Selain Atap Rumah Rusak, Warga Sekitar PLTU Mamuju Mengaku Gatal-gatal
- account_circle mekora.id
- calendar_month Selasa, 3 Okt 2023
- comment 1 komentar
- print Cetak

Warga Salutalawar, Desa Belang-belang, Kecamatan Kalukku, blokade jalan PLTU Mamuju.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, mekora.id – Puluhan warga di Talaba, Desa Belang-belang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, sejak pagi, Selasa, (03/10/2023) melakukan unjuk rasa dan memblokade jalan utama masuk di PLTU Mamuju.
Aksi tersebut dilakukan buntut kekecewaan 30 kepala keluarga di sekitar lokasi PLTU yang mengaku dijanji penggantian atap rumah mereka.
“Untuk komunikasi dengan pihak PLTU susah, aksi baru diterima manajer PLTU,” kata Wandi (28), warga yang ikut memprotes PLTU Mamuju.
Padahal menurut warga, saat sosialisasi PLTU menjanjikan penggantian atap dilakukan setiap bulan untuk 2 rumah warga. Namun setelah setahun berlalu hingga atas warga bocor, penggantian tidak kunjung direalisasikan.
“Kami sudah aksi lima kali, managernya hanya janji terus, janji terus. Rumah kami bocor,” ujar Wandi.
Selain atap rumah yang rusak, warga sekitar PLTU Mamuju juga mengalami gatal-gatal. Menurut Wandi gatal-gatal itu dirasakan hampir di sekujur tubuh.
Wandi menuturkan, tim kesehatan yang dulu dijanjikan tidak pernah melakukan cek up pada warga sekitar, padahal dalam klausulnya PLTU Mamuju bakal melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk warga Talaba.
“Dijanjikan juga dulu ada tenaga kesehatan yang akan melakukan pemeriksaan pada warga, tetapi tidak ada. Ada beberapa warga yang gatal-gatal hingga semua badan,” ungkap wandi.
Hingga kini warga masih melakukan unjuk rasa dan memblokade jalan masuk PLTU Mamuju menggunakan pohon yang ditebang.
- Penulis: mekora.id



Saluran Whatsapp
Google News
