Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » HOME » ADVERTORIAL » Gerakan “Sepekan Menanam Mangrove”, Langkah Sulbar Dukung Indonesia Capai Nol Emisi Karbon 2060

Gerakan “Sepekan Menanam Mangrove”, Langkah Sulbar Dukung Indonesia Capai Nol Emisi Karbon 2060

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Selasa, 27 Agt 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Dr. Bahtiar Baharuddin (Penjabat Gubernur Sulawesi Barat)

Berbagai hasil rilis riset di dunia menemukan bahwa bumi yg kita tinggali sudah terancam dan terbukti pemanasan global sedang melanda seluruh penghuni bumi yang bulat ini. Para ilmuwan dan PBB mencatat bahwa tingkat pemanasan bumi mencapai titik tertinggi sepanjang masa pada tahun 2023 di mana sekitar 92% dari suhu panas yang memecahkan rekor tahun lalu, terjadi karena ulah manusia.

Di berbagai literasi serta temuan ahli di lapangan bahwa akibat pemanasan global tersebut akan mengancam hilangnya terumbu karang, es laut Arktik, spesies tanaman dan hewan – serta peristiwa cuaca ekstrem yang lebih buruk yang dapat memicu perubahan iklim dan menyebabkan kematian.

Tak terkecuali bagi kita di Indonesia. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan tingkat pemanasan global semakin menggila diprediksi pada tahun 2050. Maka dari itu kita harus mempersiapkan langkah langkah taktis yang dapat kita lakukan untuk membantu perawatan bumi dan lingkungan.

Nah di Sulawesi Barat sendiri. Provinsi yang tahun ini telah memasuki usianya yang ke 20 tahun merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang masuk kategori Indeks Rawan Bencana Indonesia (IRBI) yang sangat tinggi. IRBI 2023 menyebut provinsi yang berisiko paling tinggi yaitu Sulawesi Barat (skor 160,08).

Berdasarkan data dari DIBI BNPB dan BPBD wilayah Provinsi Sulawesi Barat telah mengalami 145 kejadian bencana dalam 20 tahun terakhir. Jenis bencana dengan jumlah kejadian terbanyak dan dengan dampak terbesar adalah banjir dan longsor baik dampaknya terhadap keselamatan jiwa manusia, kerusakan bangunan permukiman dan kerusakan lahan. Kejadian bencana terparah juga adalah gempa bumi yang menyebabkan sebagian besar warga Sulawesi Barat sangat trauma.

Berdasarkan premis tersebut di atas maka tak ada jalan lain bagi kita adalah kembali ke alam, merawat dan memperbaiki. Tidak sekadar bagaimana kita mengolah alam untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat tetapi sebisa mungkin kita sebagai manusia ikut merawat dan lebih peduli lagi kepada alam di sekitar kita.

Bagi kita di Sulawesi Barat, Tuhan semesta telah memberikan alam yang sangat subur dan menakjubkan. Seperti pesisir pantai terpanjang sedunia 672 km dan sepanjang garis pantai tersebut kita dapat menikmati sunset. IQAIR Sulbar 50+ terendah dan pada tahun 2023 ibu kota Sulbar yakni Mamuju memiliki kualitas udara terbersih se Asia Tenggara.

Sementara pada tahun ini, Mamuju masih mencatatkan diri sebagai kota dengan udara terbersih di Indonesia. Ukuran Ph tanah di Sulawesi Barat dari 6,8 hingga 7,8. Sementara potensi Mangrove Sulbar mencapai 8000 hektar sementara saat ini yang masih produktif sekitar 3000 hektar.

Seperti kita ketahui bersama bahwa mangrove adalah tumbuhan yg paling efektif menurunkan emisi karbon sekaligus bisa menahan tsunami dan menahan ombak di pesisir serta mencegah abrasi pantai. Indonesia sendiri berkomitmen mencapai nol emisi karbon pada tahun 2060. Dari sisi Mangrove maka tanaman ini berperan sebagai karbon biru bisa sangat signifikan sebagai penyerap ataupun penyimpan karbon.

Karbon biru adalah karbon yang tersimpan di ekosistem pesisir dan laut. Ada tiga jenis ekosistem pesisir dan laut, yaitu mangrove, rawa pasang surut, dan lamun. Mangrove sebagai karbon biru merupakan salah satu aksi mitigasi perubahan iklim.

