Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » HUKUM » Diduga Langgar Kewajiban Plasma, Seluruh Perusahaan Sawit di Sulbar Terancam Dilaporkan ke Pusat

Diduga Langgar Kewajiban Plasma, Seluruh Perusahaan Sawit di Sulbar Terancam Dilaporkan ke Pusat

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Sabtu, 10 Mei 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, Mekora.id – Gelombang kritik terhadap perusahaan-perusahaan perkebunan sawit kembali menguat di Sulawesi Barat (Sulbar). Seluruh perusahaan sawit yang beroperasi di wilayah ini diduga kuat mengabaikan kewajiban konstitusional untuk membangun kebun plasma bagi masyarakat sebesar minimal 20 persen dari total luas lahan konsesi mereka.

Kewajiban tersebut tertuang dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan, yang diperkuat dalam Undang-Undang Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020 serta Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2021. Aturan ini secara tegas mengamanatkan bahwa perusahaan perkebunan wajib memfasilitasi pembangunan kebun masyarakat paling lambat tiga tahun sejak Hak Guna Usaha (HGU) diterbitkan.

Namun, temuan lapangan dari Asosiasi Petani Sawit Sulawesi Barat (APSS) dan tim kuasa hukumnya mengungkap bahwa sebagian besar perusahaan sawit di Sulbar belum memenuhi kewajiban tersebut. Beberapa di antaranya bahkan diduga menyamarkan pola kemitraan melalui skema manipulatif yang tidak memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.

Hasri Jack, kuasa hukum APSS yang dikenal vokal dalam isu agraria, menegaskan bahwa pihaknya akan membawa persoalan ini ke tingkat nasional.

“Kami sudah kantongi bukti-bukti kuat dugaan pelanggaran kewajiban plasma oleh korporasi besar, termasuk grup usaha sawit raksasa yang puluhan tahun mengeruk keuntungan di Sulbar. Kami akan bawa ini ke Komisi IV DPR RI, Menteri Pertanian, dan ATR/BPN. Negara harus hadir membela petani dan masyarakat adat,” tegas Hasri, Sabtu (10/5/2025).

Menurut Hasri, pelanggaran terhadap kewajiban plasma dari perusahaan sawit di Sulbar tidak hanya mencerminkan pengabaian terhadap hukum, tetapi juga menjadi sumber ketimpangan struktural dan konflik agraria yang berkepanjangan.

“Ini bukan sekadar soal administrasi. Ini soal keadilan. Masyarakat di sekitar kebun tidak punya akses atas tanah, sementara perusahaan menguasai ribuan hektare tanpa berbagi hasil. Ini kolonialisme gaya baru,” tambahnya.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wakil Wali Kota Agus Haris Resmikan Safari Maulid 41 Malam di Bontang

    Wakil Wali Kota Agus Haris Resmikan Safari Maulid 41 Malam di Bontang

    • calendar_month Minggu, 24 Agt 2025
    • account_circle zul
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Mekora.id – Suasana khidmat menyelimuti halaman Masjid Jamiyyatul Hikmah, Jalan Awang Long Gang Gamping, Sabtu malam (23/8/2025). Ribuan jamaah memadati lokasi untuk menghadiri pembukaan Riyadloh Safari Maulid 41 Malam yang digelar Majelis Shalawat Bontang (MSB). Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, hadir mewakili Wali Kota Bontang untuk meresmikan pembukaan acara tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan […]

  • Surat Panggilan Petani Sawit Pasangkayu

    APSP Surati Kapolda Sulbar, Laporkan Dugaan Penyidik Memihak dan Kriminalisasi Petani Sawit Pasangkayu

    • calendar_month Selasa, 27 Mei 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 125
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Kantor Hukum HJ Bintang & Partners, mewakili Asosiasi Petani Sawit Pasangkayu (APSP), resmi melayangkan surat pengaduan kepada Kapolda Sulawesi Barat atas dugaan ketidaknetralan dan ketidakadilan penanganan kasus dugaan tindak pidana perkebunan oleh PT Letawa, anak perusahaan PT Astra Agro Lestari Tbk (AAL). Surat tertanggal Selasa, 27 Mei 2025 itu ditandatangani oleh kuasa […]

  • Panja DPRD Sulbar

    Panja DPRD Sulbar Sambangi Kantor BKAD Sulsel Sandingkan Ranperda Aset

    • calendar_month Rabu, 17 Jul 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 78
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Panitia Kerja (Panja) DPRD Provinsi Sulawesi Barat melaksanakan kunjungan kerja terkait Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah Provinsi Sulawesi Barat dan melakukan peninjauan ke Mess Sulbar di Makassar. Selasa, (16/7/2024). Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari praktik terbaik dalam pengelolaan barang milik daerah guna penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pengelolaan […]

  • Polda Sulbar

    Polda Sulbar Siapkan 230 Personil Untuk Operasi Ketupat Arus Mudik 2024

    • calendar_month Jumat, 22 Mar 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 133
    • 1Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Polda Sulawesi Barat (Sulbar) kini tengah mulai mempersiapkan pengaman arus mudik dan arus balik idul fitri 2024. Kabid Humas Polda Sulbar, Kombes Pol Slamet Wahyudi mengatakan, setidaknya ada 230 personel dari Polda Sulbar akan diterjunkan untuk membantu pengamanan selama arus mudik hingga arus balik nanti. “Untuk kesiapan pengamanan Idul fitri, kita akan […]

  • Longsor di Mamasa

    Longsor di Mamasa Rusak 5 Rumah Warga, Akses 3 Desa Tertutup

    • calendar_month Rabu, 22 Mei 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 156
    • 0Komentar

    MAMASA, mekora.id  – Bencana tanah longsor kembali melanda wilayah Kabupaten Mamasa, kejadian itu terjadi di Desa Saluassing, Kecamatan Bambang, pada Selasa 21 Mei 2024 malam. Menurut keterangan staf Desa Saluassing, Andarias, kejadian itu terjadi sekira pada pukul 21.30 WITA. Ia menyebut setidaknya ada tiga titik longsor menghantam wilayah itu. Akibatnya, lima rumah warga dilaporkan tertimbun […]

  • Ini Profil Syarifah Asia, Mahasiswi Dari Sulbar Yang Ajukan Dua Pertanyaan Untuk Ganjar Pranowo

    Ini Profil Syarifah Asia, Mahasiswi Dari Sulbar Yang Ajukan Dua Pertanyaan Untuk Ganjar Pranowo

    • calendar_month Kamis, 21 Sep 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 148
    • 1Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Syarifah Asia S Husain Alqadri jadi perhatian publik setelah mengajukan dua pertanyaan dalam acara 3 Bacapres Adu Gagasan yang berlangsung di Universitas Gadjah Mada UGM Yogyakarta, Senin (19/08/9/2023). Mahasiswi jurusan manajemen pariwisata di Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pariwisata API Yogyakarta itu lahir dan besar di Desa Paropo, Kecamatan Alu, Kabupaten Polewali […]

expand_less