Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Pemilu, Pesta Atau Perang?

Pemilu, Pesta Atau Perang?

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Minggu, 14 Jan 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Penulis : Adam Jauri
Ketua DPC GMNI Mamuju

Kerap kali kita menemukan banyak orang yang menghina, ada pula yang memfitnah, bahkan bertindak anarki. Karena efek kebrutalan pikirannya sendiri terkait Pemilihan Umum (Pemilu), apalagi animo demokrasi yang kian hari kian memanas, benar-benar membuat bising telinga juga membuat gaduh untuk dipandang apabila para simpatisan saling berperang argumentasi di tiap ruang media sosial maupun media digital yang ada.

Pemilu, Pesta atau Perang?

Pemilu biasanya disebut-sebut sebagai “Pesta” atau istilah yang lebih akrabnya adalah Pesta Demokrasi. Namun jika kita cermati sejauh ini, maka akan tampak berbeda. Sejenak muncul dalam benak akal pikiran kecil ini, apakah Pemilu dewasa ini merupakan Pesta atau Perang?. Atau mungkin saja perang yang dimaknai sebagai pesta? tapi bisa juga sebaliknya. Mungkin sedikit terlihat konspiratif, namun ada baiknya dipikirkan kembali sebab jika Pemilihan Umum merupakan Pesta maka tidak ada lagi korban yang berjatuhan.

Jika merujuk pada kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) pesta diartikan sebagai sebuah perayaan yang didalamnya dimaknai oleh dengan perasaan bersukaria dan kegembiraan. Baik dalam dimensi spiritual, atau asmara yang dituangkan melalui janji suci pernikahan. Dalam konteks kebudayaan, biasanya dilakukan ritual-ritual khas.

Jika merujuk pada hal diatas, setidaknya kita perlu sedikit keberanian atau sekedar menyadarkan akal pikiran dengan sedikit bumbu ketajaman berpikir untuk menganalisis kejadian saat dan informasi saat ini. Otak kita perlu sedikit diasa dalam mengolah pelbagai informasi agar menjadi hidangan yang ideal baru kemudian disimpulkan. Oleh karena kemampuan pikiranlah yang membuat seseorang dapat sadar mengenai dirinya baik dari dalam maupun dari luar.

Tetapi jika kita tangkap bahwa Pemilu adalah adalah Pesta! maka kita harus merayakannya dengan rasa suka dan riang gembira, sebagaimana yang telah diamanatkan oleh Pancasila dan Undang-undang Dasar (UUD) 1945. Namun dalam perjalanannya selalu saja Pemilu dirasakan seperti Perang, Mengapa demikian?. Padahal Komisi Pemilihan Umum (KPU) beserta lembaga Pemerintah yang lain mendengungkan kata Pemilu Damai, bila kita cermati diksi tersebut seperti analogi menyembunyikan granat didalam permainan bayi.

Nasionalisme Jalan Pulang

Tragedi 21-22 Mei 2019 menjadi bukti nyata betapa Pemilu membawa konflik yang meluas, berdasarkan data dari Komnas HAM, korban tewas akibat bentrok antara pendukung Calon Presiden dan aparat mengakibatkan 10 orang tewas dan 200 orang lainnya luka-luka. Kejadian itu ditengarai oleh pendukung Pasangan Capres dan Cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno melakukan unjuk rasa di depan KPU dan Bawaslu.

Kejadian lain terjadi di Mamuju, tepatnya di Desa Salutiwo yang merenggut nyawa seorang pendukung Calon Legislatif akibat bentrok di TPS.

Semua kejadian pelik hasil dari Pemilu 2019 menunjukkan dengan gamblang kepada kita bahwa hal tersebut merupakan akibat dari adanya penyakit yang hinggap pada tubuh demokrasi di Indonesia hingga menimbulkan patologi sosial. Hal tersebut terjadi bila kita mendalami lebih lanjut permasalahan yang ada di ruang lingkup sosial itu akibat, jadi sudah pasti ada penyebabnya. Faktor kuat yang menjadi biang masalah tersebut adalah karena kurangnya kesadaran bernegara (Nasionalisme).

