Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » RTRW Sulbar Dikebut : Hutan Lindung, Investasi, Hingga Kawasan Strategis Jadi Pembahasan Utama

RTRW Sulbar Dikebut : Hutan Lindung, Investasi, Hingga Kawasan Strategis Jadi Pembahasan Utama

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, Mekora.id — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat (Sulbar) mempercepat finalisasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di tengah tumpukan persoalan klasik. Kawasan Hutan yang sudah lama dihuni warga, fasilitas publik yang terlanjur berdiri, serta investasi yang kerap tersendat akibat ketidakpastian ruang jadi poin utama.

Isu-isu krusial itu mengemuka dalam rapat koordinasi lintas sektor antara Pemprov Sulbar dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), pada, Kamis (11/12/2025), di Jakarta.

Rapat dipimpin langsung Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, dan dihadiri Ketua DPRD Sulbar Amalia Aras, Sekda Sulbar Junda Maulana, para bupati dan wakil bupati se-Sulbar, serta jajaran OPD teknis. Dari pihak pusat, rapat dipimpin Dirjen Tata Ruang ATR/BPN Suyus Windayana, bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait.

RTRW Mandek Sejak 2019, Dampaknya Terasa ke Lapangan

Dalam pemaparannya, Gubernur Suhardi Duka mengungkapkan bahwa revisi RTRW Sulbar telah berproses sejak 2019, namun belum juga tuntas. Kondisi ini berdampak langsung ke masyarakat dan pemerintah daerah.

“RTRW ini sangat menentukan. Tanpa kepastian tata ruang, banyak kebijakan daerah, investasi, hingga pelayanan publik menjadi terhambat,” ujar Suhardi Duka.

Ia menargetkan, pada 2026 RTRW Sulbar sudah ditetapkan menjadi peraturan daerah agar menjadi rujukan legal pembangunan jangka panjang.

Kawasan Hutan Dihuni Warga Jadi Persoalan Paling Sensitif

Salah satu isu paling sensitif yang dibahas adalah keberadaan kawasan hutan yang telah lama dihuni masyarakat, bahkan digunakan sebagai lokasi kantor pemerintahan, sekolah, dan fasilitas umum di sejumlah daerah seperti Mamuju, Mamuju Tengah, dan Polewali Mandar.

Menurut Gubernur, persoalan ini tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan sepihak.

“Faktanya, masyarakat sudah lama tinggal di sana. Negara harus hadir mencari solusi, tanpa mengabaikan aturan nasional dan fungsi lingkungan,” tegasnya.

RTRW diharapkan menjadi jalan tengah antara kepastian hukum bagi warga, perlindungan kawasan hutan, dan kepentingan pembangunan daerah.

Investasi dan Kepastian Ruang

Pemprov Sulbar juga menyoroti banyaknya rencana investasi yang tertahan karena status tata ruang yang belum jelas. Mulai dari sektor pertanian, kelautan, perikanan, hingga pengembangan kawasan sekitar bandara dan pelabuhan.

RTRW menjadi kunci agar investasi masuk secara legal, terarah, dan minim konflik lahan.

“Tanpa RTRW yang jelas, investor ragu, daerah pun kehilangan peluang ekonomi,” kata Suhardi Duka.

Zonasi Rawan Bencana

Sekda Sulbar Junda Maulana menegaskan bahwa RTRW Sulbar juga dirancang untuk menjawab tantangan kebencanaan yang kian meningkat.

Dalam dokumen RTRW, wilayah rawan banjir, abrasi pantai, gelombang ekstrem, gempa bumi, longsor, likuifaksi, hingga tsunami akan diatur secara ketat melalui arahan zonasi.

“Penataan ruang bukan hanya soal ekonomi, tapi juga keselamatan masyarakat,” ujar Junda.

Kawasan Strategis

RTRW Sulbar juga menetapkan sejumlah kawasan strategis yang menjadi tulang punggung pembangunan, antara lain: Kawasan Strategis Terpadu Matabe, Kawasan Agropolitan dan Hortikultura, Kawasan Minapolitan, Kawasan KTM Tobadak, Kawasan Strategis Pendidikan, Kawasan Wisata Adat Mamasa, Kawasan Wisata Bahari Kepulauan Balak-Balakang.

Penetapan kawasan ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.

Dalam forum tersebut, para bupati dan wakil bupati menyampaikan langsung persoalan di lapangan, terutama menyangkut permukiman warga dan fasilitas umum yang masuk kawasan hutan.

Mereka berharap RTRW tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi benar-benar memberi kepastian hukum dan perlindungan bagi masyarakat.

Menanggapi hal itu, Dirjen Tata Ruang ATR/BPN Suyus Windayana memastikan seluruh usulan daerah akan dikaji lebih lanjut. Ia menekankan pentingnya menjaga kawasan berpotensi tanaman berkelanjutan, tanpa menghambat kebutuhan pembangunan daerah.

