Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Begini Klarifikasi Kepala Seksi Disdikbud Sulbar Pasca Dilaporkan ke Polisi Berselingkuh

Begini Klarifikasi Kepala Seksi Disdikbud Sulbar Pasca Dilaporkan ke Polisi Berselingkuh

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Kamis, 25 Jul 2024
  • comment 5 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Note : Hak Jawab ini kami berikan sebagai bagian pemenuhan kesetaraan hak setiap warga negara Indonesia, dan memenuhi kode etik Jurnaslistik (KEJ)

MAMUJU, mekora.id – Pasca pelaporan dugaan kasus perzinahan yang menyeret Oknum Kepala Seksi dan Tenaga honorer Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sulbar. Mohammad Syauqi Tanriwali tampil di Media dan membantah seluruh tuduhan yang dialamatkan padanya.

Pria yang kerap dipanggil Syauqi itu mengatakan, tidak benar bahwa dirinya telah memiliki hubungan spesial dengan bawahannya tersebut. Menurutnya, tuduhan kepadanya itu salah kapra.

Menurut ASN di Disdikbud Pemprov Sulbar ini, kronologi sebelum kejadian penggerebekan terjadi. Mulai pada Minggu, 21 Juli 2024 sore, dia tiba-tiba didatangi oleh NF menggunakan taksi online. Kata dia, NF datang dan meminta bantuan perlindungan karena sedang cekcok dengan suaminya.

“Hari Minggu itu sekitar jam 15.30 WITA, dia datang pakai grab. Saya kaget karena langsung bawa dua tas berisi baju dan ikut membawa anaknya yang masih kecil. Lalu bilang bisakah disini dulu pak,” ungkap Syauqi, di salah satu warkop di Mamuju, Rabu, (24/7/2024) malam.

Setelah melihat kondisi NF, Syauqi mengaku tak tega, setelah itu dia mempersilahkannya masuk. Tidak lama berselang, Syauqi mengaku, langsung berangkat ke pasar untuk membeli kebutuhan di salah satu cafe yang dia kelola di Kota Mamuju.

“Saya suruh dia masuk, kemudian pamit pergi ke pasar membeli bahan untuk warkop,” kata Syauqi.

Dari keteranagan Syauqi, sepulangnya dari pasar di hari Minggu itu, dirinya tidak pulang ke rumah karena seharian menjaga cafe.

“Saya seharian itu tidak pulang karena jaga cafe setelah pulang dari pasar,” ujar Syauqi.

Sementara pada Senin 22 Juli 2024, Syauqi mengatakan, seharian penuh bekerja di kantornya di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), lalu menghadiri kegiatan dari salah satu instansi lainnya.

Dia mengaku menyangkal tuduhan yang menyebut dirinya telah menginap berdua dan melakukan perzinahan. Padahal kata Syauqi, selain mereka berdua ada anak NF yang masih berumur kurang lebih 3 tahun.

“Keterangan ini juga telah saya sampaikan di BAP kemarin malam. Kalau ada Tuduhan jika kami melakukan perzinahan itu tidak benar, karena setelah ada visum ternyata NF sedang menstruasi sejak dua hari lalu,” ujarnya.

Menurut Syauqi, penggerebekan yang dilakukan oleh sejumlah pihak telah merugikan dia dan mengakibatkan dirinya terluka di bagian muka karena dipukul dengan tangan.

“Saya sesalkan karena kenapa tidak dibicarakan dulu dengan baik, langsung main pukul. Saya dikeroyok beberapa kali oleh banyak orang. Padahal saya cuma ingin menolong si NF ini,” ungkap Syauqi.

Dengan kejadian itu, dirinya berencana membuat laporan polisi atas dugaan pengeroyokan yang dialami dirinya itu.

“Saya dikeroyok di rumah saya, ini muka saya babak belur dan sudah di visum. Rencananya saya akan melaporkan ulang kejadian ini,” tutup Syauqi.

Sebelumnya, seorang suami melaporkan istrinya NF bersama Syauqi ke Polresta Mamuju atas dugaan perzinahan. Hal itu setelah suami dan sejumlah warga memergoki NF dan Syauqi di salah satu rumah BTN di kota Mamuju, pada Selasa 23 Juli 2024 pagi.

