Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » HOME » ADVERTORIAL » Pemprov dan DPRD Sulbar Sahkan Perda PPLH 2023-2053

Pemprov dan DPRD Sulbar Sahkan Perda PPLH 2023-2053

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Kamis, 25 Jan 2024
  • comment 2 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, mekora.id – DPRD Sulawesi Barat resmi menetapkan Peraturan Daerah (Perda) perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup (PPLH) 2023-2053. Rabu (24/01?2024).

Selain itu, DPRD Sulbar juga menetapkan Perda tentang penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat (Trantibum Linmas).

Wakil Ketua DPRD Sulbar, Abdul Rahim setelah penetapan ini menyebut, dua Perda ini merupakan inisiatif legislatif yang telah ditunggu-tunggu.

“Perda yang sudah lama kita tunggu-tunggu, terutama untuk menjalankan tugas satpol PP yang selama ini hampir tidak punya payung hukum utamanya dalam pelaksanaan ketertiban umum, ini adalah perda inisiatif DPRD, tentu ini bagian dari komitmen kami untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang makin baik, dan tentu lingkungan yang semakin nyaman, dan bisa memberikan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat,” kata Rahim.

Sementara Penjabat (Pj) Gubernur Sulbar, Zudan Arif Fakrulloh, yang ikut mengesahkan Perda itu mengatakan, dengan dua Perda tersebut membuat Sulbar telah sama dengan wilayah lain yang lebih dulu memilikinya.

“Daerah lain dalam catatan saya sudah lama memiliki Perda serupa. Seperti Sumbar, Kaltim, Lampung, serta Kaltara. Kalau untuk kabupaten, lebih banyak lagi,” kata Prof Zudan Arif Fakrulloh

Menurutnya, penetapan Perda lingkungan hidup ini merupakan langkah tepat dalam mengatasi semua persoalan lingkungan hidup di Sulbar. Termasuk mitigasi bencana alam dapat ditindaklanjuti dengan Perda itu.

“Jadi kita tahu persis, di dalam tata kelola lingkungan hidup ada bencana alam, ada pencemaran lingkungan, ada permasalahan di kawasan pesisir, ada konflik tenurial, ada degradasi dalam pemanfaatan hutan dan lahan, ada limbah bahan beracun dan berbahaya, serta adanya berbagai konflik of interest di masyarakat,” ungkapnya.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Miras di Mamuju

    Dijual Tanpa Izin, Puluhan Botol Miras di Mamuju Disita Polisi

    • calendar_month Selasa, 4 Jun 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 20
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Puluhan botol minuman keras (Miras) dari berbagai merek, berhasil diamankan oleh Tim Resmob Satuan Reskrim (Sat Reskrim) Polresta Mamuju saat melakukan operasi Pekat Marano Tahun 2024. Kasat Reskrim Polresta Mamuju, Kompol Jamaluddin mengatakan, minuman itu disita dari para pedagang yang ketahuan menjual minuman beralkohol itu. “Anggur hitam 1 botol, anggur merah 12 […]

  • Kades Karama dilaporkan ke Polda

    Kades Karama Kecamatan Kalumpang Dilapor ke Polda Sulbar

    • calendar_month Kamis, 22 Agt 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 29
    • 1Komentar

    Mamuju, Mekora.id – Kepala Desa (Kades) Karama, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, dilaporkan oleh sejumlah masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Desa Karama ke Polda Sulbar, atas dugaan penyalahgunaan Dana, Pada, Kamis, (22/8/2024). Ketua Aliansi Masyarakat Desa Karama, Jaya Ruben, mengatakan pelaporan Kades Karama itu terkait pekerjaan jalan usaha tani dan pengadaan pupuk cair […]

  • Korban pembacokan derita luika robek dirawat di RS Bhayangkara Mamuju.

    Konflik Penolakan Tambang Pasir di Karossa Pecah, Satu Warga Dibacok

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 43
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id– Konflik horizontal akibat penolakan aktivitas tambang pasir oleh PT. Alam Sumber Rejeki (ASR) di Desa Karossa, Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat (Sulbar), pecah. Hal itu setelah seorang warga bernama Jafar (28) mengalami serangan fisik kekerasan fisik, dan menyebabkan korban mengalami luka bacok serius di kepala, punggung dan lengan. Pendamping Hukum Warga […]

  • Ketua DPRD Sulbar hadiri peringatan HUT RI di Mamuju

    Ketua dan Anggota DPRD Sulbar Hadiri Upacara HUT RI ke-79 di Anjungan Pantai Manakarra

    • calendar_month Sabtu, 17 Agt 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 19
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat serta beberapa anggota DPRD menghadiri Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-79 yang dilaksanakan di Anjungan Pantai Manakarra, Mamuju. Sabtu, (17/8/2024). Upacara yang penuh khidmat ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, TNI, Polri, hingga perwakilan organisasi masyarakat serta […]

  • Festival Nelayan di Budong-Budong

    Festival Nelayan Muara Sungai Budong-Budong, Suara Melawan Gempuran Tambang Pasir

    • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 38
    • 0Komentar

    MATENG, Mekora.id – Warga pesisir Budong-Budong, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, memperingati Hari Anti Tambang (HATAM) dengan menggelar Festival Muara Sungai Budong-Budong, Kamis sore (29/5/2025). Kegiatan ini dipusatkan di Dusun Patulana, Desa Budong-Budong, Kecamatan Topoyo. Festival tersebut merupakan bentuk syukur atas melimpahnya hasil tangkapan ikan penja atau dikenal juga sebagai ikan seribu, yang hanya muncul […]

  • Suraidah Pemantauan Pemilu

    Ketua DPRD Sulbar Pantau Pemungutan Suara di Mamuju

    • calendar_month Rabu, 14 Feb 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 16
    • 1Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Ketua DPRD Sulawesi Barat (Sulbar), Suraidah Suhardi dan Forkompinda secara aktif terlibat dalam pemantauan Pemilihan Umum (Pemilu) hari ini, dengan penuh semangat, beliau menegaskan komitmen untuk memastikan proses demokrasi berjalan dengan transparan dan adil. Mamuju, Rabu (14/02/2024). Dalam kunjungannya ke beberapa Tempat Pemungutan Suara diantara nya TPS 3 Rumah Adat Mamuju, Jl. […]

expand_less