Dirjen Transmigrasi Tinjau Dua Lokasi Rencana Pembangunan Mess Patriot di Mamuju
- account_circle mekora.id
- calendar_month 9 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Direktur Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kementerian Transmigrasi RI, Sigit Mustofa Nurudin, meninjau lokasi Mess Patriot di Mamuju.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, Mekora.id — Direktur Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kementerian Transmigrasi RI, Sigit Mustofa Nurudin, meninjau dua lokasi rencana pembangunan Mess Patriot Transmigrasi di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (9/1/2026). Peninjauan tersebut didampingi Tenaga Ahli Gubernur Sulbar, Abdul Wahab.
Sebelumnya, dua lokasi calon lahan pembangunan Mess Patriot telah dikunjungi Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka bersama Menteri Transmigrasi RI Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara pada 19 November 2025 lalu.
Dua lokasi yang ditinjau masing-masing merupakan lahan aset Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di kawasan wisata Gentungan, Kecamatan Kalukku, dengan luas sekitar 5 hektare, serta lokasi alternatif di Dusun Bebangan, Kecamatan Kalukku, yang berada di jalur Trans Sulawesi.
Mess Patriot Transmigrasi direncanakan menjadi pusat kegiatan penelitian, pendidikan, dan pengembangan kawasan transmigrasi. Fasilitas ini akan dimanfaatkan oleh mahasiswa penerima Beasiswa Patriot, peneliti, serta tim Ekspedisi Patriot.
Dirjen Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi, Sigit Mustofa Nurudin, menjelaskan bahwa peninjauan lokasi tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri Transmigrasi RI.
“Pada tahun 2026, Kementerian Transmigrasi akan mulai menerima mahasiswa Beasiswa Patriot. Salah satu sekolah lapangan atau Mess Patriot direncanakan berada di Provinsi Sulawesi Barat,” ujar Sigit.
Ia menjelaskan, Mess Patriot akan berfungsi sebagai kampus lapangan yang mendukung proses belajar mengajar mahasiswa penerima beasiswa. Kementerian Transmigrasi akan bekerja sama dengan sedikitnya tujuh perguruan tinggi negeri, yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Padjadjaran (UNPAD), Universitas Diponegoro (UNDIP), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
“Fasilitas yang dibangun meliputi asrama mahasiswa, ruang belajar, dan ruang publik pendukung. Proses pembelajaran dilakukan secara hybrid, yakni perkuliahan daring dengan universitas induk serta praktik lapangan melalui interaksi langsung dengan masyarakat,” jelasnya.
Selain kegiatan akademik, mahasiswa juga akan terlibat dalam program penyuluhan, pendampingan masyarakat, serta pengembangan kawasan transmigrasi secara langsung.
Sigit menegaskan, aspek kelayakan lahan atau clear and clean menjadi perhatian utama dalam penentuan lokasi pembangunan. Kedua lahan yang ditinjau dinilai memenuhi kriteria karena merupakan aset resmi Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat sehingga tidak memiliki persoalan hukum.
“Namun dari sisi aksesibilitas, lokasi yang berada di jalur Trans Sulawesi dinilai lebih strategis karena berada di jalan poros utama dan sangat dekat dengan bandara,” ungkapnya.
Hasil peninjauan tersebut akan dilaporkan kepada Menteri Transmigrasi RI untuk menentukan lokasi final pembangunan. Informasi awal menunjukkan adanya kecenderungan memilih lokasi yang berdekatan dengan bandara guna memudahkan mobilitas mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.
Mess Patriot Transmigrasi direncanakan dibangun di tiga wilayah, yakni Sulawesi Barat, Papua Selatan, dan kawasan Barelang, Batam. Pembangunan fisik ditargetkan mulai awal 2026 dan rampung pada pertengahan tahun.
“Kami berharap dengan dukungan pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait, Mess Patriot ini dapat mulai difungsikan sekitar Agustus atau September 2026,” tutup Sigit.
- Penulis: mekora.id


Saluran Whatsapp
Google News

Saat ini belum ada komentar