Dua Warga Sakit di Mamuju Terpaksa Ditandu Sejauh 18 Kilometer Akibat Minim Akses Kendaraan
- account_circle mekora.id
- calendar_month Selasa, 10 Sep 2024
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tanggapan layar, warga di Desa Bela ditandu melalui sungai 70 meter.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Mamuju, Mekora.id – Jaena dan Juabedah, dua warga Desa Bela, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), yang sedang sakit terpaksa ditandu sejauh 18 kilometer menuju Puskesmas terdekat. Hal itu lantaran jalan di desa itu terisolir dan tidak dapat dilalui kendaraan.
Kondisi geografi yang berada dipegunungan membuat akses di Desa Bela menjadi terisolir dan sering terjadi longsor. Belum lagi sebuah sungai dengan lebar 70 meter menambah sulit akses ke Desa itu terutama saat musim penghujan datang.
Dalam video amatir yang direkam, sejumlah warga berupaya melewati jalan terjal hingga menyeberangi sungai berarus deras seluas 70 meter. Mereka menandu dua perempuan yang sedang sakit menggunakan alat seadanya berupa sarung dan bambu.
Sekretaris Desa Bela, Supriadi, membenarkan hal itu, dia menyebut dua warganya yang sakit itu ditandu pada Minggu, 8 September 2024 kemarin menuju Puskesma di Ibu Kota Kecamatan.
Kata dia, warga sakit yang ditandu bukan pertama kalinya terjadi. Hal itu disebabkan akses jalan yang tidak bisa dilalui kendaraan. Akibatnya setiap ada yang sakit harus ditandu untuk mendapat perawatan.
“Setiap kali ada warga yang sakit, mereka harus ditandu karena kondisi jalan yang benar-benar rusak dan tidak bisa dilalui kendaraan,” kata Supriadi, Selasa (10/9/2024).
Keterbatasan Anggaran Menghambat Perbaikan Jalan
Menurut Supriadi, Pemerintah Desa Bela berulang kali telah melakukan perbaikan akses jalan. Namun karena panjangnya akses jalan yang harus di cover, jalan yang dibangun sering kali rusak dan tidak bertahan lama akibat rusak dihantam longsor setiap musim hujan.
Supriadi mengaku, Dana Desa dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mamuju tidak cukup untuk memperbaiki kerusakan sepanjang 18 kilometer itu. Hal itu disebutnya menjadikan warga di Desa Bela seperti terisolir dari dunia luar.
“Di Desa Bela ada bentangan sungai sepanjang 70 meter, jadi meski menggunakan dana desa dan APBD Kabupaten, tidak akan cukup untuk biaya perbaikan jalan ini,” tambahnya.
Ia berharap, ada perhatian khusus dari pemerintah kabupaten Mamuju untuk mencari solusi perbaikan akses tersebut. Kata dia jalan sepanjang 18 kilometer itu merupakan tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Mamuju.
Akses Jalan Rusak Jauh dari Perhatian Pemerintah
Kejadian warga sakit di Mamuju yang harus ditandu di Desa Bela sudah sering terjadi, namun hingga kini belum ada tindakan nyata dari pemerintah untuk memperbaiki akses jalan yang rusak parah tersebut. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan dan membahayakan keselamatan warga, terutama saat ada yang memerlukan perawatan medis segera.
- Penulis: mekora.id

Saluran Whatsapp
Google News
