Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » HOME » ADVERTORIAL » Kenalkan Anggrek Langka Trichotosia Andreas di Mamasa, Pj Gubernur Sulbar Ingin Bangun Industri Dunia

Kenalkan Anggrek Langka Trichotosia Andreas di Mamasa, Pj Gubernur Sulbar Ingin Bangun Industri Dunia

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Senin, 15 Jul 2024
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMASA, mekora.id –  Tanaman anggrek di Kabupaten Mamasa, rupanya menyimpan tanaman endemic yang tidak dimiliki negara manapun di dunia. Jenis anggrek langkah dari keluarga Trichotosia tersebut, tumbuh di wilayah bersuhu dingin dengan ketinggian 2000 kaki di atas permukaan laut itu.

Anggrek langka ini, ditemukan oleh Andre, pengelola wisata Sawo Tondok Bakaru di hutan Mamasa. Anggrek yang kemudian di namakan “Trichotosia Andreas”, anggrek ini memiliki keunikan yang tidak di miliki oleh anggrek lain. Trichotosia Andreas memiliki bulu-bulu halus berwarna putih dan hijau sepanjang batangnya.

Tak hanya itu, wilayah yang di kenal dengan nama Kondosapata ini, juga rupanya menyimpan kekayaan ratusan jenis tanaman anggrek lainnya. Tanaman hias dengan nama latin “Orchidaceae” ini jadi komoditi tersembunyi di Hutan-hutan.

“Anggrek ini sangat langka, mungkin juga satu-satunya trichotosia yang memiliki bulu-bulu di dunia, untuk varietasnya ini telah kami daftarkan ke BKSDA, kata Andre.

Dengan potensi tersembunyi itu, Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Bahtiar Baharuddin mengaku, tidak ingin melewatkan hal itu. Dia mengatakan, bakal mendorong pengembangan budidaya tanaman hias anggrek jadi industri skala ekspor di Mamasa.

“Di dorong menjadi komoditi utama Kabupaten Mamasa. Karena potensinya sangat besar, Mamasa akan di dorong sebagai produsen kelas dunia. Cocok iklimnya sebagai daerah pegunungan” ujar Bahtiar, di Rujab Bupati Mamasa setelah bertemu Andrea, Minggu malam (14/7/2024).

Ketertarikan Pj Gubernur Sulbar terhadap potensi di Mamasa juga terlihat pada kunjungan kedua kalinya ini, padahal Pj Bahtiar baru di lantik pada, 12 Mei 2024 lalu.

Mantan Pj Gubernur Sulsel dan Kepri tersebut di jadwalkan mengunjungi Mamasa selama dua hari, yakni Minggu – Senin, 14 – 15 Juli 2024. Salah satu agendanya selama di Mamasa, Pj Bahtiar akan Launching Rumah Anggrek Lokal dan Endemik Mamasa.

“Saya dorong KUR (Kredit Usaha Rakyat) dapat membiayai pengembangan budidaya anggrek ini,” kata Bahtiar.

Pengembangan Angrek Mamasa di mulai sejak tahun 2017. Sejumlah pemuda di Desa Tondok Bakaru memulai budidaya tanaman anggrek endemik Mamasa. Hal itu di lakukan guna mendorong perekonomian masyarakat di desa, pembudidayaan tanaman anggrek ini terus berkembang dari tahun ke tahun hingga semakin banyak warga dan pemuda di desa ini yang melakoni pekerjaan sebagai pembudidaya tanaman anggrek.

Mengetahui hal tersebut, pada setiap kesempatan Pj. Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin akan mendorong potensi besar Mamasa tersebut sebagai menjadi daerah Taman Anggrek Dunia.  Bukan apanya kata Bahtiar bahwa  di Mamasa terdapat sekitar 400 jenis anggrek, dengan 200 di antaranya sudah memiliki nama.

