Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Kaderisasi Mahasiswa: Kawah Candradimuka Pemimpin Bangsa

Kaderisasi Mahasiswa: Kawah Candradimuka Pemimpin Bangsa

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

langkah itu juga sebagai upaya penguasaan opini dengan melakukan propaganda dan agitasi di dalam kampus maupun di luar kampus melalui berbagai sarana dan instrumen komunikasi pergerakan yang ada. Itu salah satu alternatif cara dan strategi merespon isu lokal dan nasional dengan cepat dengan banyaknya kebijakan pemerintah yang simpang siur dan tidak pro terhadap rakyat.

Dalam kondisi seperti itu, maka mekanisme regenerasi kepemimpinan pergerakan ini bisa melalui dua proses, yaitu proses internal komunitas aktivis pergerakan dan proses eksternal aktivis pergerakan. Peran dan strategi kelompok mahasiswa sangat dibutuhkan dan solusi di tengah kekeroposan yang menggerogoti tubuh bangsa ini, korupsi kolusi nepotisme, kemiskinan, kurangnya akses dan biaya pendidikan dan lain sebagainya.

Pergerakan mahasiswa merupakan instrumen yang dapat melakukan advokasi masyarakat dan bangsa yang masih seringkali menjadi korban dari kebijakan yang tidak berpihak kepada mereka. Partisipasi rakyat dalam pergerakan mahasiswa ini dilakukan dalam rangka mempengaruhi pemerintah dalam pengambilan keputusan.

Partisipasi Mahasiswa

Partisipasi mahasiswa ini pun sebagai sarana pendidikan dan pembelajaran juga bagi kader-kader pergerakan, sekaligus sarana penyebaran pemikiran ideologi, nilai-nilai perjuangan, wacana, ide dan gagasan pergerakan mahasiswa dan menciptakan pemimpin-pemimpin bangsa kedepannya. Bagaimana tidak, citra kelembagaan kampus seakan akan hilang dengan akibat tindakan pragmatis di sisi lain terjadi krisis legitimasi di mana lembaga kampus tidak lagi menjadi jembatan dan solusi dalam merespon segala masalah dan isu yang dihadapi bangsa ini.

Menurut penulis seharusnya kita terus mendorong kebebasan mahasiswa dalam menentukan sikap politik, membangun wacana pergerakan serta terus membangun jejaring kerja-kerja konsolidasi dan mobilisasi seperti apa yang kita harapkan, sehingga kualitas demokrasi kampus itu bisa terus meningkat seiring dengan partisipasi mahasiswa dalam mengawal isu-isu yang krusial.

Ada degradasi wacana, dimana kampus lebih sering mengadakan diskusi motivasi dibanding diskusi ideologis gerakan. Tradisi intelektual hidup karena ada perdebatan, konfrontasi dan wacana, sedangkan birokrasi kampus berupaya untuk menghilangkan tradisi tersebut, karena jika tradisi itu hidup maka akan menjadi ancaman bagi oligarki kekuasaan.

Melihat keadaan tersebut, berharap bahwa semua mahasiswa memiliki tradisi intelektual yang mengarah ke pembebasan sosial yang memiliki partisipasi dan antusias yang besar. Seharusnya dengan iklim kebebasan dan demokrasi kita menjadikan lembaga semakin baik, kuat dan mampu menjadi solusi di tengah banyaknya persoalan. Pengetahuan dan intelektualisme bisa menjadikan pisau analisis untuk membeda untuk melihat segala peta persoalan hingga tradisi intelektual organik bisa membawa perjuangan emansipasi membuat imajinasi perlawanan mereka bersifat progresif dan revolusioner.

Tradisi Tahunan dan Momentum Berharga

Menjadi salah satu momen yang penuh makna dan keistimewaan bagi para calon mahasiswa. Tradisi tahunan ini tidak hanya sekedar acara seremonial, tetapi juga menjadi awal bagi mahasiswa untuk menyelami kehidupan akademik, ruang kawah candradimuka dan peran mereka dalam perubahan sosial. Mahasiswa adalah tulang punggung masa depan bangsa, daerah, dan negara. Mereka memikul tanggung jawab besar sebagai estafet kepemimpinan yang akan memperbaiki tatanan sosial, ekonomi, politik, dan budaya di Indonesia. Posisi mahasiswa sebagai intelektual yang tercerahkan memberikan mereka peran strategis dalam menggerakkan perubahan.

Sejarah telah membuktikan bahwa mahasiswa memiliki kekuatan besar untuk mengubah perjalanan bangsa. Perubahan itu tidak datang begitu saja, melainkan melalui proses panjang, perjuangan, dan konsistensi yang tinggi.

Jika kalian adalah generasi baru yang akan menjadi bagian dari sejarah, ciptakanlah sesuatu yang berbeda dari sekitar kalian. Kehadiran mahasiswa tidak hanya untuk berdiri di menara gading, tetapi harus mampu berkontribusi langsung kepada masyarakat, Tuntunlah dirimu menjadi satu kesatuan yang akan menjadi kekuatan pengubah. Tantangan yang dihadapi mahasiswa saat ini, seperti disorientasi dan krisis legitimasi dalam peran kontrol sosial mereka. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap mahasiswa.

