Aksi Jilid III : Massa Sambut Gembira Janji Wagub Sulbar Hentikan Tambang Bermasalah
- account_circle mekora.id
- calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Aksi unjuk rasa tolak tambang di Kantor Gubernur Sulbar. Rabu. (21/5/2025). (Foto : Mekora.id)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, Mekora.id – Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Sulawesi Barat (Sulbar) tolak tambang pasir kembali menggelar aksi unjuk rasa. Aksi jilid tiga “itu berlangsung di depan Kantor Gubernur, pada Rabu (21/5/2025).
Massa awalnya berkumpul di Pantai Manakarra Mamuju, kemudian pukul 14.00 WITA iring-iringan massa bergerak ke Kantor Gubernur Sulbar di Jl. A Malik Pattana Endeng.
Setelah melakukan orasi, sejumlah perwakilan massa aksi diterima melakukan dialog dengan Wakil Gubernur Sulbar, Salim S Mengga. Setelah satu jam berdialog, perwakilan massa aksi kemudian keluar dan bergabung dengan ratusan massa lainnya.
Koordinator Aksi, Sulkarnain, mengatakan, hasil dialog itu menjawab tuntutan mereka. Kata dia, Wagub Sulbar, Salim S Mengga, berkomitmen untuk melindungi rakyatnya dan siap menghentikan aktivitas tambang yang berbenturan dengan masyarakat.
“Alhamdulillah setelah berdialog panjang dengan Pak Wagub, kita menemukan jawaban yang kita inginkan. Wagub menegaskan bahwa tidak ada lagi aktivitas pertambangan di desa kita,” ujar Sulkarnain saat menemui massa aksi.
Sulkarnain juga mengaku, dalam dialog itu Wagub Sulbar, Salim S Mengga, bahkan menjamin akan turun langsung ke lapangan untuk meninjau dan memastikan tidak ada lagi penambangan pasir.
“Menghentikan segala rampasan-rampasan ruang hidup rakyatnya, dan Wagub betul-betul ingin berdiri di barisan rakyatnya,” ucapnya.
Pernyataan Wagub Sulbar itu disambut gembira oleh massa aksi. Sulkarnain mengatakan, jaminan itu akan menghentikan konflik horizontal yang terjadi di masyarakat Kalukku.
“Kita percayakan kepada Wagub dan sudah menjaminkan dirinya untuk menghentikan dan memenuhi semua apa yang menjadi tuntutan kita hari ini,” ungkapnya.
Mendengar putusan tersebut, massa aksi menyambutnya dengan antusias dan kemudian membubarkan diri dengan tertib.
Terpisah, Wakil Gubernur Sulbar, Salim S Mengga, mengatakan jika dialog dua arah yang dilakukan itu agar tidak lagi ada informasi sepihak yang didengarnya. Ia menyatakan akan segera melakukan evaluasi sesegera mungkin.
“Komunikasi yang kita lakukan ini dua arah, kita tidak mau lagi informasi itu dari orang lain yang katanya-katanya. Akan di evaluasi, kita selesaikan dengan baik. Masyarakat tidak dikecewakan, begitu pun dengan orang yang masuk berinvestasi ke kita. Tetapi kalau pun ada yang harus dihentikan maka itu yang harus dilakukan,” kata Salim usai menerima perwakilan massa.
Salim menyatakan, konflik tambang ini tidak boleh berlarut-larut. Pasalnya saat ini ada 142 tambang yang sudah berizin memiliki masalah serupa.
“Segera kita akan turun (ke lapangan) karena ini tidak boleh lama. Karena ada 142 tambang yang harus kita selesaikan dengan berbagai persoalan, belum lagi tambang yang tidak berizin,” ujarnya.
- Penulis: mekora.id

Saluran Whatsapp
Google News