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelaku Penyupai Miras Oplosan di Mamuju

    Polisi Tangkap Dua Sopir Penyalur Miras Oplosan Maut di Mamuju

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 71
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Tim Resmob Satreskrim Polresta Mamuju berhasil menangkap dua orang sopir yang diduga menjadi penyalur minuman keras (miras) oplosan mematikan, yang menewaskan lima warga usai pesta miras di Desa Papalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Kasi Humas Polresta Mamuju, Ipda Herman Basir, mengatakan kedua pelaku ditangkap di lokasi persembunyian berbeda. “Dua orang sopir yang […]

  • tower untuk Sulbar

    Sulbar Dapat Bantuan 18 BTS Dari Kominfo, Akan Dipasang Untuk Daerah 3T

    • calendar_month Jumat, 1 Des 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 95
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Provinsi Sulawesi Barat mendapatkan bantuan 18 Base Transceiver Station (BTS) atau stasiun pemancar jaringan seluler dari Kementerian Kominfo. Bantuan itu dikonfirmasi langsung oleh Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Barat, Zudan Arif Fakrulloh, setelah menemui Menteri Kominfo Budi Arie, di Jakarta, Kamis (30/11/2023) kemarin. Nantinya 18 BTS itu akan dibangun di sejumlah wilayah kategori […]

  • Tersangka pasar Mamasa

    Dua Orang Ditetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Pengadaan Pasar Mamasa, Termasuk Kadis Perkim

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 139
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Barat resmi menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pembebasan lahan untuk pembangunan Pasar Rakyat Kabupaten Mamasa, tahun anggaran 2024. Kedua tersangka tersebut yakni HG, yang mengaku sebagai penerima kuasa pemilik lahan, serta LT, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimta) Mamasa sekaligus […]

  • Wali Kota Bontang Tinjau Lokasi Banjir di Perum Bontang Permai, Janjikan Penyelesaian Proyek Turap

    Wali Kota Bontang Tinjau Lokasi Banjir di Perum Bontang Permai, Janjikan Penyelesaian Proyek Turap

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle zul
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Mekora.id – Pemerintah Kota Bontang bergerak cepat merespons banjir yang melanda Perumahan Bontang Permai RT 07, Kelurahan Api-Api. Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, turun langsung meninjau lokasi terdampak pada Selasa (16/9/2025) untuk memastikan penanganan berjalan dan mendengar keluhan warga. Dalam tinjauan tersebut, Neni menemukan genangan air dipicu proyek pembangunan turap dan drainase yang progresnya baru […]

  • Muskorkab KONI Mamuju

    Munawwir Arafat Terpilih Aklamasi Pimpin KONI Mamuju 2025–2029

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 156
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id — Munawwir Arafat resmi menahkodai Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Mamuju untuk periode 2025–2029. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) yang digelar Rabu, 26 November 2025. Pada awalnya, tim penjaringan mengusulkan dua nama bakal calon ketua umum, yakni Munawwir Arafat dan Yuki Permana. Namun saat forum Musorkab berlangsung, Yuki […]

  • Mahasiswa Indonesia ditahan Polisi Mesir

    Breaking News : Dua Mahasiswa Asal Mamuju dan Bandung Ditahan Polisi Kairo Mesir Sejak Maret

    • calendar_month Minggu, 13 Apr 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 138
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Dua mahasiswa asal Indonesia yang menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, dilaporkan ditahan oleh pihak kepolisian setempat sejak 12 Maret 2025. Keduanya adalah Arjung (25), warga Desa Dungkait, Kecamatan Tapalang Barat, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, dan Alwi Dahlan (AD) asal Bandung, Jawa Barat. Menurut informasi dari Muhammad Fadli Syah, Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi (KKS) di Mesir, […]

expand_less