Pemprov Sulbar Gelar Tahlilan Kenang Almarhum Wagub Salim S Mengga, SDK: Sulbar Kehilangan Tokoh Langka
- account_circle mekora.id
- calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gubernur Sulbar, Suhardi Duka kenang Alm. Wagub Salim S Mengga.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, Mekora.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar tahlilan dan doa bersama untuk mengenang almarhum Wakil Gubernur Sulbar, Mayjen TNI (Purn) Salim S Mengga, di Rumah Jabatan Gubernur Sulbar, Kamis malam, (5/2/2026).
Suasana berlangsung khidmat. Ratusan jamaah mengikuti rangkaian doa yang dipimpin melalui tausyiah oleh Annaguru Muhasib Kamaludin, mendoakan kepergian salah satu tokoh penting Sulawesi Barat tersebut.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka mengenang perjalanan panjang kebersamaannya dengan almarhum, jauh sebelum keduanya memimpin Sulawesi Barat. Ia bercerita, saat masih sama-sama berada di Jakarta sebagai tokoh nasional, diskusi mengenai masa depan Sulbar kerap mereka lakukan.
“Banyak pertemuan kami diisi dengan pembahasan soal persoalan daerah. Dari situlah kami sepakat untuk kembali dan membangun Sulbar, bukan karena ambisi jabatan, tapi karena keprihatinan,” kenang Suhardi Duka.
SDK mengungkapkan, saat itu ia sebenarnya sudah merasa nyaman berada di DPR RI. Begitu pula almarhum Salim S Mengga yang telah merencanakan pensiun dan hidup bersama keluarga di Jakarta.
“Tapi karena rasa cinta pada daerah, beliau berpesan kepada saya, kalau kau cintai daerahmu, kembali ke daerahmu. Itu yang selalu saya ingat,” ujarnya.
Hampir setahun memimpin Sulawesi Barat bersama almarhum, SDK mengaku banyak belajar, terutama soal integritas dan kepercayaan dalam kepemimpinan. Hubungan kerja keduanya, kata dia, dibangun atas dasar saling menghargai.
“Satu kali saya menghargai Pak Salim dan memberi kepercayaan, beliau membalas dua kali lipat. Padahal beliau itu kakak saya, lebih tua dari saya,” tuturnya.
Momen paling berat bagi Suhardi Duka adalah saat menerima kabar wafatnya almarhum. Ia mengaku benar-benar terpukul atas kepergian sosok yang ia anggap bukan sekadar rekan kerja.
“Saya benar-benar susah berdiri. Beliau sangat baik, istrinya juga sangat baik. Kita belajar tentang kejujuran dan integritas dari beliau. Pantas Sulbar merasa kehilangan,” ucap SDK dengan suara bergetar.
Menurutnya, Sulawesi Barat kehilangan sosok langka yang sulit tergantikan. Bahkan, ia meyakini figur seperti Salim S Mengga mungkin tidak akan mudah ditemukan dalam puluhan tahun ke depan.
“Mungkin 30 sampai 50 tahun ke depan, belum tentu kita menemukan sosok seperti beliau,” kata SDK.
Suhardi Duka menegaskan, tahlilan dan doa bersama ini bukan hanya bentuk penghormatan terakhir, tetapi juga penguat tekad untuk melanjutkan perjuangan dan cita-cita yang telah dirintis bersama almarhum.
Ia berpesan agar roda pemerintahan dan pembangunan Sulbar tetap berjalan di jalur nilai dan komitmen yang telah dibangun.
“Kita harus kuat dan tegar melanjutkan harapan beliau. Jangan kita belokkan jalan ini. Kita ingin beliau tersenyum melihat kita, melihat Sulbar berjalan di jalur yang menjadi harapan beliau,” pungkasnya.
- Penulis: mekora.id


Saluran Whatsapp
Google News

Saat ini belum ada komentar