Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Peristiwa » Tenggak Miras Oplosan, Empat Pemuda di Mamuju Tewas, 12 Lainnya Kritis

Tenggak Miras Oplosan, Empat Pemuda di Mamuju Tewas, 12 Lainnya Kritis

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, Mekora.id – Peristiwa tragis menimpa warga Desa Papalang, Kecamatan Papalang, Kabupaten Mamuju. Empat orang pemuda dinyatakan meninggal dunia setelah mengonsumsi minuman keras (miras) oplosan, Sabtu (20/9/2025).

Kasi Humas Polresta Mamuju, Ipda Herman Basir, menjelaskan peristiwa itu bermula pada Kamis (18/9/2025) malam, ketika sekelompok pemuda menggelar pesta miras di Papalang.

Tidak lama kemudian, dua orang lainnya datang membawa satu botol Cap Tikus (CT) lalu dicampur dengan minuman energi dalam botol merek Kuku Bima.

“Pesta minum miras tersebut berlangsung pada Kamis, 18 September 2025 sekitar pukul 20.00 WITA,” ujar Herman, Sabtu (20/9/2025).

Gejala Keracunan dan Korban Jiwa

Sehari setelah pesta miras, pada Jumat sore (19/9/2025), sejumlah pemuda yang ikut menenggak oplosan itu mulai mengalami mual dan muntah. Warga kemudian melarikan mereka ke Puskesmas Topore untuk mendapat pertolongan medis.

Namun pada Sabtu pagi sekitar pukul 10.10 WITA, kondisi empat orang korban memburuk hingga mengalami sesak napas berat. Pihak medis di Puskesmas Topore dan RS Mitra Manakarra akhirnya menyatakan mereka meninggal dunia.

Selain itu, 12 orang lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit, dengan satu di antaranya dalam kondisi kritis.

Polisi Buru Dua Pemasok

Kasus ini langsung ditangani aparat kepolisian. Tim Resmob Satreskrim Polresta Mamuju telah mengumpulkan keterangan saksi serta mengamankan barang bukti. Dari hasil penyelidikan, polisi mengidentifikasi dua orang terduga pemasok miras, yakni Masdar (30) dan Rijal (28), yang diketahui berprofesi sebagai sopir perusahaan pengangkut limbah.

Keduanya diduga kuat sebagai pihak yang memberikan alkohol kadaluarsa kepada para pemuda. Setelah mengetahui adanya korban jiwa, kedua terduga pelaku melarikan diri dan kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polresta Mamuju.

Kasat Reskrim Polresta Mamuju, AKP Agustinus Pigay, menegaskan pihaknya tidak akan berhenti memburu kedua pelaku.

“Kasus ini menjadi perhatian serius karena telah menelan korban jiwa. Kami akan terus melakukan pengejaran hingga kedua pelaku tertangkap. Masyarakat kami imbau segera melapor jika mengetahui keberadaan mereka,” tegasnya.

Ancaman Hukuman Berat

Atas perbuatannya, kedua terduga pelaku terancam dijerat Pasal 204 KUHP tentang tindak pidana menjual atau memberikan barang berbahaya yang mengakibatkan orang meninggal dunia. Ancaman hukuman dalam pasal ini adalah penjara seumur hidup.

Polresta Mamuju juga mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih waspada dan tidak mengonsumsi minuman keras oplosan yang tidak jelas asal-usul maupun keamanannya.

“Peristiwa ini kembali menjadi peringatan keras mengenai bahaya miras oplosan yang bisa berakibat fatal. Demi keselamatan diri dan lingkungan, jauhi konsumsi miras ilegal,” tutup AKP Agustinus.

Berikut korban meninggal akibat miras oplosan di Mamuju : Jayadi (17), Marjiadi (24), Aswin (21)dan Riadin (19).

