Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa 500 Juta, Kades Tanambuah Menghilang Usai Pamit Salat Jumat

Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa 500 Juta, Kades Tanambuah Menghilang Usai Pamit Salat Jumat

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, Mekora.id — Tersangka kasus dugaan korupsi Dana Desa sebesar Rp500 juta, MN, yang merupakan Kepala Desa Tanambuah, Kecamatan Sampaga, Kabupaten Mamuju, dilaporkan menghilang usai menjalani pemeriksaan di Unit Tipikor Polresta Mamuju, Jumat (21/11/2025).

Menurut informasi, tersangka sempat diperiksa selama sekitar 30 menit. Namun, ketika memasuki waktu salat Jumat, tersangka bersama kuasa hukumnya meminta izin untuk melaksanakan salat. Setelah itu, keduanya tidak kembali dan hingga kini keberadaannya tidak diketahui.

“Tersangka Kades Tanam Buah (MN) sempat hadir dalam pemeriksaan sebagai tersangka. Menjelang salat Jumat, pemeriksaan dihentikan sementara. Pengacara tersangka meminta izin keluar bersama kliennya untuk salat,” ujar Kasi Humas Polresta Mamuju, Ipda Herman Basir, saat dihubungi wartawan melalui sambungan telepon.

Herman mengatakan, pengacara tersangka sebelumnya berjanji akan kembali ke Polresta setelah selesai melaksanakan salat untuk melanjutkan pemeriksaan. Namun, hingga jam kantor berakhir, tersangka tak kunjung kembali.

“Setelah salat Jumat dan waktu istirahat selesai, penyidik menunggu tersangka untuk melanjutkan pemeriksaan. Tetapi hingga jam kantor berakhir, tersangka belum muncul,” jelasnya.

Penyidik kemudian mencoba menghubungi kuasa hukum dan nomor telepon tersangka, namun keduanya tidak dapat dihubungi.

“Nomor HP tersangka dan pengacaranya saat ini sudah tidak aktif,” tegas Herman.

Terkait langkah selanjutnya, Herman menyebut penyidik masih menunggu kemungkinan tersangka kembali ke Polresta hingga malam hari. Namun apabila tidak hadir, polisi akan mengambil tindakan tegas.

“Kalau tersangka tidak muncul pada pemeriksaan kali ini, penyidik akan melakukan penjemputan paksa,” ujarnya.

Diketahui, MN sebelumnya telah dua kali mangkir dari panggilan pemeriksaan sebagai tersangka. Pada panggilan ketiga hari ini, ia datang memenuhi panggilan, namun kembali menghilang sebelum pemeriksaan selesai.

Kasus yang menjerat sang kepala desa terkait dugaan korupsi Dana Desa Tanam Buah tahun anggaran 2019 yang menyebabkan kerugian negara sekitar Rp500 juta.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diterkam Buaya di Karossa

    Pawang Buaya Dilibatkan Untuk Cari Korban di Karossa

    • calendar_month Kamis, 4 Jan 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 4
    • 2Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Pencarian Jamaiang (45) korban yang diterkam buaya saat memasang pukat di Sungai Desa Kadaila, Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah, terus berlanjut, Kamis (04/01/2023). hingga hari kedua, Basarnas Mamuju menerjunkan 1 unit Rubber Boat, Tim Rescue melakukan penyisiran yang difokuskan di sekitar area insiden korban dan daerah yang dicurigai terdapat korban. Selalin itu, […]

  • Aksi Komunitas Ojol Mamuju

    Doa Bersama, PMII dan Komunitas Ojol Mamuju Desak Kematian Affan Diusut Tuntas

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 3
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Komunutas Ojek Online (Ojol) bersama Mahasiswa PMII Mamuju, menggelar aksi damai, untuk mengenang almarhum Affan Kurniawan yang tewas terlindas mobil Baracudda Brimob, sehari sebelumnya. Aksi itu dilaksanakan di depan Kantor DPRD Kabupaten Mamuju di Jalan AP Pettarani, pada Jumat, (29/8/2025) malam. Puluhan lilin yang menyala yang didahului doa, mereka menyampaikan duka sekaligus […]

  • Jembatan Leling putus

    Dampak Jembatan Leling Putus, Tiga Desa di Mamuju Terisolir

    • calendar_month Jumat, 8 Nov 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 6
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – 17 hari pasca jembatan di Desa Leling, Kecamatan Tommo, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, putus, Tiga (3) Desa di laporkan terisolir dan kesulitan melakukan mobilitas. Padahal menurut warga, jembatan itu merupakan akses satu-satunya yang menghubungkan tiga Desa. Akibatnya, aktivitas warga di Desa Leling Barat, Leling Induk, dan Sanadana kini terganggu. “Akses ini satu-satunya […]

  • Kapolresta Mamuju

    Kapolresta Mamuju Resmi Berganti, Kombes Pol Ferdyan Indra Fahmi Gantikan Ardi Sutriono

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle mekora.id
    • visibility 72
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Kepemimpinan Polresta Mamuju resmi berganti. Kombes Pol Ferdyan Indra Fahmi ditunjuk menggantikan Kombes Pol Ardi Sutriono sebagai Kapolresta Mamuju dalam serah terima jabatan di Mapolda Sulbar, Jumat, (2/1/2025). Sebelum dipercaya memimpin Polresta Mamuju, Kombes Pol Ferdyan Indra Fahmi menjabat sebagai Widyaiswara TK III di Sespim Lemdiklat Polri. Sementara itu, pejabat sebelumnya, Kombes […]

  • Demo Mahasiswa di Unimaju

    Mahasiswa Unimaju Demo dan Segel Kampus, Sebut Biaya Studi Banding Tak Realistis

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 13
    • 1Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Ratusan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mamuju (Unimaju) melakukan aksi demonstrasi di Kampus II, Jl. Baharudin Lopa, Mamuju, Selasa (21/01/2025). Para demonstran yang tergabung dalam “Mahasiswa Unimaju 22 menggugat”, membakar ban bekas dan menghamburkan kursi di pelataran kampus. Aksi itu sebagai bentuk protes terhadap kebijakan studi banding yang jauh, hingga biayanya dinilai mencekik mahasiswa. […]

  • PA GMNI Sulbar

    Andi Abdul Malik Resmi Nahkodai PA GMNI Sulbar periode 2025-2030

    • calendar_month Minggu, 25 Mei 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 10
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Persatuan Alumni (PA) GMNI Sulbar menetapkan, Andi Abdul Malik sebagai ketua terpilih periode 2025-2030. Ia menyerukan semangat kebersamaan kepada seluruh alumni GMNI di Sulbar. Pria yang akrab disapa Bung Malik ini terpilih secara aklamasi, setelah empat cabang PA GMNI bulat mendukungnya dalam Konferensi Daerah (Konferda) DPD ke-I PA GMNI Sulbar, dengan tema […]

expand_less