Penjual Gorengan di Mamuju jadi Korban Peredaran Uang Palsu
- account_circle mekora.id
- calendar_month Kamis, 19 Des 2024
- comment 0 komentar
- print Cetak

Nasrawati memajang uang palsu yang diterima dari pembeli di Kiosnya.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, Mekora.id – Seorang pedagang gorengan di Jalan Husni Thamrin, Kota Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), ikut menjadi salah satu korban transaksi uang palsu. Peristiwa itu dialami oleh Asrawati (24), pada Minggu, 15 Desember 2024 lalu.
Asrawati menceritakan, kejadian itu bermula ketika ia sedang menjajakan gorengan di depan kiosnya. Di Siang bolong sekitar pukul 13.00 WITA, Seseorang datang untuk membeli gorengan menggunakan uang pecahan 100 ribu.
Namun karena tidak menaruh curiga, Nasrawati tidak memeriksa uang yang digunakan untuk bertransaksi itu. Ia mengaku uang itu identik dengan uang asli sehingga tidak curiga.
“Awalnya saya tidak curiga, karena uang yang digunakan pelaku sepintas menyerupai uang asli,” kata Asrawati pada Mekora, Rabu, (19/12/2024).
Ia baru mengetahui uang itu palsu ketika hendak membayar ke rokok dari pedagang keliling langganannya. Setelah di cek ulang dengan teliti ternyata uang tersebut palsu.
“Saya mau bayar rokok dari langganan saya, setelah dicek dengan teliti ternyata uang itu palsu,” ungkapnya.
Namun sayang, Asrawati mengaku lupa dengan ciri-ciri pelaku yang membelanjakan uang palsu itu. Kini uang itu ia pajang di atas box jualannya untuk menjadi pelajaran pada publik.
“Saya tidak sempat periksa, saya juga lupa apakah laki-laki atau perempuan waktu itu,” ujar Asrawati, penjual gorengan dan pemilik kios di Jl. Husni Thamrin Mamuju.
Atas kejadian itu ia mengaku merugi hingga Rp 180 ribu, hal itu setelah ia memberikan uang kembalian Rp 80 ribu pada pelaku. Ia berharap tidak ada lagi korban penipuan uang palsu itu.
“Semoga tidak ada lagi pembeli yang memakai uang palsu,” harapnya.
Untuk mencegah peredaran uang palsu, Kepala Bank Indonesia, Gunawan Purbowo, yang ditemui di Kantornya di Jl. A.P Pettarani Mamuju, menghimbau masyarakat agar terus waspada dengan peredaran uang palsu.
Ia meminta masyarakat agar teliti setiap kali melakukan transaksi, dimana masyarakat bisa menggunakan metode 3D (dilihat, diraba, dan diterawang).
“Kalau menggunakan metode itu harusnya sudah bisa mengenai apakah itu asli atau palsu, ciri-ciri uang asli itu teksturnya kasar dan beraroma khas. Selain warnanya juga berbeda,” pungkas Gunawan Purbowo, Selasa, (18/12/2024).
- Penulis: mekora.id

Saluran Whatsapp
Google News