Tolak Pilkada DPRD, GMNI Mamuju : Langgengkan Politik Elit, Kebiri Keinginan Rakyat
- account_circle mekora.id
- calendar_month 44 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Supratman, Wakabid Agitasi, Media dan Propaganda GMNI Mamuju.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, Mekora.id – Penolakan publik terhadap wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD terus meluas. Di Mamuju, sejumlah organisasi mahasiswa menilai mekanisme tersebut sebagai bentuk kemunduran demokrasi dan pengkhianatan terhadap kedaulatan rakyat.
Wakil Ketua Bidang Agitasi, Media, dan Propaganda DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Mamuju, Supratman, menegaskan bahwa Pilkada langsung merupakan hasil perjuangan panjang rakyat Indonesia untuk merebut hak memilih pemimpin secara mandiri.
“Pilkada langsung adalah buah dari perjuangan demokrasi. Mengembalikannya ke DPRD sama saja dengan merampas hak rakyat untuk menentukan pemimpinnya sendiri,” tegas Supratman dalam pernyataannya, Kamis (16/1/2026).
Ia menilai Pilkada melalui DPRD tidak hanya mencederai prinsip demokrasi, tetapi juga membuka ruang yang luas bagi praktik politik transaksional, oligarki kekuasaan, serta dominasi kepentingan elite yang jauh dari kebutuhan rakyat.
“Pilkada lewat DPRD berpotensi melanggengkan politik elit dan partisipasi rakyat dikebiri dalam menentukan arah kepemimpinan daerah,” lanjutnya.
- Penulis: mekora.id


Saluran Whatsapp
Google News

Saat ini belum ada komentar