Dalam sebuah webinar Kompas Talks dengan tema ”Invest in Our Planet-Hutan Mangrove sebagai Penyerap Karbon”, Selasa 9 Mei 2003, Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro, Denny Nugroho Sugianto, mengatakan, mangrove dianggap sebagai karbon biru karena memiliki potensi dalam penyerapan jumlah karbon yang lebih tinggi secara alami. Mangrove mampu menyimpan karbon yang melebihi kemampuan hutan tropis di dataran.

Hal ini karena tumbuhan mangrove dapat menyerap karbon dioksida dan mengubahnya menjadi karbon organik, yang disimpan dalam akar, batang, daun, dan bagian lainnya.

Sebagai Pj Gubernur di Sulawesi Barat saya akan memanfaatkan kesempatan yang singkat ini untuk melakukan tata guna lahan mangrove yang dimiliki oleh Sulbar demi menghindari konversi mangrove dan setidaknya akan mengurangi hingga 30 persen emisi nasional dari sektor tata guna lahan. Rehabilitasi mangrove penting untuk dijalankan dengan baik maka dari itulah lahir ide mengapa Pemprov Sulawesi Barat memprogram kan “Sepekan Menanam Mangrove”.

Menanam mangrove sebagai bentuk kesadaran bersama masyarakat Sulbar untuk bangkit bersama menyelamatkan masa depan Sulbar. Dan sekaligus menggerakkan Sulbar menjadi bagian penting upaya pemimpin seluruh dunia menyelamatkan bumi dari pemanasan global.

Menanam mangrove selama seminggu tidak sekadar seremonial tapi jelas target dan luasan yang ditanami dan akan mendidik masyarakat menanam mangrove menjadi kebiasaan dan kelak akan membudaya. Menanam mangrove adalah salah satu kegiatan rutin menanam yang sedang kami lakukan selama memimpin Sulbar.

Untuk itulah saya mengajak warga Sulawesi Barat untuk menumbuhkan rasa terimakasih kepada alam Sulbar yg selama ini telah menjadi sumber kehidupan warga dengan cara mengambil hasil alam Sulbar yang sudah ber abad – abad lamanya. Maka menanam mangrove wujud merupakan bentuk terimakasih kita secara nyata kepada alam Sulbar serta bentuk kecintaan kita pada tanah Sulbar.

Selain itu kehadiran mangrove sebagai alat persatuan masyarakat karena ekosistem ekonomi mangrove tempat hidup bersama warga pesisir dan secara adil semua warga tanpa diskriminasi boleh mengambil manfaat keberadaan mangrove.

Untuk itulah kepada seluruh komunitas di Sulbar, pemerintahan, swasta dan organisasi ayo, mari bergabung dalam Gerakan Menanam Mangrove selama sepekan 2 hingga 9 September 2024. Wujudkan dan konkritkan kecintaan kita pada alam sekitar kita khususnya Sulbar dan nyatakan terimakasih kepada alam Sulbar dengan secara sukarela, ikhlas mandiri dan gotong menanam mangrove.

Gerakan menanam mangrove akan saya lakukan secara konsisten setiap waktu bersama seluruh masyarakat, penyelenggara negara, tokoh tokoh masy, partai politik, DPRD, pelajar, mahasiswa, NGO, ormas, pecinta alam, TNI Polri dan forkopimda, forkopimcam, camat lurah dan kepala desa, perangkat desa dan badan/lembaga kemasyarakat desa /kelurahan, PKK, karang taruna, dasawisma, tagana.

Menanam mangrove selama sepekan adalah bentuk inovasi saya sebagai pj Gubernur dalam merayakan HUT dengan cara berbeda.Sebagai Pj Gubernur baik saat Pj Gubernur Kepri dan Sulsel saya selalu konsisten membangun ekosistem ekonomi yang hijau dan ekonomi biru yang inklusif. Dan menanam mangrove adalah salah satu bentuk konsistensi itu.