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Karyawati Koperasi Pasangkayu

    Karyawati Koperasi di Pasangkayu Tewas Dibunuh Suami Nasabah Karena Kesal

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 128
    • 0Komentar

    PASANGKAYU, Mekora.id – Hijrah (19), pegawai koperasi BUMN di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, ditemukan tak bernyawa di kebun kelapa warga di Dusun Tanga-tanga, Desa Sarjo, Sabtu (20/9/2025) pagi. Saat ditemukan, korban hanya mengenakan pakaian dalam, celana yang dikenakan copot pelaku. Sementara seragam kerjanya terlilit di leher. Dibunuh Suami Nasabah Setelah ditemukan tewas, pelaku pembunuhan mengarah […]

  • Gen Z Majene dukung AIM PASS

    Dukungan Meluas, Gen Z di Majene Siap Menangkan AIM PASS

    • calendar_month Minggu, 13 Okt 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 111
    • 0Komentar

    MAJENE, Mekora.id – Dukungan untuk Andi Ibrahim Masdar dan Asnuddin Sokong (AIM PASS) di Pilkada Sulawesi Barat (Sulbar) terus berdatangan, terbaru sejumlah kelompok anak muda (Generasi Z) di Majene mulai merapatkan barisan dan menyatakan dukungan untuk Paslon nomor urut 1 itu. Dukungan dari gen z itu diterima langsung oleh Mario, anak sulung dari Cagub Sulbar, […]

  • Dewan Pers

    3 Pasang Capres/Cawapres Akan Deklarasi Kemerdekaan Pers

    • calendar_month Rabu, 7 Feb 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 127
    • 1Komentar

    JAKARTA, mekora.id – Dewan Pers bersama segenap masyarakat pers siap melakukan “Deklarasi Kemerdekaan Pers” yang dihadiri oleh tiga pasang Capres/Cawapres di Hall Dewan Pers, Jl. Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Ketua Dewan Pers, Ninik Rahayu dalam acara persiapan Deklarasi di Dewan Pers pada Senin, 5 Februari 2024 mengatakan, Deklarasi Kemerdekaan Pers ini sebagai komitmen dari tiga […]

  • AIM di Mambi

    AIM Janji Siapkan Insentif Bagi Pemuka Agama Jika Terpilih di Pilgub Sulbar

    • calendar_month Kamis, 10 Okt 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 79
    • 0Komentar

    MAMAMSA, Mekora.id – Safari kampanye Andi Ibrahim Masdar dan Asnuddin Sokong (AIM PASS), berlanjut di Kabupaten Mamasa. Calon Gubernur Sulbar nomor urut 1 itu dilaksanakan di Desa Sendana, Kecamatan Mambi, Pada, Kamis, (10/10/2024). Kepada warga di Sendana, Andi Ibrahim Masdar (AIM), mengatakan dalam program kerjanya dia akan fokus membenahi pelayanan dan fasilitas kesehatan. Hal itu […]

  • Kantor Desa Tanambuah disegel

    Segel Kantor Desa, Warga Tanambuah Sebut Kades Korupsi Hingga Salah Gunakan Jabatan

    • calendar_month Kamis, 18 Apr 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 158
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Sekira 200 orang masyarakat di Desa Tanambuah, Kecamatan Sampaga, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, berunjuk rasa dan menyegel Kantor Desa, Kamis (18/4/2024). Menurut Koordinator Aksi, Firka, hal itu dilakukan buntut kekecewaan warga atas kepemimpinan Kepala Desa, Muh. Nasrullah, semenjak menjabat dua tahun silam. Firka menyebut, sejak Kepala Desa menjabat, berbagai permasalahan bermunculan, termasuk […]

  • KTM GMNI Sulbar

    GMNI Sulbar Gelar Kaderisasi Tingkat Menengah Perdana di Mamuju

    • calendar_month Selasa, 11 Mar 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 163
    • 1Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) resmi membuka Kaderisasi Tingkat Menengah (KTM) dengan tema “Bersatu, Lawan Penjajahan Gaya Baru” di Pantai Panorama, Mamuju, pada Senin (10/3/2025). Kegiatan ini merupakan jenjang kaderisasi kedua di GMNI dan diikuti oleh puluhan kader dari Cabang Mamuju dan Cabang Polewali Mandar. KTM GMNI Sulbar […]

expand_less