Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » HOME » ADVERTORIAL » Simalakama Batas Belanja Pegawai 30 Persen, Gubernur Sulbar : Bisa Lumpuhkan APBD Daerah

Simalakama Batas Belanja Pegawai 30 Persen, Gubernur Sulbar : Bisa Lumpuhkan APBD Daerah

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month 2 menit yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, Mekora.id – Penerapan batas maksimal belanja pegawai sebesar 30 persen dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD) terus menuai sorotan kepala daerah, termasuk di Sulawesi Barat (Sulbar).

Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, menilai kebijakan yang mulai berlaku pada 2027 itu berpotensi mengganggu stabilitas APBD hingga melumpuhkan jalannya pemerintahan daerah.

“Kita disumpah melaksanakan undang-undang. Kalau dilanggar, sanksinya berat. Nomor penetapan APBD tidak akan terbit, tidak ada transfer ke daerah. Artinya, tidak ada belanja, kantor bisa tutup,” ujarnya dalam wawancara khusus. Senin, (13/4/2026)

Ruang Penyesuaian Terbatas

Ketentuan tersebut mengharuskan pemerintah daerah menekan porsi belanja pegawai hingga di bawah 30 persen. Namun, Suhardi menyebut kondisi fiskal daerah saat ini belum memungkinkan untuk memenuhi target itu tanpa risiko besar.

Ia menilai opsi pengurangan belanja pegawai hampir tidak realistis. Komponen seperti gaji PPPK dan jaminan kesehatan pegawai dinilai tidak bisa dipangkas secara signifikan.

“Kalau kita kurangi belanja PPPK atau BPJS, dampaknya besar. Tapi secara persentase tetap tidak cukup menurunkan angka ke 30 persen,” kata Suhardi Duka.

Di sisi lain, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga dinilai bukan solusi cepat. Menurutnya, langkah seperti menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan berpotensi memicu penolakan masyarakat.

Opsi Berat

Dalam situasi terdesak, sejumlah opsi ekstrem sempat mencuat, mulai dari penghapusan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) hingga kemungkinan pengurangan atau pemberhentian PPPK.

Namun, Suhardi menegaskan opsi tersebut bukan solusi ideal, melainkan upaya menarik perhatian pemerintah pusat.

“Saya sengaja menyuarakan itu supaya ada atensi. Bukan karena kita tidak mampu membayar, tapi karena terhambat di persentase,” ujarnya.

Belanja Jadi Titik Kritis

Menurut Suhardi, persoalan utama terletak pada klasifikasi belanja yang ditetapkan pemerintah pusat. Sejumlah komponen seperti TPP, belanja PPPK, dan BPJS masih masuk dalam kategori belanja pegawai.

Padahal, jika nomenklatur tersebut diubah, batas 30 persen dinilai bisa lebih mudah dicapai tanpa harus mengurangi hak pegawai.

“Uangnya ada, tapi tidak bisa digeser karena nomenklatur. Ini kewenangan pemerintah pusat, khususnya Kemendagri,” katanya.

Seluruh Daerah di Sulbar Terdampak

Dampak kebijakan ini tidak hanya dirasakan di tingkat provinsi, tetapi juga di seluruh kabupaten di Sulawesi Barat yang rata-rata sudah melampaui ambang batas 30 persen.

Sementara itu, belanja pegawai Pemerintah Provinsi Sulbar tercatat berada di angka 31,08 persen.

“Semua kepala daerah mengeluhkan hal yang sama. Ini bukan soal efisiensi, tapi soal formula,” tegas Suhardi.

Sebagai solusi, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat bersama para bupati mengusulkan tiga langkah kepada pemerintah pusat, yakni penundaan pemberlakuan aturan, perubahan nomenklatur belanja, serta penambahan Transfer ke Daerah (TKD).

Tanpa kebijakan tersebut, Pemprov Sulbar diperkirakan harus memangkas sekitar Rp220 miliar belanja pegawai untuk memenuhi batas 30 persen pada 2027.

“Ini situasi yang tidak mudah. Kita berharap sebelum APBD 2027 dibahas, sudah ada solusi dari pusat,” pungkasnya.

