Pemprov Sulbar Pastikan Program 1000 Beasiswa per Tahun Lanjut, Masyarakat Diminta Tak Ragu Daftar
- account_circle mekora.id
- calendar_month Selasa, 10 Jun 2025
- comment 1 komentar
- print Cetak

Kepala Biro Pemkesra Pemprov Sulbar, Arianto.AP. (Foto : Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, Mekora.id – Program 1000 beasiswa per tahun yang digagas Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) sejak 2024 dipastikan berlanjut. Hal itu ditegaskan oleh Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Sulbar, Arianto AP, Selasa, (10/6/2025).
Beasiswa ini mencakup jenjang diploma, sarjana, magister, hingga doktoral, dan diproses secara terbuka melalui sistem daring (online) sesuai Peraturan Gubernur Sulbar Nomor 10 Tahun 2024 tentang Pemberian Beasiswa.
Program ini sebelumnya dirintis sejak masa Penjabat (Pj) Gubernur Zudan Arif Fakhrullah dan kini diintegrasikan sebagai bagian penting dalam visi-misi Gubernur Suhardi Duka (SDK) dan Wakil Gubernur Mayjen (Purn) Salim Mengga (JSM).
“Ini bukan sekadar janji kampanye. Ini adalah amanah dari visi pembangunan Sulbar, dan kami pastikan pelaksanaannya berlangsung secara akuntabel, terbuka, dan inklusif,” ujar Arianto AP, Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sulbar, kepada media.
Tantangan Realisasi dan Strategi Pemenuhan Kuota
Meskipun Pemprov telah mengumumkan target 1000 beasiswa, kuota yang tersedia dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) 2025 baru mengakomodasi 366 penerima. Hal ini sempat menimbulkan kekhawatiran di masyarakat soal realistisnya target tersebut.
Menanggapi hal itu, Arianto menyampaikan bahwa angka 1000 bukanlah janji kosong, melainkan target dinamis yang akan dikejar melalui dua pendekatan strategis, yakni efisiensi anggaran dari selisih Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dibayarkan ke perguruan tinggi dan penambahan anggaran pada APBD Perubahan (APBDP) 2025, yang saat ini sedang dalam pembahasan di internal Pemprov dan DPRD.
“Kami sengaja mencantumkan angka kuota secara terbuka agar publik bisa memahami kondisi keuangan daerah apa adanya. Namun ruang peningkatan tetap ada, dan kami sedang bekerja untuk itu,” jelasnya.
Proses Seleksi Transparan dan Bebas Titipan
Pemprov Sulbar juga memastikan bahwa seluruh proses pendaftaran, seleksi administrasi, verifikasi, hingga pengumuman penerima dilakukan secara digital dan terintegrasi dalam sistem informasi berbasis daring.
Langkah ini diambil untuk menjaga integritas dan akuntabilitas program, sekaligus menghindari potensi titipan, intervensi politik, atau praktik-praktik tidak profesional lainnya.
“Ini adalah bentuk perbaikan tata kelola. Kami ingin program ini dikelola secara profesional, transparan, dan bisa diawasi publik,” tegas Arianto.
Ajak Publik Aktif Mengawal dan Memberi Masukan
Dalam upaya menjaga kualitas program, Pemprov Sulbar juga mengajak masyarakat, terutama kalangan akademisi, mahasiswa, dan media, untuk aktif mengawal proses seleksi. Warga juga diminta menggunakan kanal pengaduan resmi jika menemukan indikasi ketidaksesuaian atau penyimpangan.
Program Sulbar Cerdas sendiri digadang-gadang sebagai salah satu pilar utama untuk mewujudkan Sulbar Maju dan Mandiri, dengan cara membuka akses pendidikan tinggi bagi generasi muda di seluruh pelosok provinsi.
“Dengan landasan kebijakan yang kuat, dukungan anggaran yang bertahap, serta partisipasi publik yang aktif, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat optimistis program ini dapat menjadi investasi jangka panjang bagi pembangunan daerah melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia,” tutupnya.
- Penulis: mekora.id


Saluran Whatsapp
Google News