Usai rapat lintas sektor, pembahasan dilanjutkan ke tahap teknis oleh OPD terkait. Finalisasi RTRW Sulbar kini memasuki fase krusial.

Bagi Pemprov Sulbar, RTRW bukan sekadar peta ruang, melainkan penentuan arah masa depan daerah: antara kepastian hukum, perlindungan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.

Ket. (Naskah Diterima dari Humas Pemprov Sulbar)

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua DPP GMNI Bidang Geopolitik, Andreas H. Silalahi,

    Belajar dari Venezuela, GMNI Minta Pemerintah Tolak Permintaan AS Akses Mineral Kritis Indonesia

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle mekora.id
    • visibility 659
    • 0Komentar

    JAKARTA, Mekora.id – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) mendesak Pemerintah Republik Indonesia untuk mengkaji ulang bahkan menolak rencana penandatanganan Perjanjian Tarif Resiprokal (ART) dengan Amerika Serikat (AS) yang membuka akses terhadap mineral kritis Indonesia. Kesepakatan ART antara Indonesia dan AS direncanakan ditandatangani pada akhir Januari 2026 oleh Presiden RI Prabowo Subianto […]

  • KPK Ingatkan Istri pejabat di Sulbar

    KPK Ingatkan Istri Pejabat di Sulbar Tidak Hidup Mewah

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 140
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melaksanakan bimtek dalam rangka meningkatkan peran serta masyarakat pada upaya pemberantasan tindak pidana korupsi di Provinsi Sulawesi Barat, Selasa 8 Oktober 2024. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Peran Perempuan dalam Membangun nilai-nilai integritas melawan korupsi”. Turut, hadir seluruh perwakilan forkopimda Sulbar, Dharma Wanita, PKK, Fatayat NU, Yayasan Karampuang, dan […]

  • Penerbangan Mamuju-Makassar

    DPRD Sulbar Ramai-Ramai Apresiasi Terbukanya Rute Penerbangan Baru Mamuju-Balikpapan dan Mamuju-Makassar

    • calendar_month Senin, 8 Jul 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 145
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id –Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) memberikan apresiasi atas terwujudnya rute penerbangan baru yang menghubungkan Mamuju-Balikpapan (MMJ-BPN) dan Mamuju-Makassar (MKS-MMJ). Apresiasi itu diberikan pada Penjabat (Pj) Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin. Senin, (8/7/2024). Wakil Ketua II DPRD Sulbar, Abdul Halim, mengatakan langkah ini sangat strategis dalam mendukung mobilitas dan konektivitas antar wilayah, […]

  • HUT ke-80 RI, Wali Kota Bontang Ajak Semua Pihak Bersatu Hadapi Tantangan Global

    HUT ke-80 RI, Wali Kota Bontang Ajak Semua Pihak Bersatu Hadapi Tantangan Global

    • calendar_month Senin, 18 Agt 2025
    • account_circle zul
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Mekora.id – Suasana syukur dan kebersamaan memenuhi Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Minggu siang (17/8/2025). Pemerintah Kota Bontang menggelar syukuran memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia yang diawali dengan doa bersama untuk mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus memanjatkan rasa syukur atas nikmat kemerdekaan. Dalam sambutannya, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan bahwa peringatan kemerdekaan […]

  • Kantor Diknas Mamuju digeleda Polda Sulbar

    Buntut OTT Kadis, Polisi Geledah Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Mamuju

    • calendar_month Jumat, 5 Jan 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 124
    • 3Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) Kepala Dinas (Kadis) dan Kontraktor di Mamuju terkait dugaan suap fee proyek, pada Rabu (4/01/2024) malam. Subdit III Tipidkor Dirkrimsus Polda Sulbar, melakukan penggeledahan di Kantor Dinas Pendidikan sementara di Gelanggang Olahraga (GOR) Mamuju, pada Jumat (05/01/2024) siang. “Iya hari ini kami melakukan penggeledahan di Kantor Disdik […]

  • Panggung Kampanye Akbar PHS-Enny di Mamuju

    Pendukung PHS-Enny Mulai Padati Lokasi Kampanye Akbar di Pantai Manakarra

    • calendar_month Jumat, 15 Nov 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Mamuju, Mekora.id – Pendukung dan simpatisan dari Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 4 (empat) Prof. Husain Syam dan Enny Anggraeni Anwar (PHS-Enny), mulai berdatangan ke lokasi kampanye akbar di Anjungan Pantai Manakarra, Mamuju, Jumat, (15/11/2024). Para pendukung Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Sulbar PHS-Enny itu, berdatangan dari berbagai daerah di Sulawesi Barat. Seorang simpatisan […]

expand_less