GMNI Tutup Bab Perpecahan, Rekonsiliasi Nasional Dideklarasikan di Bali
- account_circle mekora.id
- calendar_month Selasa, 16 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Penandatanganan Pakta Integeritas Rekonsiliasi dan persatuan DPP GMNI kubu Arjuna-Dendi dan Risyad-Patra.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ia mengakui, tantangan terbesar ke depan adalah memastikan semangat persatuan benar-benar sampai ke akar rumput.
“Upaya ini harus sampai ke DPC dan DPK. Mudah-mudahan ini menjadi persatuan nasional yang konkret dan GMNI bisa kembali menjalankan kerja-kerja organisasi sesuai nilai-nilai Marhaenisme,” ujarnya.p
- Pakta Integeritas Perdatuan DPP GMNI.
Risyad Fahlefi: Bukan Seremoni, Tapi Titik Awal Konsolidasi
Sementara itu, Ketua Umum DPP GMNI Periode 2025–2028, Muhammad Risyad Fahlefi, menegaskan bahwa rekonsiliasi dan deklarasi persatuan nasional ini bukan sekadar seremoni, melainkan titik awal konsolidasi ideologis dan organisatoris GMNI.
“Persatuan bukan tanda kelemahan, tetapi kesadaran kolektif bahwa GMNI jauh lebih besar dari ego, jabatan, dan luka masa lalu,” tegas Risyad.
Menurutnya, GMNI harus kembali berdiri sebagai organisasi kader dan organisasi perjuangan yang berpijak pada Marhaenisme dan ajaran Bung Karno.
“Tanpa persatuan, ideologi kehilangan daya gerak. Karena itu, persatuan harus diwujudkan melalui penguatan organisasi, kaderisasi, dan keberpihakan nyata kepada rakyat,” katanya.
Risyad juga mengajak seluruh kader GMNI di Indonesia untuk meninggalkan sekat-sekat lama dan menjadikan persatuan sebagai modal utama membuka babak baru perjuangan GMNI yang lebih matang, progresif, dan revolusioner.
Patra Dewa: Persatuan Dibangun Lewat Dialog Kultural
Sekretaris Jenderal DPP GMNI, Patra Dewa, mengakui bahwa proses menuju persatuan tidaklah mudah. Namun dialog kultural yang intens dan kesediaan membuang ego pribadi menjadi kunci utama rekonsiliasi ini.
“Awalnya memang terasa canggung. Tapi kami menjadwalkan pertemuan rutin setiap minggu. Dari situ terbangun ruang diskusi yang sehat dan saling memahami,” ujar Patra.
Deklarasi persatuan di Bali ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi GMNI untuk kembali solid, fokus pada kaderisasi, dan menjalankan peran strategis sebagai organisasi mahasiswa nasionalis dalam kehidupan kebangsaan Indonesia.
Kegiatan ini akan ditandai dengan pengukuhan pengurus baru DPP GMNI Periode 2025-2028.
- Penulis: mekora.id



Saluran Whatsapp
Google News
