Ganasnya ODGJ di Mamasa Bunuh 2 Orang Tuanya, Lalu Sayat Dokter dan Warga Lain
- account_circle mekora.id
- calendar_month Kamis, 4 Apr 2024
- comment 0 komentar
- print Cetak

Polisi melakukan olah TKP tewasnya Pasutri di Mamasa.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMASA, mekora.id – Pelaku pembunuhan pasutri yang juga orang tuanya di Desa Tanete Batu, Kecamatan Messawa, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), ternyata orang dalam gangguan jiwa (ODGJ). Hal tersebut pastikan setelah hasil olah TKP yang dilakukan oleh Polres Mamasa di lokasi kejadian, pada Rabu (03/04/2024) sore.
Kapolres Mamasa, AKBP Muhammad Amiruddin usai turun kelokasi kejadian mengatakan, korban suami/istri berinisial LA (70) dan B (65) dibacok menggunakan sebilah badik.
“Diketahui motif dari anaknya tersebut karena diduga mengalami gangguan kejiwaan (ODGJ) yang membuatnya tega membunuh orang tua kandungnya,” kata Amiruddin dalam keterangan tertulis.
Dari hasil penyidikan polisi, pelaku yang telah meregang nyawa kedua orang tuanya sempat mengangkat jasad kedua korban kedalam rumah dan melarikan diri kedalam hutan.
Berselang beberapa jam sekira pukul 11.30 WITA, pelaku kembali dan mendatangi rumahnya yang jadi lokasi kejadian. Kedatangan pelaku yang tidak disadari, kemudian mengamuk dan menyerang membabi buta pada Nakes, polisi, dan sejumlah warga sedang melakukan olah TKP.
“Ternyata kedatangan pelaku tidak disadari dan ketika pelaku tiba di TKP, secara langsung dan membabi buta mengejar warga dan orang-orang yang pada saat itu berkumpul ditempat tersebut,”
Naas akibat ulah pelaku, seorang Dokter terpaksa menderita luka sayatan pedang di lehernya, dan dua warga lainnya mengalami luka sayatan parang.
Meski sempat ulahnya itu sempat diberi tembakan peringatan oleh Petugas Polsek Sumarorong yang berada di lokasi. Namun tidak dihiraukan pelaku.
“Tembakan peringatan yang diletuskan petugas tidak membuat takut pelaku, malahan pelaku mendatangi petugas,”
Tak ingin kecolongan dengan ulah pelaku, Polisi akhirnya mengambil tindakan tegas dengan melumpuhkan pelaukan dengan tima panas di kakinya. Meski begitu, pelaku tetap berjalan dan mengayunkan parang pada warga lainnya.
Polisi kemudian melumpuhkan pelaku hingga tidak berdaya, dan pelaku tewas ditempat.
“Ternyata timah panas yg bersarang di kaki pelaku tidak menyurutkan niatnya untuk tetap berjalan, dan saat parang yang dipegangnya akan diayunkan ke tubuh salah seorang petugas dan warga yg berada di tempat tersebut, dari situlah tembakkan lalu dilesatkan dan mengenai bahagian pinggang pelaku yg membuatnya tumbang dan meninggal ditempat,” ungkap Kapolres Mamasa.
Sementara korban seorang Dokter dan warga yang menderita luka serius, harus dilarikan ke rumah sakit di Polewali Mandar dan dua jenazah korban pasutri serta satu jenazah pelaku dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Mamuju untuk di otopsi.
- Penulis: mekora.id


Saluran Whatsapp
Google News
