Misteri Raibnya Dana Desa Tapandullu Rp388 Juta di Mamuju Terjawab, Mantan Pinca Bank Diduga Otak Pencurian
- account_circle mekora.id
- calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Jatanras Polda Sulbar bekuk terduga pelaku pencurian dana desa Tapandullu 388 juta.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, Mekora.id — Kasus hilangnya dana desa Tapandulu senilai Rp388.426.000 akhirnya terungkap. Pelaku utamanya adalah mantan Kepala Cabang salah satu bank ternama di Mamuju berinisial AH, yang kini telah diamankan Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Sulawesi Barat (Sulbar) di bawah pimpinan Iptu Hamring.
Direktur Reskrimum Polda Sulbar, Kombes Pol Agus Nugraha, juga memastikan bahwa AH telah ditahan dan sedang menjalani pemeriksaan intensif.
“Saat ini terduga pelaku AH sudah ditahan. Kami masih mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang membantu aksi kriminal terencana ini,” tegasnya.
Uang Raib dalam Lima Menit
Kasus ini menghebohkan publik sejak Senin sore (16/6/2025), ketika dana desa Tapandulu yang baru dicairkan tiba-tiba hilang dari dalam mobil Plt Kepala Desa, Jumardin. Peristiwa terjadi di Jalan Diponegoro, depan Toko Mitra Listrik, Kota Mamuju.
Saat itu, Jumardin memarkir Toyota Avanza putih miliknya untuk membeli perlengkapan kantor desa. Ia hanya meninggalkan mobil sekitar lima menit. Ketika kembali, kantong plastik hitam berisi uang ratusan juta rupiah sudah raib.
Dana itu sebelumnya baru dicairkan di Bank Sulselbar sekitar pukul 13.30–14.00 WITA bersama bendahara desa.
“Saya hanya tinggalkan mobil sebentar. Begitu kembali, uangnya sudah tidak ada,” ujar Jumardin dalam laporannya di SPKT Polda Sulbar.
CCTV Ungkap Identitas Pelaku
Kunci pengungkapan kasus ini berasal dari rekaman CCTV yang merekam seorang pria mengenakan kemeja putih, helm, dan sarung tangan mondar-mandir di dekat mobil korban. Ketika situasi sepi, pria itu membuka pintu mobil, mengambil uang, lalu kabur menggunakan Mitsubishi Xpander putih yang diduga telah disiapkan sebagai kendaraan pelarian.
Tim Dokpol Polda Sulbar kemudian melakukan analisis mendalam terhadap rekaman tersebut dan berhasil mengidentifikasi ciri fisik pelaku. Dari hasil analisis itu, AH dipastikan sebagai otak perampokan dana desa Tapandulu.
Polisi Dalami Kemungkinan Jaringan
Dengan tertangkapnya AH, publik menantikan langkah lanjutan dari kepolisian, terutama terkait kemungkinan adanya jaringan atau pihak lain yang ikut terlibat. Polda Sulbar memastikan penyelidikan masih terus berjalan. Kabid Humas Polda Sulbar, Kombes Pol Slamet Wahudi, mengatakan besok, Senin, 24 November 2025 Perkembangan kasus rencananya akan diumumkan secara resmi pada konferensi pers besok.
“Iya, benar. Pelaku sudah ditangkap. Besok dirilis,” singkatnya.
- Penulis: mekora.id

Saluran Whatsapp
Google News
