Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Aliansi Amara Bergerak Tuntut Pengawasan Upah Buruh dan Pemerataan Infrastruktur Pendidikan

Aliansi Amara Bergerak Tuntut Pengawasan Upah Buruh dan Pemerataan Infrastruktur Pendidikan

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Kamis, 2 Mei 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, mekora.id – Puluhan massa aksi dari mahasiswa dan buruh yang tergabung dalam aliansi AMARA Bergerak (aliansi masyarakat Sulbar bergerak) melakukan unjuk rasa di depan Kantor Bupati Mamuju dan Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Kamis (02/5/2024).

Para massa aksi itu melakukan unjuk rasa untuk memperingati hari buruh pada 01 Mei kemarin dan hari pendidikan yang jatuh hari ini 02 Mei.

Koordinator aksi, Ikbal dalam orasinya mengatakan, saat ini para buruh di sejumlah perusahaan mengalami penindasan jam kerja berlebih. Hal itu dikarenakan sistem adanya sistem loading kerja yang tidak diawasi. Hal itu kata dia, mengakibatkan jam kerja berlebih pada buruh yang tidak diupah.

“Kurangnya pengawasan pemerintah mengakibatkan praktik sistem loading yang mengambil jam kerja tidak terhitung dari pekerja, itu terjadi hampir di setiap perusahaan. Sehingga waktu kerja diambil secara percuma,” kata Ikbal.

Sementara Sekretaris Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Sulawesi Barat (Sulbar), Ashari Rauf menyoroti, lambannya pemberlakuan Upah Minimum Provinsi (UMP) yang baru dilaksanakan sekitar 30 persen perusahaan.

Kata Ashari hal itu mengakibatkan, sejumlah buruh tidak mendapatkan upah yang layak, padahal bekerja dengan jam kerja yang ketat.

“Pengawasan pada perusahaan perlu lebih kuat lagi, hal itu karena masih banyaknya perusahaan yang tidak melaksanakan UMP sesuai dengan surat keputusan Gubernur tahun 2023,” kata Ashari.

Sedangkan Ketua GMNI Mamuju, Adam Jauri, menyoroti fasilitas dan infrastruktur sekolah yang belum merata. Dia menyebut, dua SMP di Kalumpang hingga saat ini belum memiliki gedung, sehingga harus menumpang belajar.

“SMPN 8 dan SMPN 9 di Kalumpang harus menumpang di Gereja untuk belajar karena belum punya gedung sekolah. Hal ini tentu sangat timbang dengan sekolah yang ada di perkotaan,” ungkap Adam.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kadis Pendidikan Mamuju, Murniani

    Dinas Pendidikan Mamuju Target Penerapan Kurikulum Merdeka Terealisasi Tahun ini

    • calendar_month Kamis, 18 Jan 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 33
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Mamuju, merencanagan penerapan Kurikulum Merdeka akan mulai diterapkan tahun 2024 ini ke semua sekolah. Kepala Disdikpora Mamuju, Murniani mengatakan, hal itu setelah melihat sejumlah sekolah mulai menerapkan Kurikulum Merdeka secara mandari. “Tahun ini selain raport sekolah, kita juga target semua sekolah sudah menggunakan Kurikulum Merdeka,” […]

  • DPRD Mamuju 2024

    Berikut 30 Caleg Terpilih DPRD Mamuju pada Pemilu 2024

    • calendar_month Senin, 18 Mar 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 34
    • 4Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Berikut ini daftar 30 calon legislatif terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Mamuju pada pemilihan umum (Pemilu) 2024. Data ini kami himpun berdasarkan data D hasil Pleno KPU Kabupaten Mamuju yang selesai pada Rabu 06 Maret 2024 lalu. Partai Demokrat keluar sebagai pemenang dengan meraih 9 kursi dari 4 daerah pemilihan (Dapil) untuk […]

  • Ruslan Ida Pilkada Mamasa

    Ruslan-Andi Faridha Daftar Pilkada Mamasa, Diusung Empat Parpol  

    • calendar_month Kamis, 29 Agt 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 28
    • 2Komentar

    Mamasa, Mekora.id – Ruslan dan Andi Faridha Fachri, resmi mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), sebagai pasangan calon untuk Pilkada Mamasa, Kamis, (29/8/2024). Ruslan dan Andi Faridha Fachri diantar ribuan massa dan simpatisan serta empat partai politik pengusung dengan total 9 kursi dari 25 total kursi di DPRD Mamasa. Masing-masing […]

  • Warga Sulbar di Panggil Polda

    Protes Tambang Pasir, 21 Warga Sulbar Dipanggil Polda

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 29
    • 1Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Sebanyak 21 warga dari Kabupaten Mamuju Tengah dan Kabupaten Mamuju diperiksa dan menjalani Berita Acara Pemanggilan (BAP) di Ruang pemeriksaan Subdit III JATANRAS, Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Barat (Sulbar). Pada Senin, (17/3/2025). Berdasarkan surat dari Dirkrimum Polda Sulbar, mereka dipanggil dengan nomor surat penyidikan Spri.Lidik/12/III/RES.1.10/2025/Ditreskrimum dari Laporan Informasi Nomor : LI/9/III/2025/Ditreskrimum. Juru […]

  • Deklarasi Kampanye damai Mamasa

    Deklarasi Kampanye Damai di Mamasa Molor Satu Setengah Jam Akibat Listrik Padam

    • calendar_month Selasa, 24 Sep 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 23
    • 0Komentar

    MAMASA, Mekora.id – Deklarasi kampanye damai untuk Pilkada Kabupaten Mamasa yang dilaksanakan KPU Mamasa di Aula Mini Rumah Jabatan Bupati, molor akibat matinya listrik. Selasa, (23/9/2024). Dari jadwal sebelumnya yang diagendakan pada Pukul 14.00 WITA, baru berlangsung di pukul 15.30 WITA, setelah pihak KPU Mamasa mendatangkan mesin genset. Para peserta termasuk pasangan calon yang hadir […]

  • AIM PAS di Car Free Day Majene

    Kampanye Sehat, AIM-PAS Gaungkan Nilai Pahlawan di Car Free Day Stadion Majene

    • calendar_month Selasa, 12 Nov 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 13
    • 0Komentar

    MAJENE, Mekora.id – Pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Sulawesi Barat nomor urut 1 (satu), Andi Ibrahim Masdar dan Asnuddin Sokong (AIM-PAS), menjadi rebutan ema-ema saat menghadiri di Car Free Day, Stadion Majene, Minggu (10/11/2024). Kedatangan Paslon nomor urut 1 ini, selain itu untuk menyapa warga. AIM-PAS juga diundang oleh komunitas sepeda Onthel Majene […]

expand_less