“Kami sudah mendorong Bupati Mamasa untuk menjadikan kabupaten ini sebagai produksi anggrek terbesar di dunia,” tutup Bahtiar.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • KONI Mamuju

    Jadwal Muskorkab Tak Jelas, KONI Mamuju : Periode Belum Berakhir

    • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 92
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Jadwal pelaksanaan Musyawarah Olahraga Kabupaten (Muskorkab) KONI Mamuju masih belum jelas, meski dua kandidat calon ketua umum telah resmi ditetapkan pada 9 Oktober 2025. Ketua Tim Penjaringan, Suratmin, menyampaikan bahwa tugas tim penjaringan telah selesai setelah menetapkan dua kandidat yang akan maju dalam Muskorkab. Hasil tersebut, kata dia, sudah diserahkan ke pihak […]

  • Peringatan Banjir ROB Sulbar

    BMKG Peringatkan Potensi Banjir ROB Untuk Pesisir Mamuju, Mateng, dan Pasangkayu

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 176
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Tampa Padang mengeluarkan peringatan dini potensi banjir pesisir atau banjir rob yang berlaku mulai 4 hingga 9 Desember 2025. Peringatan ini disampaikan seiring terjadinya fenomena Bulan Perigee dan Bulan Purnama pada 4 Desember 2025. Dokumen resmi BMKG Tampa Padang yang dikeluarkan pada […]

  • Randis di Mamuju

    Randis Pemkab Mamuju Berplat Palsu Dipakai Anak Kabid, Tabrak 2 Warga dan Warung

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle mekora.id
    • visibility 279
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Fakta baru terungkap dalam kasus kecelakaan Toyota Fortuner hitam yang menabrak warung dan melukai dua warga di kawasan Pantai Manakarra, Mamuju, Sulawesi Barat. Mobil tersebut ternyata dikemudikan oleh anak Kabid Aset Pemkab Mamuju, berinisial FA (16). Berdasarkan penelusuran polisi, FA yang masih berstatus pelajar SMA mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi hingga kehilangan […]

  • Truk terguling di Kumaka

    Mobil Truk Bermuatan Batubara Terjun ke Jurang 30 Meter di Penurunan Kumaka

    • calendar_month Rabu, 19 Jun 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 116
    • 2Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Sebuah mobil truk bermuatan batubara terjun ke dalam jurang sedalam 30 meter di Jalan Trans Sulawesi di Dusun Kumaka, Desa Uhaimate, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, pada, Rabu, (19/6/2024) siang. Menurut keterangan Kanit Laka Polresta Mamuju, Ipda Ahmad, sebelum mengalami kecelakaan di Kumaka, mobil dam truk itu sebelumnya bergerak dari arah […]

  • Jembatan Leling putus

    Dampak Jembatan Leling Putus, Tiga Desa di Mamuju Terisolir

    • calendar_month Jumat, 8 Nov 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 192
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – 17 hari pasca jembatan di Desa Leling, Kecamatan Tommo, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, putus, Tiga (3) Desa di laporkan terisolir dan kesulitan melakukan mobilitas. Padahal menurut warga, jembatan itu merupakan akses satu-satunya yang menghubungkan tiga Desa. Akibatnya, aktivitas warga di Desa Leling Barat, Leling Induk, dan Sanadana kini terganggu. “Akses ini satu-satunya […]

  • Blok migas Sulbar

    Hatta Kainang Singgung Pemprov Sulbar Tidak Serius Tangani SDA

    • calendar_month Jumat, 10 Mei 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 102
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Anggota DPRD Sulawesi Barat yang juga Wakil Ketua Komisi IV, Hatta Kainang, meminta Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Barat, agar serius untuk menyiapkan regulasi terkait pengelolaan migas, mineral dan batubara. Hal itu dimaksudkan Hatta Kainang agar pengelolaan sumber daya alam (SDA) di Sulawesi Barat dapat berjalan baik. “Terkait fenomena investasi dan usaha migas, […]

expand_less