El Nino Sebabkan PLN Sulselrabar Kekurangan Daya Listrik Dari PLTA Hingga 75 Persen
- account_circle mekora.id
- calendar_month Senin, 23 Okt 2023
- comment 2 komentar
- print Cetak

Ilustrasi : Perbaikan instalasi listri di UID PLN Sulselrabar.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, mekora.id – Dampak El Nino menjadi pengaruh besar terhadap pasokan listrik, utamanya untuk wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar).
Dalam rilis yang dikeluarkan oleh Unit Induk Distribusi (UID) PLN Sulselrabar, pengaruh akibat kemarau panjang ini menyebabkan berkurang debit air secara drastis pada unit PLTA.
Itu mengakibatkan pasokan listrik turun hingga 75 persen dari 850 Megawatt (MW) dipasokan normal menjadi 200 MW saja.
“Sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sumbagsel) terganggu akibat fenomena El nino. Musim Kering yang berkepanjangan tersebut telah berdampak terhadap berkurangnya debit air sehingga menyebabkan PLTA turun sekitar 75 persen dari 850 Megawatt (MW) menjadi 200 MW,” tulis PLN UID Sulselrabar.
PLN UID Sulselrabar memprediksi dampak El Nino ini akan berlangsung hingga awal tahun 2024 mendatang.
“BMKG Wilayah 4 Makassar memprediksi fenomena El Nino akan berlanjut hingga awal 2024, maka diperlukan langkah strategis dan penanganan bencana secara kolaboratif,” sambung PLN UID Sulselrabar yang diterima redaksi mekora.id, Senin (23/10/2023).
Dengan suplay listrik sebesar 33 persen dari pembangkiat PLTA, PLN UID Selserabar kini sedang berupaya untuk melakukan modifikasi cuaca, khususnya untuk wilayah aliran sungai PLTA.
“Dengan Berbagai upaya terus dilakukan mulai dari Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) khususnya di daerah aliran sungai lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Air. Upaya ini telah membuahkan hasil dimana hujan sudah turun di beberapa lokasi PLTA. Harapannya debit air dapat terus bertambah dan suplai listrik bisa kembali normal,” lanjut PLN UID Sulselrabar.
Selain itu PLN UID Sulselbara juga sedang menunggu perampungan sejumlah pembangkit listrik untuk membantu suplai di wilayah Sulawesi bagian selatan (Sulbagsel)
“Pembangkit tersebut akan memasok tambahan daya sebesar 85 Megawatt (MW) dan diharapkan dapat segera membantu sistem kelistrikan di Sulbagsel. Tim ahli pembangkitan juga turut didatangkan ke Makassar untuk mengakselerasi penormalan pasokan listrik,” kata PLN Sulselrabar.
Krisis pasokan air ini, membuat pasokan wilayah Sulselrabar krisis pasokan listrik. Dengan kondisi ini, aliran listrik di sejumlah wilayah terpaksa mengalami pemadaman bergilir.
“PLN berkomitmen memberikan pelayanan terbaik. Di lapangan ratusan petugas secara bergantian selama 24 jam tetap bekerja tak kenal lelah untuk memastikan pasokan listrik bisa terus berlangsung setiap harinya,” jelas Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sulselrabar, Ahmad Amirul Syarif.
- Penulis: mekora.id



Saluran Whatsapp
Google News
