Banjir–Longsor Terjang Halmahera Barat, GMNI Maluku Utara Desak Pemkab Ambil Langkah Serius
- account_circle mekora.id
- calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Banjir landa enam Kecamatan di Halmahera Barat.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
“GMNI menghimpun laporan puluhan rumah warga terendam dan mengalami kerusakan berat. Situasi ini diperparah dengan padamnya listrik PLN dan terputusnya jaringan telekomunikasi,” katanya.
Menyikapi bencana tersebut, GMNI Maluku Utara mendorong Pemkab Halbar segera mengambil langkah strategis dan berkelanjutan. GMNI menyampaikan sejumlah rekomendasi, di antaranya pembongkaran ruko dan rumah yang menutup alur sungai kecil, percepatan pembangunan kembali jembatan yang rusak, serta pembangunan talud dan normalisasi sungai pada tahun 2026.
Selain itu, GMNI juga menekankan pentingnya penegakan aturan tata ruang dan disiplin pengelolaan sampah oleh masyarakat, serta normalisasi saluran air hingga sungai oleh pemerintah daerah mulai dari tingkat RT, desa, hingga OPD terkait.
Tak kalah penting, GMNI mendesak pemerintah melakukan relokasi warga terdampak ke lokasi yang lebih aman dan layak, guna mencegah bencana berulang setiap tahun. Mereka juga menuntut ketegasan pemerintah bersama aparat penegak hukum dan instansi kehutanan untuk menghentikan praktik ilegal logging yang dinilai menjadi salah satu penyebab banjir dan longsor di Halmahera Barat.
“Tanpa langkah tegas dan menyeluruh, bencana seperti ini akan terus terulang dan masyarakat kembali menjadi korban,” tegas Alfonsius.
- Penulis: mekora.id


Saluran Whatsapp
Google News

Saat ini belum ada komentar