Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » HUKUM » Sanksi Ringan untuk Oknum Polisi GB Dikecam, GMNI Polman Minta Pelaku Dipidana

Sanksi Ringan untuk Oknum Polisi GB Dikecam, GMNI Polman Minta Pelaku Dipidana

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Minggu, 28 Sep 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

POLMAN, Mekora.id – Kasus dugaan pelanggaran etik yang melibatkan oknum polisi berinisial GB di Kabupaten Polewali Mandar (Polman) kembali mencuri perhatian publik. GB dilaporkan oleh seorang perempuan berinisial RN karena telah menghamilinya.

Meski terbukti melanggar etik, GB hanya dijatuhi sanksi penundaan kenaikan pangkat dan penahanan selama satu bulan. Penanganan internal ini dinilai tidak sebanding dengan perbuatannya, sebab RN mengaku tak hanya ditinggalkan, tetapi juga sempat ditekan GB dan pasangannya untuk menggugurkan kandungan.

Sikap tersebut menuai kecaman dari berbagai kalangan. Harvita, aktivis perempuan sekaligus Sarinah GMNI Polman, menyebut sanksi yang dijatuhkan terlalu ringan dan tidak memberi keadilan bagi korban.

“Sebagai perempuan, saya muak, marah, dan menolak diam! Apa artinya aparat berseragam bila justru menjadi pemangsa rakyat yang harusnya dilindungi? Menghamili seorang perempuan lalu melepaskan tanggung jawab, bahkan memaksa untuk menggugurkan kandungan—itu bukan hanya tindakan pengecut, tapi kejahatan yang melukai hati seluruh perempuan Indonesia,” tegas Harvita, Minggu (28/9/2025).

Ia menambahkan, persoalan ini tidak bisa dilihat sekadar kesalahan individu. “Bagaimana mungkin seorang polisi yang seharusnya menegakkan hukum justru melecehkannya? Apakah hukum hanya tajam bagi rakyat kecil dan tumpul ketika menyentuh mereka yang berseragam?” katanya.

GMNI Polman mendesak agar kasus ini diproses melalui jalur hukum pidana, bukan berhenti pada sanksi etik internal. Selain itu, Harvita menekankan pentingnya pemulihan menyeluruh bagi korban, termasuk perlindungan hukum, layanan kesehatan, serta dukungan psikologis.

“Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Perempuan berhak atas ruang aman dan keadilan. Jangan sampai kasus ini menjadi preseden buruk bahwa aparat bisa lepas begitu saja setelah merusak hidup orang lain,” pungkasnya.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua DFRD Sulbar

    DPRD Sulbar Libatkan Pemkab Mateng dalam Penyusunan Ranperda Gizi Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 25 Mar 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 98
    • 0Komentar

    MATENG, Mekora.id – Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Dr. Hj. Amalia Fitri, bersama Tim Panitia Khusus (Pansus) DPRD Sulbar melakukan kunjungan kerja ke Kantor Bupati Mamuju Tengah, Selasa (25/3/2025). Kunjungan ini dalam rangka membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Peningkatan Gizi Masyarakat. Rombongan DPRD Sulbar yang turut hadir antara lain Khalil Qibran, I Putu […]

  • Koperasi Merah putih Sulbar

    Sulbar Peringkat Pertama Nasional Bentuk Koperasi Merah Putih

    • calendar_month Minggu, 1 Jun 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 171
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menempati peringkat pertama nasional dalam pembentukan dan pengesahan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih), berdasarkan data yang dirilis Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) Kemenkumham RI, Minggu (1/6/2025) pukul 10.00 WIB. Pencapaian ini disampaikan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulbar, Sunu Tedi […]

  • Fadly Padi Tampil di Kampanye Akbar PHS-Enny

    Fadly Padi Meriahkan Kampanye Akbar PHS-Enny di Mamuju

    • calendar_month Jumat, 15 Nov 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 231
    • 1Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Vokalis Band Padi, Andi Fadly Arifuddin, menjadi pengisi acara kampanye akbar Paslon nomor urut 4, Prof. Husain Syam dan Enny Anggraeni Anwar (PHS-Enny) di Anjungan Pantai Manakarra, Mamuju, Jumat, (15/11/2024). Fadly tampil dengan sejumlah sejumlah lagu yang dipadati oleh ribuan pendukung Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) PHS-Enny yang […]

  • Warga Sulbar di Panggil Polda

    Protes Tambang Pasir, 21 Warga Sulbar Dipanggil Polda

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 203
    • 1Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Sebanyak 21 warga dari Kabupaten Mamuju Tengah dan Kabupaten Mamuju diperiksa dan menjalani Berita Acara Pemanggilan (BAP) di Ruang pemeriksaan Subdit III JATANRAS, Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Barat (Sulbar). Pada Senin, (17/3/2025). Berdasarkan surat dari Dirkrimum Polda Sulbar, mereka dipanggil dengan nomor surat penyidikan Spri.Lidik/12/III/RES.1.10/2025/Ditreskrimum dari Laporan Informasi Nomor : LI/9/III/2025/Ditreskrimum. Juru […]

  • Ketua DPRD Sulbar

    Ketua DPRD Sulbar Pimpin Rapat Banggar, Bahas Dana Pilkada 2024

    • calendar_month Senin, 4 Mar 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 104
    • 1Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Ketua DPRD Sulawesi Barat, Suraidah Suhardi, memimpin rapat Badan Anggaran (Banggar) bersama dengan Pemprov Sulbar yang diwakili oleh BPKPD Sulbar, di Ruang Paripurna DPRD Sulbar, Senin (04/03/2024). Rapat tersebut juga dihadiri oleh Anggota Banggar DPRD Sulbar lainnya yakni, Sudirman, Marigun Rasyid, Muhammad Hatta Kainang, Andi Muhammad Qusyairy, dan Ahmad Ikhsan Syarif. Sementra […]

  • Mahasiswa KKN Unika

    Warga dan Mahasiswa Unika Mamuju Tanam 200 Bibit Mangrove di Pantai Maliaya, Upaya Selamatkan Ekosistem Laut

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 158
    • 0Komentar

    MAJENE, Mekora.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan XVII Universitas Tomakaka (Unika) Mamuju bersama pemerintah desa dan warga Desa Maliaya, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, menggelar aksi penanaman bibit bakau di sepanjang pesisir pantai Desa Maliaya, Minggu (14/9/2025). Kegiatan ini merupakan langkah nyata untuk mencegah abrasi yang dalam beberapa tahun terakhir semakin menggerus […]

expand_less