Sulawesi Barat Paling Rawan Bencana, Pemda Diminta Berbenah
- account_circle mekora.id
- calendar_month Jumat, 8 Sep 2023
- comment 0 komentar
- print Cetak

Penjabat Gubernur Sulawesi Barat, Zudan Arif fakrulloh.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, mekora.id – Sulawesi Barat, Provinsi ke-33 ini jadi wilayah dengan indek resiko bencana tertinggi di Indonesia.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) Sulbar tiga tahun terkahir tinggi dengan nilai 166,49 tahun 2020, 164,85 tahun 2021 dan 165,23 tahun 2022.
Kurun 20 tahun terakhir tercatat 145 bencana di Sulbar, didominasi bencana banjir dengan dampak keselamatan jiwa manusia, kerusakan bangunan permukiman dan kerusakan lahan.
Sulbar juga tercatat, rawan mengalami bencana gempa bumi, tsunami, tanah longsor, kebakaran hutan dan lahan, kekeringan, gelombang ekstrim dan abrasi.
Dengan indeks resiko bencana tinggi, Penjabat (Pj) Gubernur Sulbar Zudan Arif Fakrulloh, meminta Pemerintah Daerah (Pemda) di enam kabupaten bersiap.
“Indeks risiko, tingkat kebencanaan dinilai berdasarkan komponen penyusunnya, yaitu bahaya, kerentanan, dan kapasitas pemerintah dalam menghadapi bencana,” kata Zudan, Jumat (08/09/2023).
Pemda dituntut memiliki Peraturan Daerah (PERDA) tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana, Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (RPB), Rencana Kontijensi (RENKON), Sistem komando penanganan Darurat Bencana (SKPDB).
Membentuk Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB), Mengaktifkan Pusat Pengendalian Operasi (PUSDALOPS), Membentuk TRC (Tim Reaksi Cepat) Lintas OPD, dan Mengisi laporan IKD (Indeks Ketahanan Daerah) dan melaporkan ke BNPB oleh BPBD setiap tahun.
Untuk itu, kata Kepala BPBD Sulbar, Amir Maricar, Pemprov Sulbar telah menetapkan SK Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi sejak 30 Agustus dan berlaku hingga 30 Maret 2024.
Selain itu, BPBD Sulbar juga membentuk Satgas untuk kesiapan pendirian posko siaga bencana di Sulbar.
“Kalau memang sering terjadi bencana status ini kami tingkatkan dari Siaga darurat menjadi tanggap darurat,” tandasnya.
- Penulis: mekora.id



Saluran Whatsapp
Google News
