Pelaku Pembacokan di Wonomulyo Diduga ODGJ, Polisi Dalami Motifnya
- account_circle mekora.id
- calendar_month Minggu, 1 Jun 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pelaku pembacokan di Wonomulyo, Polewali Mandar.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
POLMAN, Mekora.id – Aksi pembacokan mengerikan yang terjadi di Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Minggu siang (1/6/2025), menggemparkan warga sekitar. Dua orang menjadi korban, satu di antaranya tewas di tempat, sementara satu lainnya mengalami luka berat.
Kapolsek Wonomulyo, AKP Sandy Indrajatiwiguna, mengungkapkan peristiwa berdarah ini terjadi sekitar pukul 12.30 WITA. Pelaku, Andi Heru (35), warga Desa Sumberjo, membacok korban pertama di warung milik H. Zainuddin yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Sidodadi.
“Korban dibacok dua kali dari arah belakang menggunakan parang dan langsung meninggal di tempat,” ujar AKP Sandy.
Setelah melakukan aksinya, pelaku melarikan diri menggunakan sepeda motor menuju Desa Tumpiling. Sekitar pukul 13.00 WITA, pelaku kembali beraksi dan membacok korban kedua, Ahmad Yani (34), warga asal Sidrap, Sulawesi Selatan. Saat itu Ahmad Yani sedang beristirahat di depan Masjid Raudatul Taqwa usai salat zuhur.
Ahmad Yani mengalami luka di bagian kepala dan wajah akibat sabetan parang. Ia sempat melarikan diri ke rumah warga untuk meminta pertolongan, namun terus dikejar pelaku. Beruntung, warga yang berkumpul segera melumpuhkan Andi Heru dan menyerahkannya ke pihak kepolisian.
Pelaku Pernah Dirawat sebagai ODGJ
Berdasarkan keterangan awal pihak kepolisian, pelaku diduga merupakan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ). Hal itu didasarkan dari keterangan pihak keluarga yang menyebut, pelaku sempat di rawat di Rumah Sakit.
“Keterangan dari pihak keluarga menyebutkan bahwa Andi Heru memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan pernah dirawat sebagai ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) di RSUD Polewali,” kata Sandy.
Meski begitu, pihak kepolisian mengaku akan mendalami motif pelaku melakukan aksi keji tersebut. Saat ini, pelaku telah diserahkan ke Satreskrim Polres Polman untuk penanganan lebih lanjut.
“Kami masih mendalami motif pelaku. Tim Inafis juga telah melakukan olah TKP dan identifikasi korban,” jelas Kapolsek.
Polisi mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak terprovokasi. Proses hukum terhadap pelaku akan berjalan sesuai dengan prosedur, termasuk pemeriksaan terkait kondisi kejiwaannya.
“Kami mohon masyarakat menyerahkan sepenuhnya proses ini kepada aparat kepolisian,” tutup AKP Sandy.
- Penulis: mekora.id


Saluran Whatsapp
Google News
