Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Peristiwa » Kasus Penemuan Jasad Bayi di Belakang Ponpes Kalukku Terungkap, Pelaku Ternyata Santriwati 

Kasus Penemuan Jasad Bayi di Belakang Ponpes Kalukku Terungkap, Pelaku Ternyata Santriwati 

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month 5 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, Mekora.id – Kasus penemuan jasad bayi di kebun belakang Pondok Pesantren yang menghebohkan warga di Kelurahan Bebanga, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, akhirnya terungkap.

Polisi berhasil melacak pelaku dalam waktu 24 jam. Dari hasil pengungkapan itu pelaku pembuangan jasad bayi ternyata merupakan santriwati yang masih berumur 18 tahun.

Menurut keterangan dari Kasat Reskrim Polresta Mamuju, AKP Agustinus Pigay, jasad bayi tersebut merupakan hasil hubungannya bersama pacar bernisial TD 21).

“Berdasarkan hasil penyelidikan intensif, Kami berhasil mengidentifikasi dan mengamankan dua orang yang diduga sebagai orang tua dari bayi tersebut. Keduanya masing-masing berinisial santriwati (18) dan TD (21), yang merupakan pacar dari santriwati,” kata Agustinus, Jumat, (20/2/2026).

Dari hasil pemeriksaan polisi, perempuan muda itu mengaku hamil setelah melakukan suami istri sebanyak dua kali dengan pacarnya TD (21) di dapur rumahnya sekitar Mei 2025 lalu.

“Dari hasil pemeriksaan awal, perempuan mengaku telah melakukan hubungan layaknya suami istri dengan TD (21) sebanyak dua kali di dapur rumahnya. Hubungan tersebut terjadi sekitar bulan Mei 2025 dan diduga menyebabkannya hamil,” lanjut Agustinus.

Dari hasil hubungannya itu membuat pelaku hamil dan membuang bayi yang telah dilahirkannya. Menurut keterangan polisi, pelaku melahirkan tanpa bantuan medis yang membuat kondisi fisiknya lemah.

“Melahirkan tanpa bantuan tenaga medis, sehingga kondisinya saat ini masih dalam keadaan lemah dan masih mendapatkan perawatan medis di RS Bhayangkara,” jelas Akp Agustinus.

Saat ini, kedua terduga pelaku telah diamankan dan menjalani pemeriksaan intensif dari penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Mamuju.

“Polresta Mamuju menegaskan akan menangani perkara ini secara profesional dan transparan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi serta menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat penegak hukum,” tutup AKP Agustinus Pigay.

  • Penulis: mekora.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Sulbar sumbang masjid

    Gubernur Sulbar Sumbang Pembangunan Masjid di Kalukku Gunakan Uang Pribadi

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle mekora.id
    • visibility 94
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id — Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Suhardi Duka (SDK) melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Nurul Akbar di Lingkungan Kampung Baru, Kelurahan Bebanga, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Selasa (6/1/2026). Momentum ini menjadi simbol dimulainya pembangunan rumah ibadah yang telah lama diharapkan masyarakat setempat. Peletakan batu pertama berlangsung di tengah kondisi hujan, namun tidak menyurutkan […]

  • Tamsapi Mamuju

    Bosan Dijanji Pemda, Warga Tamasapi Mamuju Patungan Cor Jalan Rusak Bertahun-tahun

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 46
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Warga di Lingkungan Tamasapi, Kelurahan Mamunyu, Kecamatan Mamuju, Sulawesi Barat, akhirnya memilih bertindak sendiri. Mereka bergotong royong memperbaiki jalan utama di wilayahnya yang sudah bertahun-tahun rusak parah, setelah merasa lelah menunggu janji perbaikan dari pemerintah daerah. Sejak pagi, Minggu (26/10/2025), puluhan warga tampak bahu-membahu mengangkut pasir dan kerikil. Di bawah terik matahari, […]

  • Jalan Tabone Nosu

    Pengerjaan Jalan Tabone-Nosu 5 KM Ditarget Rampung Tahun 2024

    • calendar_month Sabtu, 30 Des 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 111
    • 0Komentar

    MAMASA, mekora.id -Penjabat (Pj) Gubernur Sulbar, Zudan Arif Fakrulloh, menargetkan pengerjaan jalan poros Tabone-Nosu yang sedang berlangsung sepanjang 5 kilometer, rampung pada tahun 2024. Hal itu setelah, Zudan Arif Fakrulloh bersama Pj Bupati Mamasa, Yakob F Solon dan Balai Jalan meninjau progres pengerjaan jalan Tabone-Nosu di Mamasa, Sabtu, (30/12/2023). “Hari ini saya melihat mengecek pembangunan […]

  • Suhardi Duka

    Pembangunan Jalan Bonehau-Kalumpang, Gubernur Sulbar Siap Temui Menteri PUPR

    • calendar_month Kamis, 17 Apr 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 43
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka (SDK), menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan jalan penghubung Bonehau-Kalumpang dengan menggandeng pemerintah pusat. Komitmen ini disampaikan Gubernur SDK saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Mamuju tahun 2026, pada Kamis, 17 April 2025. Dalam kesempatan tersebut, Suhardi mengungkapkan bahwa dirinya telah […]

  • Aliansi AMPERA MAMUJU

    Aliansi AMPERA Sebut Zudan Arif Fakrulloh Gubernur Anti Kritik

    • calendar_month Jumat, 29 Sep 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 64
    • 1Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Aksi peringatan Hari Tani Nasional yang dilakukan Mahasiswa “Aliansi masyarakat pejuang reforma agraria (AMPERA)” di Mamuju, Sulawesi Barat, pada Selasa, 26 September 2023. Disbut massa AMPERA mendapat upaya pembungkaman setelah insiden pagar pintu masuk Kantor Gubernur dijebol massa aksi. Aliansi AMPERA merupakan gabungan dari Walhi Sulbar, Knti Mamuju, Ipmapus Sulbar, Ipma-Pasangkayu, Spks […]

  • PMII Mamuju Desak Korupsi DPRD Mamuju Diusut

    PMII Desak Dugaan Korupsi Perjalanan Dinas Fiktif di DPRD Mamuju Diusut

    • calendar_month Kamis, 7 Nov 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 66
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Mamuju, mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Mamuju untuk menuntaskan kasus dugaan korupsi perjalanan dinas fiktif di DPRD Mamuju. Tuntutan itu disampaikan PMII Mamuju melalui aksi unjuk rasa yang digelar, di depan Kantor Kejari Mamuju di Jl. KS Tubun, pada, Rabu, (6/11/2024) kemarin. Dalam orasinya, Ketua Cabang PMII […]

expand_less