Kasus ini kemudian menjadi booming dan hangat di kalangan masyarakat khususnya di Kabupaten Mamuju.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • BBM Diselundupkan di Pasangkayu

    Polisi dan Karang Taruna Bongkar Dugaan Penyelundupan BBM Subsidi di Pasangkayu

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 199
    • 0Komentar

    PASANGKAYU, Mekora.id – Aksi dugaan penyelundupan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite berhasil dibongkar oleh pemuda Karang Taruna Kasano bekerja sama dengan pihak kepolisian. Peristiwa ini terjadi pada dini hari, Selasa (3/6/2025), di wilayah Baras, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat. Informasi yang diterima menyebutkan bahwa sejumlah jerigen berisi BBM Pertalite ditemukan di dalam mobil truk […]

  • Siswa di MTsN 1 Mamuju antusias sambut MBG.

    Siswa di Mamuju Antusias Tunggu MBG, SPPG Karema Siapkan Menu Bervariatif

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 220
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digencarkan pemerintah mendapat sambutan hangat dari para pelajar di Mamuju. Antusiasme itu terlihat jelas di MTsN 1 Mamuju, di mana para siswa kerap menunggu kedatangan mobil pengantar makanan setiap harinya. “Ini membuat kami bersemangat, apalagi menu yang disajikan cukup bervariatif,” ujar Fitri, salah satu siswa […]

  • Pria di Mamuju loncat ke Sungai

    Diduga Mabuk, Pria Ngamuk di Jl. Tuna Mamuju Lari dan Lompat ke Sungai saat Polisi Datang

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 192
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Aksi seorang pria bernama Darwin (35) menggegerkan warga di Jalan Tuna (Andi Dai), Kabupaten Mamuju, pada Senin (6/10/2025) dini hari. Dengan sebilah parang di tangan, Darwin dikabarkan mengamuk dan mengejar warga di sekitar lokasi. Warga yang panik langsung melapor ke pihak kepolisian. Tak lama berselang, personel Polresta Mamuju tiba di tempat kejadian. […]

  • Rapat NPHD DPRD Sulbar

    DPRD Sulbar Bahas NPHD Persiapan Pilkada, Berikut Poinnya

    • calendar_month Selasa, 11 Jun 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 81
    • 2Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Rapat Koordinasi DPRD Sulawesi Barat (Sulbar) terkait persiapan dan konsolidasi pelaksanaan Pilkada serentak 2024, digelar di ruang paripurna, yang dipimpin oleh Wakil Ketua III, Abdul Rahim, Selasam (11/6/2024). Menurut Abdul Rahim, rapat itu akan membahas poin utama yakni NPHD (Naskah Perjanjian Hibah Daerah) kepada penyelenggara Pilkada. Hal itu dikarenakan tahapan Pilkada saat […]

  • Demo di DPRD Sulbar

    Aliansi Mahasiswa di Sulbar Gotong Keranda Mayat ke DPRD, Tuntut Evaluasi Kinerja Pj Gubernur

    • calendar_month Jumat, 27 Sep 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 149
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Pelantikan anggota DPRD Sulawesi Barat diwarnai aksi unjuk rasa oleh puluhan mahasiswa yang tergabung dalam berbagai organisasi, Kamis (26/9/2024). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap kebijakan Pj Gubernur Sulbar yang dianggap tidak memihak rakyat. Dalam orasinya, massa aksi menuntut DPRD Sulbar untuk lebih tegas mengawasi APBD Perubahan yang dianggap bermasalah. Aksi […]

  • Ketua FPPI Mamuju Desak pengelolaan SDA Sulbar harus libatkan masyarakat

    Aktivis Desak Pemprov Sulbar Libatkan Masyarakat Dalam Pengelolaan SDA

    • calendar_month Minggu, 26 Jan 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 151
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Aktivis Pemuda dan Mahasiswa di Sulawesi Barat (Sulbar) mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk lebih berhati-hati dalam memberikan rekomendasi Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP). Mereka meminta pemerintah memprioritaskan keterlibatan masyarakat dalam setiap proses pengambilan keputusan terkait pengelolaan sumber daya alam (SDA) di Sulbar. Saat Sulawesi Barat menjadi salah satu wilayah dengan potensi SDA […]

expand_less