MAMUJU, Mekora.id – Pekerjaan rehabilitasi jalan poros Mamuju–Mamasa, khususnya pada ruas Kecamatan Kalukku hingga Bonehau, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, mendapat sorotan warga. Metode pengerjaan pengaspalan di sejumlah titik dinilai tidak sesuai dengan kondisi jalan yang seharusnya diperbaiki.
Seorang warga, Zulkifli, mengatakan pekerjaan di ruas tersebut terkesan dilakukan tanpa pengerukan terlebih dahulu pada sejumlah bagian jalan yang menurutnya membutuhkan penanganan menggunakan mesin cold milling machine (CMM).
“Pekerjaan pengaspalan jalan poros Kalukku sampai Bonehau tampak seperti dikerjakan serampangan. Metode pengerukan menggunakan mesin CMM yang dilakukan pihak KMP tidak sesuai standar pekerjaan,” kata Zulkifli, Sabtu (10/10/2026).
Menurut dia, pada beberapa titik, pekerja diduga langsung menambahkan material aspal tanpa terlebih dahulu mengeruk permukaan jalan. Kondisi itu, kata dia, membuat sebagian badan jalan terlihat bergelombang dan membentuk gundukan.
Zulkifli mengaku khawatir kondisi permukaan jalan tersebut dapat membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor yang melintas di ruas tersebut.
“Saya tidak tahu persis apakah ini pelanggaran atau bukan. Namun, kebanyakan pengerjaan yang kami jumpai tidak seperti itu. Saya khawatir kondisi badan jalan yang bergundukan berpotensi menyebabkan kecelakaan,” ujarnya.
Pekerjaan rehabilitasi jalan tersebut menjadi perhatian karena ruas Kalukku–Bonehau merupakan bagian dari jalur poros Mamuju–Mamasa.
Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) selaku pihak yang disebut bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut maupun pihak pelaksana KMP mengenai metode pengerjaan yang dikeluhkan warga.
Mekora.id masih berupaya memperoleh penjelasan dari pihak terkait mengenai standar teknis yang diterapkan dan tindak lanjut atas keluhan tersebut.