ESDM Sulbar Pastikan Harga LPG 3 Kilo Normal Jelan Imlek dan Ramadan
- account_circle mekora.id
- calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

ESDM Sulbar sidak harga LPG 3 kilo di Mamuju.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, Mekora.id – Tim Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) bersama Dinas Perdagangan Kabupaten Mamuju dan Biro Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Sulbar melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pangkalan LPG 3 kg di wilayah Mamuju dan sekitarnya, Jumat (13/2/2026).
Sidak ini dilakukan untuk mencegah potensi kelangkaan, penimbunan, serta penjualan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) menjelang perayaan Imlek dan bulan Ramadan 2026.
Kepala Dinas ESDM Sulbar, Bujaeramy Hassan, memerintahkan Bidang Energi—yang juga tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID)—untuk turun langsung ke lapangan. Langkah ini disebut sejalan dengan implementasi kebijakan Pancadaya Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, dalam menjaga stabilitas energi dan memastikan subsidi LPG tepat sasaran bagi masyarakat kurang mampu.
Antisipasi Lonjakan Permintaan 20–30 Persen
Kepala Bidang Energi ESDM Sulbar, Andi Rahmat, mengatakan permintaan LPG 3 kg cenderung meningkat signifikan setiap menjelang hari besar keagamaan.
“Seperti tahun-tahun sebelumnya, kebutuhan bisa naik 20 hingga 30 persen. Jika tidak diantisipasi sejak awal, berpotensi terjadi kelangkaan,” ujarnya.
Tim memeriksa ketersediaan stok, alur distribusi, administrasi penyaluran, hingga kepatuhan harga jual di pangkalan resmi. Dalam sidak tersebut dipastikan harga tetap Rp18.500 per tabung sesuai HET yang berlaku.
Sidak ini juga merupakan tindak lanjut atas surat Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat kepada PT Pertamina Patra Niaga terkait permohonan penambahan pasokan LPG 3 kg melalui Pertamina Makassar. Permohonan itu didasarkan pada proyeksi peningkatan kebutuhan serta data distribusi agen lokal.
Stok Aman, Pengawasan Diperketat Hingga Lebaran
Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan adanya peningkatan alokasi pasokan LPG 3 kg dibanding hari normal. Stok dinyatakan dalam kondisi aman, distribusi lancar, tidak ditemukan antrean panjang maupun indikasi penimbunan dan kenaikan harga ilegal.
Meski demikian, pengawasan akan terus diperketat hingga Lebaran untuk memastikan distribusi subsidi tidak melenceng dari sasaran.
Masyarakat diimbau membeli LPG subsidi hanya di pangkalan resmi dengan menunjukkan KTP atau bukti terdaftar sebagai penerima bantuan. Pemerintah menegaskan akan menindak tegas pangkalan maupun pihak yang melanggar ketentuan distribusi sesuai regulasi yang berlaku.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi stabilisasi harga dan pengendalian inflasi daerah, terutama dalam momentum kenaikan konsumsi masyarakat menjelang hari besar keagamaan.
- Penulis: mekora.id


Saluran Whatsapp
Google News

Saat ini belum ada komentar