Inflasi Mamuju Sentuh 6,94 Persen Awal 2026, GMNI Desak Pemkab Jalankan Kebijakan Pro-Rakyat
- account_circle mekora.id
- calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Aktivitas bongkar muat ikan di TPI Mamuju- Disamping Ketua GMNI Mamuju, Dicky Wahyudi.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, Mekora.id – Data inflasi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) di awal tahun 2026, menjadi pukulan telak bagi kelompok Rumah Tangga, Nelayan, hingga UMKM. Lonjakan harga jadi tidak terkendali utamanya ikan.
Hal itu jadi sorotan tajam dari Ketua Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Mamuju, Dicky Wahyudi. Menurutnya melambungnya harga ikan menunjukkan ada yang salah dengan kebijakan Pemkab Mamuju selama ini.
“Penyebab dari inflasi yang tinggi di Mamuju ini perlu kita cermati, utamanya kebijakan Pemkab yang tidak pernah berpihak kepada nelayan tangkap. Padahal ini sangat perlu, mengingat konsumsi rumah tangga kita tinggi di kelompok ikan,” kata Dicky Wahyudi, Kamis, (5/2/2026).
Ia menyebut bahwa, penyebab inflasi dan kelangkaan ikan pada Desember hingga Januari biangnya bukan hanya faktor cuaca. Tetapi juga dipengaruhi minimnya dukungan pemerintah terhadap hal-hal produktif untuk nelayan di Mamuju.
“Jadi berhenti hanya menyalahkan cuaca misalnya. Selama ini pemerintah harus menyadari sangat minim membantu sektor produktif, misalnya jika alat tangkap nelayan termakan usia, itu akan berpengaruh kurangnya hasil tangkapan dan berpengaruh pada ketersediaan komoditas,” lanjut Dicky.
- Diagram Inflasi Mamuju YoY Januari 2026. (Sumber : BPS)
- Penulis: mekora.id



Saluran Whatsapp
Google News