Menjadi pemimpin mahasiswa berarti membangun harapan dan visi yang jauh ke depan melampaui generasi, sesuai dengan cita-cita pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Mulailah dengan tanggung jawab kita sebagai mahasiswa, seperti membaca, diskusi, menulis, dan aksi. Tradisi intelektual harus tetap hidup, karena ini yang akan menghidupkan wacana kritis di kampus.Pentingnya kaderisasi yang matang untuk memastikan keberlangsungan gerakan mahasiswa di kampus. Proses kaderisasi yang baik akan melahirkan pemimpin-pemimpin yang tangguh, bertanggung jawab, dan memiliki idealisme tinggi.

Sedikit tentang penulis :

  • Ketua KPMM 2020-2021
  • Ketua Komisariat GMNI FISIP UHO 2020-2021
  • Pengurus BEM UHO 2020-2021
  • Ketua DPC GMNI Kendari periode 2023-2025.
  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Karnaval Budaya Nusantara di BSD Gunung Elai Meriahkan HUT ke-80 RI

    Karnaval Budaya Nusantara di BSD Gunung Elai Meriahkan HUT ke-80 RI

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
    • account_circle zul
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Mekora.id – Ribuan warga tumpah ruah di Lapangan Bundaran Bukit Sekatup Damai (BSD), Kelurahan Gunung Elai, Minggu pagi (24/8/2025). Sekitar 2.100 peserta dari seluruh RT se-Kelurahan Gunung Elai menampilkan atraksi seni dalam gelaran Karnaval Budaya Nusantara yang digelar untuk memeriahkan HUT ke-80 Kemerdekaan RI. Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, hadir membuka acara mewakili Wali […]

  • Rapat perluasan Bandara Tampa Padang

    Pemprov Sulbar Siapkan Skema Pembebasan Lahan Untuk Perluas Kawasan Bandara Tampa Padang

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle mekora.id
    • visibility 101
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Pengembangan kawasan Bandara Tampa Padang siap dilakukan Pemprov Sulbar, hal itu setelah Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Perhubungan (Perkimtanhub) Sulbar menyiapkan dana hibah untuk pembebasan lahan. Saat ini, luas lahan bandara yang telah dibebaskan mencapai sekitar ±960.150 meter persegi dari total kebutuhan lahan seluas 1.628.001 meter persegi. Lahan tersebut akan dihibahkan […]

  • Wali Kota Ingatkan Remaja Bontang Pentingnya Edukasi Pranikah

    Wali Kota Ingatkan Remaja Bontang Pentingnya Edukasi Pranikah

    • calendar_month Rabu, 30 Jul 2025
    • account_circle zul
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Mekora.id – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, membuka kegiatan Bimbingan Pra Nikah Remaja Usia Sekolah (BRUS) bertema “Berilmu Dulu, Nikah Kemudian” di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Selasa pagi (29/7/2025). Program ini digelar berkat kolaborasi Gerakan Keluarga Sakinah Kota Bontang bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB). Dalam sambutannya, Neni menekankan pentingnya […]

  • Kejati Sulbar

    Sekda Mamasa dan Dua Pejabat Lain Diperiksa Kejati Sulbar Terkait Penggunaan APBD 2023

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 126
    • 1Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mamasa, Muhammad Syukur, diperiksa oleh penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Barat pada Rabu, 25 Juni 2025. Pemeriksaan tersebut diduga terkait penyalahgunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mamasa Tahun Anggaran 2023. Mengenai hal itu, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sulbar, Asben Awaluddin, membenarkan pemeriksaan itu. […]

  • GMNI Mamuju

    Jelang Akhir Masa Jabatan, GMNI Mamuju Nilai Pj Gubernur Sulbar Lemah pada 3 Aspek

    • calendar_month Senin, 15 Apr 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 63
    • 1Komentar

    Namun begitu, kinerja cukup baik Zudan itu diberi catatan kritis oleh GMNI Mamuju. Terutama pada personalan konflik interes antar masyarakat dan perusahaan, masih kaku dengan kritik, hingga lemahnya pengawasan perizinan pertambangan. Berikut catatan GMNI Mamuju untuk Pj Gubernur Sulbar : 1. Adanya Dugaan Pembiaran terhadap pembangunan Bunker RS REGIONAL yang didalam proses pembangunannya tidak sesuai […]

  • Bulan Posyandu Sulbar

    Pemprov Sulbar Ajak Orang Tua Manfaatkan Bulan Vitamin A di Posyandu

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle mekora.id
    • visibility 94
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mengajak para orang tua yang memiliki anak usia bawah lima tahun (balita) untuk aktif mendatangi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) selama Februari, yang ditetapkan sebagai Bulan Vitamin A. Program ini menjadi bagian dari upaya Pemprov Sulbar dalam memperkuat pelayanan kesehatan dasar bagi anak sejak usia dini, sekaligus mendukung […]

expand_less