Harga Beras dan Cabai di Pasar Baru Mamuju Naik Jelang Idul Adha
- account_circle mekora.id
- calendar_month Minggu, 1 Jun 2025
- comment 2 komentar
- print Cetak

Suasana jual beli di Pasar Baru Mamuju, Minggu (01/6/2025). (Foto : Sugiarto/Mekora.id)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, Mekora.id – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah, sejumlah bahan pokok di Pasar Regional (Pasar Baru) Mamuju mengalami lonjakan harga. Kenaikan paling mencolok terjadi pada beras dan cabai, terpantau per Minggu (1/6/2025).
Salah satu pedagang, Jamaluddin, menyebut harga beras sudah empat kali naik secara bertahap selama dua pekan terakhir.
“Sejak dua minggu terakhir, harga beras sudah empat kali naik. Beras premium sekarang Rp 15.200 per kilogram dari sebelumnya Rp 14.000, sedangkan beras medium dari Rp 13.000 jadi Rp 14.000,” jelas Jamaluddin.
Selain beras, harga cabai juga meroket. Cabai keriting naik dari Rp 35.000 menjadi Rp 45.000 per kilogram, sementara cabai besar melonjak dari Rp 30.000 menjadi Rp 50.000 per kilogram.
Namun, berbeda dengan cabai rawit yang justru mengalami penurunan signifikan.
“Cabai rawit turun dari Rp 60.000 menjadi Rp 30.000 karena banyak panen lokal,” ungkap Jamaluddin.
Bahan Pokok Lain Ada yang Turun
Namun begitu, harga cabe rawit justru mengalami penurunan harga. Dari sebelumnya dijual Rp 60.000 per kilogram kini turun jadi Rp 30.000 per kilo gram.
“Cabe rawit yang turun, biasanya dijual Rp 60 ribu kini Rp 30 ribu. Karena banyak cabe lokal yang panen,” ungkap Jamaluddin.
Selain itu, harga bahan pokok seperti telur ikut menurun, dari sebelumnya Rp 52.000 per rak kini dijual Rp 50.000 per rak. Hal sama juga terjadi pada harga tomat, dari harga sebelumnya Rp. 13.000 per kilogram turun jadi Rp 10.000 per kilogram.
Sementara harga minyak goreng, bawang putih-bawang merah, dan gula pasir cenderung memiliki harga stabil.
Meski sejumlah harga bahan pokok terkoreksi dan mendekati hari raya idul adha 2025, Jamaluddin mengaku volume konsumen masih relatif normal.
“Belum mengalami lonjakan pembeli, biasanya min dua hari menjelang hari raya baru pembeli membludak,” ujarnya.
Ia berharap, pemerintah segera turun tangan untuk mengendalikan harga-harga yang terus melonjak utamanya beras.
“Kami berharap pemerintah segera melakukan intervensi, kalau ada beras-beras bantuan segera disalurkan agar harga tidak naik terus,” tutupnya.
- Penulis: mekora.id


Saluran Whatsapp
Google News
