Gandeng UGM, Suhardi Duka Target SDM Sulbar Kompetitif 5 Tahun ke Depan
- account_circle mekora.id
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gubernur Sulbar, Suhardi Duka dan Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia teken MoU.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, Mekora.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat resmi menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang digelar di Rumah Jabatan Gubernur Sulbar, Sabtu malam, 17 Januari 2025.
MoU tersebut ditandatangani langsung oleh Gubernur Sulbar Suhardi Duka bersama Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, serta disaksikan jajaran Pemprov Sulbar dan rombongan pimpinan Universitas Gadjah Mada.
Bagi Suhardi Duka, kerja sama ini bukan sekadar penandatanganan dokumen, melainkan langkah penting dalam upaya mempercepat pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Sulawesi Barat.
“Ini kunjungan yang membahagiakan bagi Sulawesi Barat. UGM adalah universitas impian jutaan anak bangsa, termasuk saya,” ujar Suhardi Duka dalam sambutannya.
Ia memaparkan, Sulawesi Barat merupakan daerah dengan potensi besar, terutama di sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan yang menyumbang sekitar 46 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Meski memiliki cadangan sumber daya mineral yang strategis, Pemprov Sulbar memilih menjadikan pertanian sebagai tulang punggung pembangunan daerah.
“Kami punya potensi tambang, tetapi arah pembangunan kami tetap pertanian. Ini soal mitigasi lingkungan dan keberlanjutan,” jelasnya.
Suhardi Duka menyebut, komoditas kakao Sulbar saat ini menjadi penghasil ketiga nasional, dengan hampir 90 persen hasil produksi diekspor. Selain itu, sektor sawit dikelola dengan pendekatan keseimbangan antara perkebunan besar dan petani plasma.
Namun, menurutnya, tantangan terbesar Sulawesi Barat bukan pada sumber daya alam, melainkan kualitas sumber daya manusia.
“Keterbatasan SDM, khususnya tenaga akademik dan profesional, masih menjadi pekerjaan rumah besar kami,” katanya.
Karena itu, pembangunan SDM ditempatkan sebagai prioritas utama dalam program Panca Daya Pemprov Sulbar. Melalui kerja sama dengan UGM, Pemprov membuka peluang lebih luas bagi generasi muda Sulbar untuk mengenyam pendidikan di perguruan tinggi terbaik.
Bahkan, Pemprov Sulbar berkomitmen menyiapkan beasiswa penuh bagi lulusan SMA terbaik yang diterima di UGM. Targetnya, dalam lima tahun ke depan, SDM Sulbar mampu bersaing di tingkat regional Sulawesi.
Sementara itu, Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Pemprov Sulbar. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci utama pembangunan di masa depan.
“Kolaborasi adalah keniscayaan, dan kolaborasi hanya bisa terbangun atas dasar saling percaya,” ujar Ova.
Ia mengungkapkan, kerja sama UGM dengan Sulawesi Barat sejatinya telah terjalin melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang berlangsung selama beberapa tahun dan memberi dampak langsung bagi masyarakat.
UGM, kata Ova, memiliki komitmen kuat untuk berkontribusi dalam mencerdaskan bangsa, termasuk di wilayah tertinggal.
“Kami siap mendukung pengembangan SDM Sulawesi Barat, khususnya di sektor pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan,” tegasnya.
UGM juga membuka peluang program afirmasi dan pre-university bagi daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), dengan mekanisme seleksi khusus di luar jalur nasional.
“Program afirmasi ini kami rancang untuk memberi kesempatan lebih besar bagi daerah yang membutuhkan. Sulawesi Barat memiliki potensi besar untuk itu,” tutup Ova Emilia.
- Penulis: mekora.id


Saluran Whatsapp
Google News

Saat ini belum ada komentar