Akhir kata dalam tulisan ini, mangrove tempat hidup biota laut, plankton-plankton, ikan ikan kecil dan siput. Semakin banyak mangrove maka semakin banyak ikan siput dan biota laut lainnya. Sebab menanam mangrove berarti menanam kehidupan sekaligus bentuk perhatian sebagai pemerintah untuk ketahanan dan kedaulatan pangan berbasis pesisir dan laut.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rekontruksi Pembunuhan Pokkang

    Pembunuhan Kakak-Adik di Kalukku Direkonstruksi, Tersangka Peragakan 7 Adegan

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle mekora.id
    • visibility 270
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id — Kasus pembunuhan yang melibatkan kakak-adik di Desa Pokkang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, memasuki tahapan rekonstruksi. Reka ulang kejadian digelar di Kantor Polresta Mamuju, Rabu (7/1/2026), oleh penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim). Dalam rekonstruksi tersebut, tersangka Baharuddin dihadirkan untuk memperagakan secara langsung rangkaian peristiwa pembunuhan terhadap korban, Kamaruddin, yang terjadi di Dusun Talaki […]

  • Dana Insentif Inflasi Sulbar

    Berhasil Tekan Inflasi, Sulbar Dapat Dana Insentif 8,6 M Dari Mendagri

    • calendar_month Senin, 6 Nov 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 79
    • 2Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Pemprov Sulbar menerima dana fiskal sebesar Rp8,6 miliar dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian kepada Zudan Arif Fakrulloh, di Jakarta. Senin (6/11/2023). Dana insentif fiskal itu diterima Sulbar atas penghargaan pengendalian inflasi di Sulawesi Barat. Ketua Pelaksana Alokasi Insentif Fiskal Periode III Dirjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu, Luky Alfirman mengatakan, pemberian insentif sebagai […]

  • DPP GMNI ke Makam Bung Karno

    DPP GMNI Ziarah Kebangsaan dan Napak Tilas di Makam Bung Karno Usai Dikukuhkan

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 318
    • 0Komentar

    BLITAR, Mekora.id — Pasca dikukuhkan, jajaran pengurus Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) Periode 2025–2028 melaksanakan Ziarah Kebangsaan dan doa bersama di Makam Proklamator Republik Indonesia, Ir. Soekarno, di Blitar, Jawa Timur, Kamis (18/12/2025). Rangkaian kegiatan tersebut dilanjutkan dengan napak tilas sejarah perjuangan Bung Karno di Museum Bung Karno. Agenda ini menjadi […]

  • Deklarasi Ruslan-Ida di Mamasa

    Deklarasi Ruslan-Ida di Mamasa Dibanjiri Ribuan Pendukung

    • calendar_month Kamis, 29 Agt 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 93
    • 1Komentar

    Mamasa, Mekora.id – Ribuan pendukung bakal pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Mamasa, Ruslan dan Andi Faridha Fachir, padati lapangan deklarasi akbar Ruslan-Ida di Tribun di kota Mamasa, Kamis, (29/8/2024). Ribuan pendukung Ruslan-Ida itu terpantau mulai berkumpul sejak pagi, yang datang dari sejumlah wilayah di Kabupaten Mamasa. Sejumlah umbul-umbul dan bendera partai pendukung ikut meramaikan […]

  • ESDM Sulbar Validasi Perizinan Genset Perusahaan Tambang di Tapalang Barat, Sesuai Permen ESDM 11/2021

    ESDM Sulbar Validasi Perizinan Genset Perusahaan Tambang di Tapalang Barat, Sesuai Permen ESDM 11/2021

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Beye
    • visibility 121
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Kepala Bidang Ketenagalistrikan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Barat, Qamaruddin Kamil, bersama Pejabat Fungsional Inspektur Ketenagalistrikan Farid Asyhadi, Marwazi Abdullah, Gilang Ananda Putra, serta Operator Layanan Operasional Bidang Ketenagalistrikan Luther, melakukan kunjungan ke PT Tambang Batuan Andesit di Desa Lebani, Kecamatan Tapalang Barat, Kabupaten Mamuju, Rabu 18 Februari […]

  • Pajak Air Permukaan Sulbar

    Gubernur Sulbar dan 16 Pengusaha Sawit Teken Kesepakatan Peningkatan Pajak Air Permukaan Dari 300 Jadi 12 Miliar

    • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 87
    • 0Komentar

    JAKARTA, Mekora.id – Upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) mulai membuahkan hasil. Hal itu setelah Gubernur Suhardi Duka dan 16 perusahaan sawit menggelar pertemuan di Jakarta, pada Selasa, (6/5/2025) kemarin. Salah satu poin utama kesepakatan tersebut adalah kenaikan drastis kontribusi pajak dari sektor air permukaan dan galian C, dari […]

expand_less