100 Pemuda di Sulbar Dilatih Tanggap Bencana
- account_circle mekora.id
- calendar_month Minggu, 10 Des 2023
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pemuda di Mamuju dilatih jadi kader Tanggap Bencana oleh Busman Rasyd Foundation.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, mekora.id – Gempa berkekuatan magnitudo 6,2 pada 15 Januari 2021 di Mamuju dan Majene, menjadi pengalaman pahit dalam pengelolaan bencana di Sulawesi Barat.
Pasalnya saat itu, tidak ada persiapan dari SDM maupun regulasi yang disiapkan. Itu seakan membekas dalam ingatan masyarakat Sulawesi Barat.
Olehnya itu sebanyak 100 orang pemuda direkrut oleh Busman Rasyid Foundation untuk menjadi kader pemuda tanggap bencana, yang dilaksanakan di Wisata Berkas Mamuju, 7-9 Desember 2023.
“Kegiatan pemuda tanggap bencana alam bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pemuda terhadap upaya penanggulangan bencana dengan memberikan edukasi dan pemahaman terkait kebencanaan sehingga menciptakan ketangguhan bencana,” kata Busman.
Menurut pendiri Busman Rasyid Foundation itu, gempa 2021 lalu telah merobek sebagian segmen dari Makassar Strait Thrust. Gempa ini kemudian mengaktifkan struktur sesar sekunder yang berpotensi menjadi sumber gempa di masa depan.
Dengan topografi Sulawesi Barat yang begitu beragam, bencana geologis, hidrologis, dan demografis yang memungkinkan sangat besar terjadi.
“Tentu Potensi bencana yang begitu hebat di wilayah Indonesia, sejatinya sudah dijelaskan pada UU No. 27 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana,” urai Busman.
Selain itu Busman Rasyid Foundation juga launching Desa Siaga Bencana Alam di Desa Tapandullu dengan harapan desa yang berada di pesisir untuk peduli terhadap isu–isu kebencanaan.
“saya berpesan setelah ini sahabat – sahabat muda tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan ini, namun menjadikan awal untuk mengabdi pada masyarakat,” ujarnya Busman
Dengan kader-kader dari pemuda itu, harapannya untuk terus bergerak melakukan kegiatan penanggulangan bencana, baik dilakukan secara individu maupun berkelompok, salah satunya merawat lingkungan, menanam pohon dan berbagai kegiatan lain.
“pemuda yang baik, pemuda yang peduli terhadap diri dan lingkungannya, mari bergerak dan berkarya tanpa henti, bergotong royong dan bersinergi merawat lingkungan sebagai upaya menanggulangi bencana” tutup Busman.
- Penulis: mekora.id



Saluran Whatsapp
Google News
