Bosan Dijanji Pemda, Warga Tamasapi Mamuju Patungan Cor Jalan Rusak Bertahun-tahun
- account_circle mekora.id
- calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Warga Tamasapi Mamuju patungan perbaki jalan rusak. (Foto : Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, Mekora.id – Warga di Lingkungan Tamasapi, Kelurahan Mamunyu, Kecamatan Mamuju, Sulawesi Barat, akhirnya memilih bertindak sendiri. Mereka bergotong royong memperbaiki jalan utama di wilayahnya yang sudah bertahun-tahun rusak parah, setelah merasa lelah menunggu janji perbaikan dari pemerintah daerah.
Sejak pagi, Minggu (26/10/2025), puluhan warga tampak bahu-membahu mengangkut pasir dan kerikil. Di bawah terik matahari, mereka mencampur adukan semen untuk mengecor jalan yang selama ini menjadi urat nadi mobilitas warga. Dana untuk perbaikan dikumpulkan secara swadaya dari setiap rumah tangga.
“Kami bersama warga bersepakat untuk iuran sendiri karena tidak kunjung diperhatikan oleh Bupati. Sudah berkali-kali dijanji tapi tidak ada realisasinya,” ujar salah satu warga, Ramli, kepada Mekora.id.
Jalan tersebut, kata Ramli, merupakan akses utama warga menuju sekolah, pasar, hingga pusat kota Mamuju yang jaraknya hanya sekitar 15 menit. Namun kondisinya sangat memprihatinkan — batu-batu tajam dan lubang besar menghiasi ruas jalan, membuat warga kesulitan melintas terutama saat hujan.
“Kami sudah bosan dijanji. Setiap kali diadukan, jawabannya selalu ‘akan diperbaiki’. Tapi nyatanya, bertahun-tahun tidak ada tindakan,” keluh Ramli.
Sementara itu, Lurah Mamunyu, Hari Murianto, yang turut hadir dalam kegiatan swadaya warga, mengakui kondisi jalan menuju Tamasapi dan Tapodede memang rusak berat. Ia menyebut, pihaknya sudah berulang kali mengajukan perbaikan ke Pemerintah Kabupaten Mamuju, namun hingga kini masih terkendala anggaran.
“Kami sudah berupaya, tapi dananya memang belum tersedia. Saya juga sudah menyampaikan ke pihak kabupaten, bahkan sampai ke Pak Gubernur. Harapannya tahun depan bisa dianggarkan,” jelas Hari.
Meski demikian, warga tetap melanjutkan perbaikan dengan peralatan seadanya. Bagi mereka, jalan itu bukan sekadar akses, melainkan bagian dari kehidupan sehari-hari yang tak bisa lagi menunggu janji.
- Penulis: mekora.id


Saluran Whatsapp
Google News
