Soal Polemik Maskot KPU Mamuju, GMNI Sebut Ancam Citra Pilkada Jika Tak Diselesaikan
- account_circle mekora.id
- calendar_month Jumat, 7 Jun 2024
- comment 2 komentar
- print Cetak

Ketua GMNI Mamuju, Adam Jauri. (Foto : Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, mekora.id – Polemik pemenang sayembara maskot Pilkada 2024 di KPU Mamuju yang diduga hasil plagiat dan copotan gambar vector di internet, dikomentari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Mamuju.
Ketua DPC GMNI Mamuju, Adam Jauri mengatakan, polemik pemenang maskot 2024 itu telah mencoreng nama KPU Mamuju sebagai penyelenggara Pilkada serentak November 2024 mendatang. Terlebih kata Adam, maskot sebagai citra dan membawa pesan Pilkada harusnya benar-benar diperhatikan.
Untuk itu Aktivis Hukum ini menyayangkan pihak KPU Mamuju dan dewan juri yang tidak cermat dalam memilih karya para peserta.
“Maskot ini kan akan jadi citra untuk mengkampanyekan Pilkada yang aman dan damai, tetapi rasa-rasanya dari maskot saja sudah gaduh. Ini jadi rapor merah terutama untuk KPU Mamuju bagaimana bisa melaksanakan Pilkada damai,” kata Adam, Jumat, (7/6/2024).
Untuk itu, dia mendesak KPU Mamuju segera melakukan audit dan menyelesaikan masalah tersebut. Terutama memberikan pertanggung jawaban pada publik.
“Semua hasil pemenang perlu di audit, terutama juara 1 dan 2 nya. Jadi pertanyaan publik kenapa setelah banyak sorotan maskot itu menghilang?,” ungkapnya.
Sebelumya, Maskot “Si Maju” diumumkan sebagai pemenang sayembara oleh KPU Mamuju 2024 pada 01 Juni 2024 lalu. Burung rangkong hasil karya Rian Hidayat pun lantas ramai disorot sejumlah desain grafis.
Pemenang maskot 2024 KPU Mamuju itu dinilai para desainer grafis identik hingga 90 persen dengan gambar vektor di internet.
Setelah ramai disorot, gambar maskot pemenang itu kemudian menghilang dari akun Instagram @KPU_Mamuju yang sebelumnya terpampang.
Komisioner KPU Mamuju, Imat Totori saat dikonfirmasi, langsung membantah perihal menghapus postingan pemenang maskot di akun instagram. Dia menyebut, gambar itu ditandai oleh akun lain sehingga tayang.
“Saya sudah tanyakan ke admin terkait postingan yang hilang itu tidak pernah dihapus, tetapi mungkin karena yang memposting sebelumnya menandai akun KPU Mamuju telah menghapus atau mencopot dari postingannya,” kata Imat Totori.
Selain itu, terkait polemik pemenang maskot yang diduga plagiat, Imat mengatakan telah melakukan koordinasi dengan dewan juri untuk mengevaluasi maskot tersebut.
Imat mengatakan, pelaksanaan penilaian seluruhnya dilakukan oleh tiga orang dewan juri. Setelah itu hasil pemenang sayembara diserahkan pada pihaknya.
“Ini telah kita komunikasi dengan dengan dewan juri untuk meninjau dan mengevaluasi hasil karya maskot “Si Maju” selanjutnya akan diverifikasi kembali,” ujar Imat.
Meski begitu, KPU Mamuju belum memastikan terkait sanksi jika terbukti pemenang maskot Pilkada 2024 ternyata hasil plagiat dan copotan dari internet.
“Kita tunggu dulu hasil keputusan para dewan juri yang telah kami komunikasikan, selanjutnya pemenang akan ditinjau kembali,” ungkapnya.
- Penulis: mekora.id


Saluran Whatsapp
Google News
