Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PENDIDIKAN » Beasiswa Kalla 2025 Dibuka, Target 100 Mahasiswa dari Semua Perguruan Tinggi Termasuk Sulbar

Beasiswa Kalla 2025 Dibuka, Target 100 Mahasiswa dari Semua Perguruan Tinggi Termasuk Sulbar

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Senin, 11 Agt 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, Mekora.id – Yayasan Hadji Kalla kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia Timur dengan membuka pendaftaran Beasiswa Kalla 2025 khusus bagi mahasiswa asal Sulawesi Barat.

Program ini menyasar mahasiswa dari semua perguruan tinggi—baik yang kuliah di Sulbar maupun di luar provinsi—dengan latar belakang keluarga kurang mampu secara ekonomi. Sasaran utamanya adalah mahasiswa semester 1 hingga semester 3 yang telah resmi terdaftar di perguruan tinggi.

Manajer Educare Yayasan Hadji Kalla, Therry Alghifari, mengatakan bahwa angka putus kuliah di Sulbar masih cukup tinggi, sehingga pihaknya berupaya memperluas penerima manfaat beasiswa tahun ini.

“Tahun ini kami mau lebih memperbanyak penerima beasiswa, khususnya di Sulawesi Barat, karena jumlahnya masih rendah,” ujarnya saat Media Gathering di HN Cafe, Mamuju, Senin (11/8/2025) pagi.

Therry menyebut, Beasiswa Kalla 2025 menargetkan 100 kuota untuk mahasiswa asal Sulbar.

“Kalau ada anggaran tambahan, kami akan tambah lagi, seperti tahun lalu yang mencapai 121 mahasiswa,” jelasnya.

Pendaftaran dibuka sejak 16 Juni hingga 5 September 2025. Rentang waktu yang panjang ini sengaja disesuaikan dengan jadwal penerimaan mahasiswa baru, khususnya di perguruan tinggi swasta.

Sejak pertama kali dibuka secara umum pada 2022, program Beasiswa Kalla telah menjangkau 736 mahasiswa penerima manfaat di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Tengah. Meski begitu, program ini sebenarnya sudah ada sejak 1999, namun awalnya bersifat terbatas.

“Ini komitmen kami untuk sama-sama membangun kualitas SDM di Indonesia Timur,” kata Therry.

Jalur Pendaftaran Beasiswa Kalla 2025:

– Akademik 1
– Akademik 2
– Hafiz Quran
– Seni dan Olahraga
– Organisasi
– Disabilitas

Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi Yayasan Hadji Kalla.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sulawesi Barat Paling Rawan Bencana, Pemda Diminta Berbenah

    Sulawesi Barat Paling Rawan Bencana, Pemda Diminta Berbenah

    • calendar_month Jumat, 8 Sep 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 241
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Sulawesi Barat, Provinsi ke-33 ini jadi wilayah dengan indek resiko bencana tertinggi di Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) Sulbar tiga tahun terkahir tinggi dengan nilai 166,49 tahun 2020, 164,85 tahun 2021 dan 165,23 tahun 2022. Kurun 20 tahun terakhir tercatat 145 bencana di Sulbar, didominasi […]

  • Nasdem Usung Sutinah Suhardi

    Nasdem Resmi Usung Bupati Petahana Sutinah Suhardi di Pilkada Mamuju

    • calendar_month Jumat, 5 Jul 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 154
    • 0Komentar

    JAKARTA, mekora.id – Partai Nasdem resmi mengusung Sutinah Suhardi di Pilkada Mamuju 2024, Dukungan diserahkan langsung oleh DPP Partai Nasdem di Jakarta, pada,  Jumat, (5/7/2024). Sekretaris DPW Partai Nasdem Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Herlin mengatakan, surat rekomendasi untuk calon Bupati petahana Sutinah Suhardi dikeluarkan partai Nasdem dengan nama tunggal. “Jadi hari ini resmi penyerahan surat […]

  • RSUS Sulbar

    RSUD Sulbar Kini Dilengkapi Layanan Bridging E Klaim dan Anjungan Pasien Mandiri

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 124
    • 0Komentar

     MAMUJU, Mekora.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), resmi meluncurkan Bridging E Klaim dan Anjungan Pasien Mandiri (APM). Launching di laksanakan di RSUD Sulbar, Rabu, (16/10/2024). Peluncuran dua layanan berbasis elektronik itu, nantinya di harapkan dapat mempercepat akses layanan di RSUD Sulbar yang sebelumnya dilakukan secara konvensional. Penggunaan teknologi digital ini […]

  • Pemkot Bontang Tegaskan Komitmen Percepatan Penurunan Stunting di Seminar Nasional UMKT

    Pemkot Bontang Tegaskan Komitmen Percepatan Penurunan Stunting di Seminar Nasional UMKT

    • calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
    • account_circle zul
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Mekora.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang kembali menegaskan komitmennya dalam percepatan penurunan stunting. Hal ini disampaikan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, saat menjadi narasumber dalam Seminar Nasional Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), di Auditorium Gedung E UMKT Samarinda, Rabu (20/8/2025). Seminar yang mengusung tema “Strategi Promotif & Preventif dalam Penurunan Stunting, Pendekatan Berbasis […]

  • Pergub SPBE Sulbar

    Kominfo dan Biro Hukum Sulbar Akan Revisi Pergub SPBE

    • calendar_month Kamis, 29 Feb 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 111
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Dinas Komunikasi informatika Persandian dan Statistik (Kominfopers) bersama Biro Hukum Pemprov Sulbar berencana merevisi Rancangan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Penyelenggaraan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang saat ini berjalan. Hal tersebut telah dibahas bersama dalam rapat yang digelar di Diskominfopers Sulbar, Selasa (27/02/2024). Kadis Kominfopers Sulbar, Mustari Mula mengatakan, perbaikan Pergub SPBE […]

  • Pupuk Subsidi (Ilustrasi)

    Misteri Pupuk Subsidi Langka di Mamuju, Mafia atau Masalah Distribusi?  

    • calendar_month Kamis, 14 Nov 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 273
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Setelah Petani, kini kelompok tani di Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, mengeluhkan sulitnya mendapat pupuk bersubsidi. Sulitnya mendapat pupuk subsidi itu diakui telah dirasakan sejak dua (2) tahun belakangan ini, padahal mereka merupakan anggota kelompok tani yang terdaftar dalam RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok). “Petani yang sudah terdaftar di RDKK sulit […]

expand_less