Berikut data belanja pegawai tiap Kabupaten di Sulbar :

  • Mamuju: 35,80 persen
  • Majene: 44,13 persen
  • Polewali Mandar: 43,51 persen
  • Mamasa: 39,46 persen
  • Pasangkayu: 40,50 persen
  • Mamuju Tengah: 38,76 persen
  • Penulis: mekora.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • AIM Daftar Nasdem

    Mantap Maju Pilgub Sulbar, AIM Lamar Partai Nasdem

    • calendar_month Senin, 6 Mei 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 151
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id –Andi Ibrahim Masdar (AIM), Bupati Polewali Mandar (Polman) dua periode (2014-2024) mendaftar ke Partai Nasdem, Senin (6/5/2024). AIM itu dikawal sejumlah rombongan yang diterima langsung oleh Sekretaris DPW Nasdem Sulbar, Abdul Rahim, di Kantornya, di Jl. Abd Pattana Endeng, Mamuju. \“Alhamdulillah hari saya mendaftar di partai nasdem dan langsung melengkapi berkas yang diminta,” […]

  • Pelaku pembacokan di Warung Belang-belang Kalukku

    Bacok Rekannya di Warung, Pria di Kalukku Diciduk Polisi

    • calendar_month Sabtu, 30 Nov 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 102
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Seorang pria di Desa Belang-belang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), bernama Yusran Alias Uttang, dibekuk polisi setelah membacok rekannya, Jumat, (29/11/2024). Kapolsek Kalukku, Iptu Makmur, mengatakan kejadian itu terjadi di salah satu Warung Makan di Dusun Palapi, pada Jumat dini hari. Pelaku membacok korban dengan sebilah badik. “Benar, diamankan terduga […]

  • Abdul Halim Wakil Ketua DPRD Sulbar

    Wakil Ketua DPRD Sulbar Abdul Halim Apresiasi Kinerja Pj Gubernur Prof Zudan

    • calendar_month Senin, 25 Mar 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 122
    • 2Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Wakil Ketua DPRD Sulawesi Barat (Sulbar), Abdul Halim, mengapresiasi keberhasilan Penjabat (Pj) Gubernur, Zudan Arif Fakrulloh, selama 11 bulan menjabat. Program 4+1, pelayanan digitalisasi, hingga menjaga inflasi stabil dinilai Halim sebagai gebrakan Prof. Zudan yang berhasil memecah sejumlah permasalahan pokok Sulbar. Bahkan saat ini, Sulawesi Barat tercatat sebagai peringkat ketiga Provinsi dengan […]

  • Siswa MBS At Tanwir Mamuju jadi korban kekerasan gurunya

    Siswa MBS At Tanwir di Mamuju Diduga Jadi Korban Kekerasan Oknum Guru, Leher Memar

    • calendar_month Sabtu, 18 Jan 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 222
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Kasus kekerasan di dunia pendidikan kembali mencuat. Zulkifli (16), seorang siswa kelas XI di Madrasah Boarding School (MBS) At Tanwir Mamuju, diduga menjadi korban kekerasan oleh gurunya, Muhammad Taufiqul Hidayat. Insiden ini terjadi pada Kamis, (16/1/2025), saat apel pagi di sekolah. Menurut Sahrul (26), kakak kandung korban, ia menerima telepon mendadak dari […]

  • Sekwan DPRD Sulbar

    Sekwan: Gedung Baru DPRD Sulbar Siap untuk Paripurna HUT Sulbar dan Pelantikan Anggota Baru

    • calendar_month Senin, 9 Sep 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 142
    • 2Komentar

    Mamuju, Mekora.id – Setelah diresmikan, Gedung baru DPRD Sulawesi Barat (Sulbar) siap digunakan untuk dua agenda besar yang akan dilaksanakan pada September 2024. Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Sulawesi Barat, Muhammad Hamzih, menyatakan bahwa gedung baru ini akan menjadi tempat penyelenggaraan rapat paripurna peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Sulawesi Barat ke-20 pada 22 September dan pelantikan […]

  • AIM Maju Pilkada Sulbar

    Disambut Massa, AIM-Asanudin Sokong Pastikan Maju Pilgub Sulbar Daftar ke KPU Besok

    • calendar_month Selasa, 27 Agt 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 140
    • 1Komentar

    Polman, Mekora.id – Mantan Bupati Polewali Mandar (Polman) Andi Ibrahim Masdar (AIM) dan Asanuddon Sokong terlihat disambut antusias oleh ratusan pendukung di Jl. Todilaling, Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polman, Selasa, (27/8/2024). Panitia penyambutan, Abdul Rahman, mengatakan AIM dan Asanuddin Sokong dipastikan maju dalam kontestasi Pilgub Sulbar 2024. Dengan begitu AIM dan Asanuddin Sokong menjadi […]

expand_less