Sempat Dikabarkan Keluar Daerah, Bupati Mamuju Tenyata di Rujab, Massa Aksi : Kita Dibohongi
- account_circle mekora.id
- calendar_month Senin, 15 Sep 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ratusan tenaga kontrak datangi DPRD. Mereka menunggu penjelasan Bupati Mamuju.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, Mekora.id – Ratusan tenaga kontrak dari sektor kesehatan dan pendidikan Kabupaten Mamuju harus menelan pil pahit saat menyuarakan aspirasi mereka pada Senin (15/9/2025).
Sejak pagi, massa telah mendatangi Kantor Bupati Mamuju dengan harapan bisa berdialog langsung dengan Bupati Sutinah Suhardi. Namun, kabar yang beredar membuat langkah mereka terhambat. Awalnya, pejabat Pemkab menyebut bahwa Bupati tengah menjalankan ibadah umroh. Tidak puas dengan jawaban itu, massa kemudian bergerak menuju Gedung DPRD Mamuju.
Setiba di DPRD, massa mendapati kantor yang sepi. Namun keresahan sesungguhnya muncul setelah mereka memperoleh informasi berbeda. Disebutkan sebelumnya Bupati berada di Makassar, ternyata faktanya Sutinah Suhardi ada di Rumah Jabatan, Kelapa Tujuh, Mamuju.
Kabar itu sontak memicu kekecewaan yang semakin dalam. Massa menilai Bupati sengaja menghindar dari tuntutan mereka yang telah puluhan tahun mengabdi sebagai tenaga kontrak tanpa kepastian status.
“Kita sudah dibohongi. Tadi waktu demo di Kantor Bupati katanya beliau umroh, lalu di DPRD dibilang di Makassar. Nyatanya Bupati ada di rumah jabatan dan hanya alasan sedang Zoom. Ini penghinaan bagi kami,” tegas Koordinator aksi, Muh. Ahyar.
Lebih dari enam jam lamanya massa menunggu jawaban. Karena merasa diabaikan, mereka akhirnya melampiaskan kekecewaan dengan menduduki Ruang Paripurna DPRD Mamuju.
Dari informasi terakhir yang diterima, Bupati Sutinah baru dijadwalkan menemui mereka pada Selasa (16/9/2025) pukul 14.00 WITA. Hal ini membuat gelombang protes semakin keras.
“Bupati yang kami pilih seharusnya hadir di tengah rakyatnya. Tapi yang terjadi justru bersembunyi di balik layar Zoom. Ini bukti pemimpin tidak peka terhadap penderitaan rakyat,” lanjut Ahyar.
Di DPRD, massa hanya ditemui oleh Kepala Bidang BKD, Kadis Kesehatan, dan Direktur RSUD Mamuju. Namun kehadiran pejabat teknis itu tak mampu meredakan kekecewaan.
“Kami ingin mendengar langsung dari Bupati, bukan dari bawahan. Janji-janji manis sudah terlalu sering kami dengar. Yang kami butuhkan adalah kepastian,” ujar Ramli, salah satu tenaga kontrak dengan nada lantang.
Hingga malam, massa tetap bertahan di Gedung DPRD Mamuju. Sebagian memilih duduk bersila di lantai ruang paripurna, sebagian lainnya bergantian berorasi. Spanduk dan poster tuntutan dibentangkan sebagai simbol perlawanan.
Mereka menegaskan akan tetap berada di gedung wakil rakyat sampai Bupati Sutinah Suhardi datang menemui mereka secara langsung.
“Kalau malam ini tidak datang, besok kami akan kembali dengan jumlah lebih banyak. Nasib kami harus jelas, jangan dipermainkan,” tutup seorang peserta aksi.
- Penulis: mekora.id


Saluran Whatsapp
Google News
