Sarinah GMNI Mamuju Gelar Aksi, Soroti Kasus Kekerasan Seksual dan Ketidakadilan Gender
- account_circle mekora.id
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Aksi Damai Sarinah GMNI Mamuju di Anjungan Pantai Manakarra.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Mereka menilai meskipun undang-undang tersebut telah disahkan, penerapannya di daerah masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari minimnya sosialisasi hingga lemahnya keberpihakan terhadap korban.
Sementara itu, Penanggung Jawab Biro Kesarinahan GMNI Cabang Mamuju, Sarinah Fitri, menyebut meningkatnya kasus pelecehan seksual di Mamuju menjadi kondisi yang memprihatinkan.
Menurutnya, angka kasus yang muncul ke permukaan kemungkinan hanya sebagian kecil dari kejadian yang sebenarnya terjadi di masyarakat.
“Banyak korban memilih diam karena takut, karena tekanan sosial, atau karena merasa tidak akan mendapatkan keadilan. Bahkan tidak sedikit korban yang mengalami pembungkaman dari lingkungan sekitarnya,” kata Fitri.
Ia menilai budaya patriarki yang masih kuat kerap membuat korban justru disalahkan, sementara pelaku tidak mendapatkan sanksi sosial yang semestinya.
Melalui aksi tersebut, Sarinah GMNI Cabang Mamuju juga menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah daerah dan aparat penegak hukum. Di antaranya memperkuat implementasi UU TPKS, meningkatkan perlindungan terhadap korban kekerasan seksual, serta menyediakan layanan pendampingan hukum dan psikologis bagi korban.
Aksi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perjuangan perempuan masih panjang. Dengan semangat “Perempuan Berdaya Menginspirasi Dunia,” Sarinah GMNI Cabang Mamuju menegaskan komitmennya untuk terus menyuarakan hak-hak perempuan dan melawan berbagai bentuk penindasan yang masih terjadi di Sulawesi Barat.
- Penulis: mekora.id





Saluran Whatsapp
Google News

Saat ini belum ada komentar