle zul
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Mekora.id – Pemerintah Kota Bontang terus memperkuat kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sudah berjalan sejak Juli 2025. Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, memimpin langsung Rapat Koordinasi dan Evaluasi MBG di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Kamis (25/9/2025). Rapat dihadiri Kepala DKP3 Bontang Ahmad Aznem, Kepala Disdikbud Abdu Safa Muha, Kabid Kesehatan […]

  • Irwan Pababari Daftar PDIP

    Mantan Wabup Mamuju Irwan Pababari Jadi Kandidat Pertama Daftar di PDIP

    • calendar_month Senin, 6 Mei 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 86
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Mantan Bupati Mamuju, Irwan Satya Putra Pababari, jadi kandidat pertama yang mendaftar ke PDIP untuk maju sebagai bakal calon Bupati, setelah berlogo partai moncong putih itu resmi membuka penjaringan, Senin (6/5/2024). Irwan Pababari tiba di Sekretariat penjaringan bakal calon kepala daerah PDIP Mamuju di Jl. Atiek Soetedja, sekitar pukul 16.30 WITA yang […]

expand_less