Suplay Susu Terkendala, SPPG Diponegoro Mamuju Minta Maaf MBG Terlambat Diantar
- account_circle mekora.id
- calendar_month Senin, 16 Mar 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

SPPG Diponegoro, di Jl. Diponegoro, Kelurahan Karema, Mamuju.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, Mekora.id – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mamuju Karema 1 menyampaikan permohonan maaf kepada para penerima manfaat atas keterlambatan distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pada Senin (16/3/2026).
Kepala SPPG Diponegoro Mamuju, Yusra Zahra Ainun, menjelaskan keterlambatan tersebut disebabkan adanya kendala pada distribusi bahan baku susu yang merupakan salah satu komponen dalam paket MBG.
Katanya, suplai susu UHT dari pihak pemasok mengalami hambatan di perjalanan setelah kendaraan pengangkut mengalami kerusakan di wilayah Majene.
“Penyuplay susu UHT mengalami kerusakan kendaraan di wilayah Majene, kemudian mobil pengangkut yang rusak sempat tidak dapat dihubungi yang juga menjadi faktor keterlambatan kami. Susu yang seharusnya tiba pada subuh hari akhirnya harus kami jemput langsung karena mobil pengangkut dari pihak suplier tidak memungkinkan untuk segera melanjutkan perjalanan,” ujar Ainun.
Ia mengatakan pihaknya sempat berupaya mencari alternatif dengan mengambil susu dari sumber lain guna menutupi kekurangan dan tetap berusaha memaksimalkan proses distribusi. Namun jumlah yang tersedia tidak mencukupi kebutuhan penerima manfaat.
“Kami sempat mencoba mencari alternatif dari sumber lain agar sebagian paket tetap bisa didistribusikan ke beberapa sekolah terlebih dahulu. Namun jumlah yang tersedia masih belum mencukupi kebutuhan kami,” jelasnya.
Saat ini, SPPG Diponegoro Mamuju melayani 3.188 penerima manfaat. Dari jumlah tersebut, 2.864 penerima merupakan siswa sekolah dan tenaga pendidik yang menjadi sasaran program MBG.
Sementara itu, 324 porsi lainnya diperuntukkan bagi kelompok 3B, yaitu baduta (bayi di bawah dua tahun), balita, ibu hamil, dan ibu menyusui yang terdaftar pada dua posyandu di wilayah layanan SPPG Diponegoro.
Dengan jumlah penerima manfaat yang cukup besar, kebutuhan susu untuk distribusi kali ini hampir mencapai 5.000 kemasan.
Ainun berharap para penerima manfaat dapat memahami kondisi yang terjadi. Ia juga menegaskan bahwa kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi agar proses distribusi program MBG ke depannya dapat berjalan lebih baik.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Ke depan, hal ini akan menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan distribusi MBG,” tutupnya.
- Penulis: mekora.id



Saluran Whatsapp
Google News

Saat ini belum ada komentar