Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Lintas Daerah » Anggota Polsek Wakai Tojo Una-Una Diduga Meninggal Tak Wajar, Keluarga Desak Polda Sulteng Usut Tuntas

Anggota Polsek Wakai Tojo Una-Una Diduga Meninggal Tak Wajar, Keluarga Desak Polda Sulteng Usut Tuntas

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TOJO UNA-UNA, Mekora.id – Kematian Aipda Aris Dapot Parsaorang Siahaan, anggota Polsek Wakai, Polres Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, menyisakan tanda tanya besar bagi pihak keluarga. Dugaan meninggal akibat serangan jantung yang beredar sebelumnya kini dipertanyakan, menyusul temuan luka-luka mencurigakan di tubuh korban.

Kakak kandung korban, Efendi Siahaan, mengungkapkan kecurigaannya bahwa sang adik meninggal dunia secara tidak wajar. Ia menyebut, terdapat sejumlah luka lebam di hampir seluruh tubuh korban saat dilihat pihak keluarga.

“Ada lebam di sekujur tubuh adik saya. Bibirnya pecah, mata kanan membiru dan bengkak, lalu di bagian dada kiri dan kanan sampai leher juga ada luka lebam,” ungkap Efendi.

Efendi membantah keras informasi yang menyebut adiknya meninggal karena serangan jantung. Menurutnya, korban tidak memiliki riwayat penyakit jantung maupun keluhan kesehatan serius sebelumnya.

“Saya curiga adik saya meninggal tidak wajar, karena luka-luka itu sangat mencurigakan. Adek saya tidak punya riwayat penyakit jantung,” tegasnya.

Aipda Aris Dapot Parsaorang Siahaan dilaporkan meninggal dunia pada Selasa, 12 Januari 2026. Namun yang menjadi kejanggalan, keluarga mengaku tidak menerima informasi resmi dari pihak kepolisian.

“Kami justru tahu kabar meninggalnya adik saya dari tetangga, bukan dari pihak Polsek atau kepolisian tempat dia bertugas,” beber Efendi.

Atas peristiwa tersebut, keluarga telah melaporkan kasus kematian Aipda Aris ke Propam Polres Tojo Una-Una. Namun hingga kini, mereka mengaku belum mendapatkan kejelasan terkait perkembangan penanganan kasus tersebut.

Merasa belum ada transparansi, pihak keluarga mendesak Polda Sulawesi Tengah turun tangan langsung untuk mengusut tuntas penyebab kematian korban.

“Saya minta Polda Sulteng segera mengusut kematian adik saya demi kepastian hukum. Kami hanya ingin keadilan dan kebenaran agar keluarga bisa menerima dengan tenang,” pungkas Efendi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait hasil pemeriksaan maupun penyebab pasti kematian Aipda Aris Dapot Parsaorang Siahaan.

  • Penulis: mekora.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • BPBD Sulbar

    BPBD Sulbar Akui Pembayaran Catering di Mateng Tertunda

    • calendar_month Jumat, 14 Jun 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 28
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Terkait pembayaran catering, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Barat (Sulbar) mengakui kekeliruannya kepada sebuah jasa penyedia makanan yang terjadi di acara Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB), yang digelar akhir bulan lalu di Mamuju Tengah (Mateng) itu. Hal itu diungkap oleh Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, saat ditemui jasa […]

  • All new terios

    CEO Silicon Valley Bridge Bank Meminta Pelanggan untuk menyetor ulang dana Mereka

    • calendar_month Rabu, 15 Mar 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 26
    • 0Komentar

    CEO Silicon Valley Bridge Bank yang baru diangkat Tim Mayopoulos meminta nasabah mengembalikan sebagian dananya ke bank. “Jika Anda, perusahaan portofolio Anda, atau perusahaan Anda memindahkan dana dalam seminggu terakhir, harap pertimbangkan untuk memindahkan sebagian dari mereka kembali sebagai bagian dari strategi diversifikasi deposit yang aman. Kami juga membuka bisnis untuk setiap pelanggan baru.Kami secara […]

  • Agus Ambo Djiwa

    Anggota DPR RI Agus Ambo Djiwa Salurkan Bibit Pertanian Untuk 21 Ribu Hektar Lahan di Sulbar

    • calendar_month Sabtu, 31 Mei 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 39
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Anggota Komisi IV DPR RI Dapil Sulawesi Barat (Sulbar), Agus Ambo Djiwa, membagikan bibit pertanian untuk 21.350 hektar lahan. Hal itu disampaikan saat menghadiri panen raya di Desa Beru-Beru, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sabtu, (31/5/2025). Ketua PDIP Sulawesi Barat itu menyebut, bantuan bibit pertanian itu paling besar untuk padi sebanyak 18.200 hektar. Sementara […]

  • RDP Dana Stimulan Gempa Sulbar

    DPRD Sulbar Gelar RDP Bahas Dana Stimulan Tahap II

    • calendar_month Selasa, 5 Mar 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 20
    • 1Komentar

    MAMUJU, mekora.id – DPRD Sulawesi Barat (Sulbar) menerima aspirasi dari Himpunan Pelajar Mahasiswa Botteng (Hipmab), di Ruang Komisi IV, Selasa (05/03/2024). Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) itu dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi IV Hatta Kainang, serta dihadiri Sekertaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat Yasir Fattah. Dalam rapat tersebut Himpunan Pelajar Mahasiswa Botteng […]

  • DPC PDIP Mamuju

    Ado Mas’ud Kembali Pimpin PDIP Mamuju, Fokus Penguatan Struktur hingga Akar Rumput

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 38
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id — Mantan Wakil Bupati Mamuju, Ado Mas’ud, kembali dipercaya menakhodai Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Mamuju untuk periode 2025–2030. Terpilihnya Ado untuk ketiga kalinya secara berturut-turut (back to back) ditetapkan melalui Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) PDIP se-Sulawesi Barat di Pasangkayu, 12 November 2025. Dalam komposisi kepengurusan baru, Ado […]

  • Medali Mamuju Run

    3.500 Pelari Siap Meriahkan “Mamuju Run 2025”, Hotel-Hotel Penuh Dipesan Peserta

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 29
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id — Event “Mamuju Run 2025” yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 9 November 2025, bakal menjadi salah satu ajang lari terbesar di Sulawesi Barat. Sedikitnya 3.500 pelari dari berbagai daerah dipastikan ikut ambil bagian. Menurut panitia pelaksana, Rafiulnur Arsa, antusiasme peserta sudah terlihat sejak awal pendaftaran. Dari website resmi, tercatat hampir 3.000 peserta telah […]

expand_less